Kota Batu, Tugumalang.id – Pemkot Batu mewajibkan pengelola hotel, restoran, dan kafe (horeka) menyerap hasil pertanian dan produk UMKM lokal. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata turut meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil.
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, geliat pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi makro. Sektor tersebut juga harus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM.
“Kami mendorong seluruh pengelola hotel dan restoran di Kota Batu memanfaatkan komoditas lokal, baik itu sayur, buah, maupun bunga potong. Kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi kesejahteraan petani kita,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya, Minggu (18/10/2026).
Menurut Cak Nur, salah satu kendala belum optimalnya penyerapan produk lokal adalah rantai pasok yang rumit. Industri horeka masih kerap bergantung pada komoditas dari luar daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Batu menyiapkan infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bertajuk Operating Smart Agriculture System (Pos AI).
Baca juga: Pemkot Batu Seleksi 40 Pejabat untuk Isi 8 Jabatan Kepala Dinas
Platform ini dirancang untuk menghubungkan data produksi panen petani dengan kebutuhan riil industri horeka. Melalui sistem tersebut, informasi mengenai varietas komoditas, estimasi volume, hingga jadwal panen dapat dikoordinasikan agar pasokan sesuai kebutuhan hotel dan restoran.
Dengan demikian, hasil pertanian lokal diharapkan dapat tersalurkan langsung ke industri horeka tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang.
Pemkot Batu Siapkan Pendampingan Petani dan UMKM
Di sisi lain, Pemkot Batu menyadari adanya tantangan dalam memenuhi standar industri horeka, terutama hotel berbintang dan restoran besar. Industri perhotelan dan restoran membutuhkan konsistensi mutu, ukuran produk yang sesuai spesifikasi, serta kepastian pasokan secara berkelanjutan.
Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, Pemkot Batu berkomitmen memberikan pendampingan intensif kepada petani dan UMKM lokal. Pendampingan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar industri.
Baca juga: Pemkot Batu Benahi Taman Hutan Kota Bondas, Fasilitas Bakal Ditambah
Selain mutu produk, sistem pembayaran juga menjadi persoalan bagi pelaku UMKM. Sistem pembayaran tempo yang diterapkan korporasi besar kerap menghambat permodalan dan mengganggu arus kas usaha mikro.
Nurochman Dorong Pembayaran Langsung
Karena itu, Cak Nur mendesak pelaku industri perhotelan dan restoran menerapkan skema pembayaran yang lebih ramah bagi UMKM. Salah satunya melalui pembayaran tunai langsung saat barang dikirim atau cash on delivery (COD).
“Usaha mikro itu permodalannya terbatas, jadi jangan disamakan dengan korporasi besar. Berikan kemudahan, seperti sistem kirim langsung bayar, agar arus kas produksi mereka tetap berputar lancar,” tegasnya.
Melalui skema afirmatif dan kolaborasi tersebut, Pemkot Batu berharap kemitraan antara industri horeka dan produsen lokal tidak sekadar menjadi formalitas. Kemitraan itu diharapkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Kota Batu di pasar yang lebih luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
































