Kamis, Agustus 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Pecel Terong, Kuliner Sejak Zaman Belanda yang Jadi Bukti Politik Adu Domba

Redaksi by Redaksi
Juni 5, 2022 7:27 pm
in Kuliner
pecel terong

Pecel Terong, menu kuliner khas lezat dan sehat di Rumah Makan Inggil yang juga kental akan sejarah. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Politik adu domba atau politik devide et impera gaya kolonial Belanda sewaktu menjajah bangsa Indonesia terbilang mengakar di semua bidang. Bahkan, politik pemecah belah kesatuan bangsa ini, sampai ikut campur soal urusan kuliner.

Fakta sejarah ini terungkap dari kuliner bernama Pecel Terong yang menjadi menu utama di Rumah Makan Inggil yang berlokasi di Jalan Zainul Arifin 53 A, Klojen, Kota Malang. Rumah makan ini memang jadi satu-satunya resto yang mengusung tema sejarah.

READ ALSO

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala

5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang

Selain berbisnis kuliner, restoran ini dibuat dengan semangat mengedukasi masyarakat terkait sejarah dan budaya Indonesia. Tak heran jika restoran ini juga bisa dibilang seperti museum.

pecel terong
Menikmati kuliner sambil menelusuri jejak-jejak kejayaan sejarah Kota Malang di Rumah Makan Inggil. Foto: dok Rumah Makan Inggil

Di sela waktu makan, pengunjung bisa belajar sejarah Kota Malang dari banyak benda-benda bersejarah yang dihadirkan di sana. Tak hanya benda-benda klasik, menu makanan di sana juga punya cerita sejarah sendiri. Menu itu adalah Pecel Terong.

Pemilik Rumah Makan Inggil, Dwi Cahyono yang juga tokoh pegiat sejarah di Malang itu, menuturkan bahwa menu Pecel Terong bukan hanya sekedar menu kuliner dengan bumbu kentalnya yang khas, namun juga kental akan sejarah.

Dikisahkan Dwi, tujuan utama kedatangan bangsa penjajah pada dasarnya adalah untuk mengeruk kekayaan alam di nusantara. Selain rempah-rempah, mereka juga menemukan khasiat lain dari buah terong yang tumbuh subur di Indonesia.

pecel terong
Suasana makan dengan atmosfer museum di Rumah Makan Inggil. Foto: Ulul Azmy

Buah terong sendiri, kata Dwi, sebenarnya sangat berkhasiat sebagai penambah vitalitas tubuh. Namun fakta khasiat buah ini oleh tentara Belanda diputarbalikkan menjadi pelemah tubuh. Hingga saat itu, banyak warga pribumi yang terpengaruh oleh siasat licik tersebut.

”Padahal, tentara Belanda mengonsumsi terong ini untuk menambah vitalitas mereka selama menjajah di negara kita. Itu bukti bahwa poltik adu domba itu juga bahkan sampai mengakar ke urusan kuliner,” kisahnya, pada Minggu (5/6/2022).

Berangkat dari kisah itulah, Dwi Cahyono membuat menu Pecel Terong sebagai signature khas di Rumah Makan Inggil, bersanding dengan menu lain seperti Ikan Bakar, Ayam Bakar, Tempe Penyet Sambal Terasi, Cah Kangkung, hingga Urap-urap.

Meski begitu, Pecel Terong yang dimaksud di sini bukan seperti yang banyak dikenal sebagai Pecel Lele khas Lamongan yang ternyata adalah kuliner jenis lalapan sambal. Melainkan buah terong yang dipadukan dengan bumbu kacang. Hampir serupa bumbu pecel.

Menu Pecel Terong ini terbilang menjadi menu yang otentik karena disajikan dalam sebuah layah atau cobek. Isian dalam satu layah ini berupa terong, telur, dan tempe yang dikukus dan bumbu kacang yang melimpah. Lengkap dengan daun kemanginya.

Jika dilihat sepintas, bumbu ini seperti bumbu pecel pada umumnya. Namun rasanya cukup berbeda. Ada aroma rempah-rempah yang kaya dan sedikit santan. Menu ini bisa dikatakan sehat karena nihil kolesterol karena dimasak tanpa menggunakan bahan baku minyak goreng.

Menu ini sudah disajikan Rumah Makan Inggil sejak berdiri pada 2004 silam. Banyak masyarakat yang sudah mulai meninggalkan resep kuno ini dan beralih ke kuliner pecel dan memakai bahan lauk pauk yang umumnya digoreng dengan minyak panas.

”Menu kuliner ini sudah ada sejak dulu. Khususnya di wilayah pesisir jawa seperti Situbondo, Pasuruan, dan lain-lain. Dulu juga terongnya masih dibakar atau diasap,” terangnya.

Menu Pecel Terong ini tetap dipertahankan hingga saat ini. Sampai-sampai Rumah Makan Inggil dikenal sebagai pelopor menu resep kuno karena menu ini hanya bisa dijumpai di sana.

”Sampai sekarang ini masih jadi menu favorit. Malah banyak juga turis asing datang dan pasti pesan menu ini, termasuk anak muda dan generasi sekarang juga tetap suka. Ini bukti bahwa masakan Jawa itu tidak hanya enak, tapi juga punya khasiat,” tuturnya.

Keotentikan dan kelezatan Pecel Terong ini diakui pelanggan setianya. Seperti Hendro Sudibyo (79) dan Sri Maharini (62) misalnya. Pasangan suami istri ini bahkan sudah menjadi pelanggan setia Rumah Makan Inggil sejak sekitar 10 tahun lalu.

Keduanya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Rumah Makan Inggil untuk berkumpul bersama keluarga hingga teman lama guna makan dan bernostalgia.

Menurut dia, nuansa yang dibangun Rumah Makan Inggil seperti foto-foto tempat bersejarah hingga barang-barang antiknya menjadi sarana yang mendukung untuk kebutuhan nostalgia.

”Saya senengnya di sini itu nostalgia zaman dulu sebelum semodern sekarang. Saya juga sering ajak anak dan cucu untuk ke sini, paling nggak mereka bisa tahu sejarah kota kelahiran mereka. Itu penting sekali,” ujar wanita kelahiran Kampung Betek, Kota Malang, ini.

Selain itu, dari segi cita rasa makanan juga sesuai dengan lidah di usianya yang semakin senja yang membutuhkan makanan yang sehat. Salah satu menu sehat yang selalu dipesannya disana adalah Pecel Terong.

”Makanan favorit saya di sini ya Pecel Terong itu, gak ada di tempat lain. Selain enak, terong, tempe dan telurnya itukan dikukus, jadi bebas kolesterol. Meski ada santan sedikit, tapi masih seger,” akunya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kota malangmalangpecel terong

Related Posts

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala
Kuliner

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala

Selasa, 18 Agu 2026
5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang
Kuliner

5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang

Senin, 10 Agu 2026
84 Tahun Soto Pojok Jadi Langganan Peziarah Gunung Kawi
Kuliner

84 Tahun Soto Pojok Jadi Langganan Peziarah Gunung Kawi

Minggu, 9 Agu 2026
Creamy dan Segar! Rekomendasi Es Teler Jumbo di Malang yang Wajib Dicoba
Kuliner

Creamy dan Segar! Rekomendasi Es Teler Jumbo Malang yang Wajib Dicoba

Sabtu, 8 Agu 2026
6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap
Kuliner

6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap

Rabu, 5 Agu 2026
Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
Kuliner

Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

Minggu, 2 Agu 2026
Next Post
pemkot malang

Pemkot Malang Bakal Rutin Hadirkan Event Besar di Kayutangan Heritage

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.