Kamis, Oktober 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Pakar ITN Malang Petakan 900 Hektare Lahan Rawan Gerakan Tanah di Tirtoyudo

Redaksi by Redaksi
April 2, 2026 6:19 pm
in Advertorial, Pendidikan
Pakar ITN Malang

Pakar ITN Malang: Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D. dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyimpan potensi bahaya tersembunyi di balik bentang perbukitannya. Penelitian terbaru tim tenaga ahli Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengungkapkan sebagian besar wilayah Tirtoyudo berada pada tingkat kerentanan gerakan tanah sedang dengan luasan mencapai 908,06 hektare. Sementara itu, kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi mencapai 6,68 hektare, sedangkan zona kerawanan rendah seluas 89,06 hektare.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari kolaborasi strategis kajian mitigasi gerakan tanah di Kabupaten Malang dengan studi kasus Kecamatan Tirtoyudo dan Donomulyo bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang.

READ ALSO

17 Hari Pascagalodo, Dapur Umum di Solok Masih Produksi 1.500 Porsi Makanan per Hari

494 Sopir Terdampak Trans Jatim, Rendra Minta Penyelesaian Koridor I Jadi Prioritas

Geomorfologi Tirtoyudo Sangat Kompleks

“Tirtoyudo ini secara geomorfologi memang kompleks karena menjadi zona transisi antara pegunungan vulkanik aktif kaki Gunung Semeru dan dataran bergelombang hingga pesisir selatan yang curam. Struktur geologinya dipenuhi sesar minor dan pelipatan akibat subduksi lempeng tektonik. Kondisi batuan vulkanik yang rapuh ditambah kemiringan lereng yang ekstrem membuat tanah di sana sangat sensitif, terutama jika dipicu curah hujan tinggi,” ujar Ratri saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang pada akhir Maret 2026.

Baca juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

GIS-MCDA Jadi Dasar Analisis Kerawanan

Tirtoyudo
Kerawanan gerakan tanah di TIrtoyudo.dok

Ratri memanfaatkan teknologi Geographic Information System Multi-Criteria Decision Analysis (GIS-MCDA) berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis spasial tersebut menggunakan data Digital Elevation Model (DEMNAS) beresolusi tinggi dengan lima parameter utama, yakni kemiringan lereng, curah hujan, tutupan lahan, jenis tanah, dan kondisi geologi.

“Kemiringan lereng jelas menjadi faktor paling dominan karena gravitasi langsung bekerja pada massa tanah. Kami juga memproses data curah hujan lima tahun terakhir, 2020–2024, dari CHIRPS untuk melihat area yang tekanan pori tanahnya cepat jenuh. Di Tirtoyudo bagian utara, misalnya, tanah didominasi jenis Andosol dari material vulkanik piroklastik yang sangat peka terhadap perubahan kelembapan,” jelas dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 ITN Malang tersebut.

Ratri menambahkan, zona kerawanan tinggi yang berada di bagian utara dan selatan Tirtoyudo terkonsentrasi pada lereng-lereng kritis dengan tutupan lahan rendah atau terbuka. Tanpa vegetasi yang mampu mengikat tanah, risiko longsor meningkat saat musim hujan. Sebaliknya, wilayah dengan tingkat kerawanan rendah umumnya berupa lahan landai yang masih memiliki tutupan vegetasi baik serta minim aktivitas manusia.

Baca juga: Jaga Sinergi, ITN Malang dan Mahakam Ulu, Kaltim Lanjutkan Komitmen Bangun Daerah

Hasil Riset untuk Mitigasi dan Tata Ruang

Melalui hasil pemetaan spasial tersebut, ITN Malang berharap dokumen penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.

“Zona kerawanan sedang yang mendominasi bisa kapan saja bergeser menjadi zona bahaya tinggi jika ada pemicu eksternal seperti curah hujan ekstrem atau pembukaan lahan yang berlebihan. Hasil penelitian ini kami susun sebagai dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan untuk menyusun tata ruang wilayah yang lebih adaptif, penataan guna lahan yang lebih ketat, serta perencanaan mitigasi bencana berbasis spasial demi melindungi masyarakat Tirtoyudo,” pungkas Ratri.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: ITN Malang

editor: jatmiko

Tags: AHPBalitbangda Kabupaten MalangGerakan TanahGIS MCDAITN Malangkabupaten malangMitigasi Bencanapemetaan spasialpenelitian ITN MalangRatri Andinisaritanah longsortirtoyudo

Related Posts

17 Hari Pascagalodo, Dapur Umum di Solok Masih Produksi 1.500 Porsi Makanan per Hari
Advertorial

17 Hari Pascagalodo, Dapur Umum di Solok Masih Produksi 1.500 Porsi Makanan per Hari

Rabu, 7 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat memberikan solusi untuk polemik Trans Jatim. Foto/dok
Advertorial

494 Sopir Terdampak Trans Jatim, Rendra Minta Penyelesaian Koridor I Jadi Prioritas

Rabu, 7 Okt 2026
ITN Malang dan Stikosa AWS jalin kerja sama. Foto/dok
Pendidikan

Dorong Kualitas Kampus, Stikosa AWS Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu ke ITN Malang

Rabu, 7 Okt 2026
Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Malang Gelar Outbound, Perkuat Bonding Pegawai untuk Tingkatkan Pelayanan Pelanggan
Advertorial

Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Malang Gelar Outbound, Perkuat Bonding Pegawai untuk Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

Rabu, 7 Okt 2026
PLN UP3 Malang gelar Jumat berkah. Foto/dok
Advertorial

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, Jumat Berkah PLN UP3 Malang Hadirkan Kebaikan di Masjid Al Ihsan

Rabu, 7 Okt 2026
PLN UP3 Malang memperkuat sinergi dengan serikat pekerja. Foto/dok
Advertorial

Semangat Hari Lahir Pancasila Menguatkan Persatuan, PLN UP3 Malang dan Serikat Pekerja Satukan Langkah untuk Kinerja Terbaik

Rabu, 7 Okt 2026
Next Post
Kebun jeruk tempat tersangka melancarkan aksi pencurian. Foto: Polres Malang

Curi Ratusan Kilogram Jeruk, Pria Poncokusumo Ditangkap Polisi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.