Tugumalang.id – Progres pengerjaan revitalisasi Pasar Induk Among Tani Kota Batu per November 2022 ini sudah mencapai 63 persen. Informasi dihimpun, saat ini pengerjaannya sudah memasuki tahap finishing. Bahkan, sejumlah alat berat di sana mulai berkurang.
Kepala PT Sasmito Joko Suwarno menuturkan hingga saat ini tahap finishing yang dilakukan mulai penyekatan lapak, pengecatan, dan pengerjaan saluran drainase.
Untuk zona, Joko mengklaim telah merampungkan 9 zona sesuai dengan detailed engineering design (DED) yang telah disepakati. “Kalau sampai akhir tahun nanti kemungkinan sudah 80 persen,” katanya Selasa (15/11/2022).
Sejauh ini, Joko menuturkan sudah melakukan pengurangan kendaraan berat dari 5 unit menjadi 2 unit. Namun, untuk alokasi pekerja dilakukan penambahan hingga 400 orang. Bahkan masih akan bertambah untuk mempercepat pembangunan konstruksi.
Joko menambahkan untuk material yang digunakan dijamin 70 persen produk dari luar negeri. Hal ini dikarenakan bahan material pabrikan sering kali kewalahan ketika dilakukan pemesanan dalam jumlah besar.
“Sabar menunggu, karena kemungkinan revitalisasi rampung sampai 100 persen perkiraan pada Mei 2023 mendatang,” tandasnya.
Sementara, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, juga telah menjamin pembangunan Pasar Induk Among Tani bakal tetap berjalan dan rampung sesuai waktu. Kepastian ini dijamin terlepas dari masa jabatannya yang bakal berakhir pada akhir 2022 nanti.
Bahkan, Dewanti juga menjamin sistem pengelolaan hingga hak-hak pedagang akan tetap terealisasi seperti direncanakan sejak awal. Diketahui progres pengerjaannya sudah hampir mencapai 85 persen pada Desember 2022 nanti.
Dengan begitu, menginjak 2023 hanya menyisakan pengerjaan pada bagian detailing yang memang butuh waktu tak sedikit. Begitu rampung, pedagang yang saat ini masih berdagang di tempat relokasi sudah bisa menempati tempat sesuai undian.
Sebab itu, Bude meminta dinas terkait dalam hal ini Diskumdag untuk memvalidkan data pedagang untuk dilakukan pembagian bedak. Diperkirakan, pasar tradisional bergaya modern yang didanai APBN senilai Rp 151,5 miliar ini bisa rampung pada pertengahan 2023.
“Saya minta data pedagang segera divalidkan. Jadi, meski nanti saya tidak menjabat wali kota, saya janji akan tetap mengawal pembangunan pasar,” katanya.
Lebih lanjut, Bude juga menyarankan pada Diskumdag melakukan studi banding ke sejumlah pasar lain. Dengan harapan dapat mematangkan tata kelola pasar. Selain pedagang, juga ada banyak fasilitas yang memanjakan pengunjung.
“Saya usul untuk studi banding ke Pasar Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta. Di sana pasarnya bersih, meskipun tetap suasana tradisional. Toilet pun bersih, gak kalah sama hotel bintang 5,” ujarnya.
“Bahkan di sana sangat ketat soal kebersihan. Misal ada manajer pasar lewat, lalu ada melihat tikus atau kecoa, gajinya langsung dipotong. Nah hal-hal seperti itu mungkin bisa diadopsi ke Pasar Induk Among Tani,” tambahnya.
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A