Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Pakar Hukum Sebut Polisi Tak Bisa Mengelak Soal Kesalahan Tembakan Gas Air Mata

Redaksi by Redaksi
Februari 15, 2023 2:04 pm
in Peristiwa
Detik-detik Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Detik-detik Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Foto/Dani Kristian

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pakar Hukum Universitas Brawijaya (UB), Dr Prija Djatmika SH MS, menyebut bahwa polisi tidak bisa mengelak soal kesalahan penembakan gas air mata dalam Tragedi Kanjuran. Artikel ini akan mengulas secara lengkap argumen Jatmika soal tragedi yang mematikan itu.

Malam 1 Oktober 2022 menjadi pil pahit yang harus ditelan Aremania. Laga dengan titel derbi penuh rivalitas Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu berujung maut. 135 orang suporter meninggal dunia dan 600 lebih luka-luka akibat penembakan gas air mata ke arah tribun.

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Kejadian ini membuat pecinta sepak bola di seluruh dunia terhenyak. Peristiwa brutal itu bahkan tercatat menjadi tragedi terbesar kedua di dunia sepanjang sejarah sepak bola. Suporter dari berbagai belahan dunia ikut bersolidaritas, termasuk suporter dalam negeri.

Mereka berharap penanganan hukum atas tragedi kemanusiaan ini ditegakkan seadil-adilnya, setuntas-tuntasnya.

Tugumalang.id berkesempatan untuk berbincang dengan Pakar hukum pidana Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr Prija Djatmika SH MS. Dia juga menjadi ahli pidana dalam Sidang Tragedi Kanjuruhan ini.

Para Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Seperti diketahui, total ada 6 orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah Ketua Panpel Arema, FC Abdul Haris; Security Officer SS; Kabag Ops Polres Malang, Wahyu S; Danki Brimob Polda Jatim H; dan Kasat Samapta Polres Malang, Bambang Sidik Achmadi dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita yang telah dibebaskan karena dinilai tidak cukup bukti.

Para tersangka dijerat Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP terkait kesalahan dan atau kealpaan yang menyebabkan kematian orang lain. Mereka juga dijerat Pasal 103 dan Pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Polisi Berupaya Pisahkan Gas Air Mata

Menurut Jatmika, sejauh ini proses sidang masih berjalan sesuai koridor hukum. Hanya saja, memang ada upaya hukum dari aparat kepolisian yang ingin memisahkan perkara tembakan gas air mata dari faktor utama penyebab kematian suporter.

Hal itu diperkuat dari hasil visum jenazah korban yang tidak ditemukan kandungan atau residu gas air mata. Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian akibat luka trauma atau terinjak-injak saat suporter berdesakan mencari jalan keluar stadion.

Namun, kata Jatmika, hal itu tidak bisa dipisahkan. Tetap saja tembakan gas air mata menjadi pemicu utama penyebab kematian 135 orang dan 600 lebih luka-luka. Jadi perkara kematian ini tidak bisa dilepas begitu saja dari multiple cause (penyebab jamak, red).

Mulai tembakan gas air mata, pintu tertutup hingga tidak ada koordinasi yang menyebabkan kealpaan dan menimbulkan kematian. Jatmika yang menjadi ahli pidana yang dihadirkan dalam Sidang Tragedi Kanjuruhan itu sampai berdebat habis.

“Ya dibalik lagi, kalau gak ada gas air mata ya enggak ada situasi berdesakan dan sampai menimbulkan kematian. Gas air mata adalah pemicu utamanya,” tegas Jatmika dihubungi tugumalang.id, Rabu (15/2/2023).

Lebih lanjut, apakah cukup proses hukum perkara penembakan gas air mata ini hanya dibebankan pada jajaran komandonya? Padahal ada 9 anggota lain yang diketahui menjadi eksekutor dalam tembakan gas air mata yang tidak terukur itu.

Kata Jatmika, itu juga masih menjadi perdebatan dalam sidang. Karena dari pihak penyidik merujuk Pasal 51 ayat 1 KUHP di mana menjalankan perintah jabatan itu tidak bisa dipidana.

“Yang bertanggung jawab ialah pemimpin pemberi perintahnya. Maka dari itu kalau dalam kerangka usut tuntas itu jadinya memang susah. Tapi kita lihat saja hakim nanti mengarahnya ke mana,” ujar dia.

Hanya saja, Jatmika juga menilai bahwa perintah untuk menembak gas air mata itu sendiri juga tidak jelas. Berdasarkan pengakuan, tersangka hanya memberi perintah untuk menembak.

Namun tidak jelas mengarah ke mana. Namun jika dilihat dari video, arah tembakan itu terkesan membabi-buta.

“Jadi saya kira hakim juga perlu menimbang asas proporsional untuk memperdalam motif komando itu. Perintah komandi itu kabur, tidak jelas ke mana? Ke depan, ke lapangan, kemana?,” terangnya.

PT LIB Harusnya Terlibat

Jatmika juga menambahkan bahwa kealpaan PT LIB sebagai operator penyelenggara dalam perkara ini juga seharusnya terlibat. Hanya saja, memang Direktur PT LIB telah dibebaskan karena tidak cukup bukti.

“Tapi harusnya sudah jelas terlibat karena Kapolres Malang sudah meminta jadwal pertandingan dimajukan sore hari. Namun dari PT LIB tetap ingin laga digelar malam hari. Kebijakan itu dinilai punya peran dalam terjadinya peristiwa itu, ada kealpaan,” nilainya.

Terlepas dari itu semua, Jatmika berharap seluruh aparat penegak hukum bisa bersikap bijak dalam perkara yang menewaskan ratusan suporter bola ini. Dia juga mendorong Aremania untuk mengawal jalannya sidang sampai ada putusan dan kasasinya.

Pihak internal dari klub Arema dan suporter sendiri harusnya juga bersikap bijak. Baru-baru ini, di tengah sidang Tragedi Kanjuruhan justru terjadi gejolak di kantor Arema FC. Parahnya lagi, insiden ini berujung proses pidana yang justru membuyarkan fokus perkara.

“Sebenarnya klub tidak perlu sampai mempidanakan suporternya sendiri. Masih ada asas restorative justice. Kan bisa diajak dialog. Lagi pula mereka kan juga suporter, satu keluarga. Jadi wajar saja mereka menyuarakan aspirasi ke klub,” tuturnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Gas Air MataHeadlinekota malangPakar Hukumpenembakan gas air matatragedi kanjuruhanubuniversitas brawijaya

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
sidang pembacaan vonis Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tok! Bharada Eliezer Hanya Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Peserta Sidang Bersorak

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.