Objek Wisata Coban Pelangi Tergerus Modernisasi

  • Whatsapp
Coban Pelangi. Foto: Rizal Adhi

Tugumalang.id – Makin banyaknya objek-objek wisata alami dengan konsep-konsep unik di Kabupaten Malang, membuat objek-objek wisata lawas yang belum sempat berkembang jadi kian ditinggalkan. Salah satunya objek wisata Coban Pelangi di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang sudah ada sejak tahun 90-an.

Padahal, di tahun 2015, dalam sehari Coban Pelangi masih bisa menampung 800 pengunjung ketika malam pergantian tahun.

Bacaan Lainnya

“Dulu waktu malam pergantian tahun 2015 menuju 2016 bisa mencapai 800 orang. Itu parkiran bisa sampai di atas kita siapkan. Sekarang mau 100 pengunjung saja susah, bahkan itu jalan menuju parkiran ke atas sudah lumutan saking gak pernah dipakai,” terang Penjaga dan bagian kebersihan Coban Pelangi, Siaman, pada Jumat (02/04/2021).

Siaman mengatakan, kemunduran ini karena makin banyaknya objek wisata di sekitar Malang Timur. Sementara Coban Pelangi, tidak melakukan pengembangan berarti untuk menarik wisatawan. “Dulu di Malang Timur hanya ada Coban Pelangi, Bromo aja gak seramai sekarang. Tapi sekarang pilihan makin banyak seperti Coban Bidadari dan banyak lainnya,” bebernya.

Belum lagi track ekstrim dan panjang membuat para lansia kadang putar balik. “Kalau saya hitung jaraknya dari loket sampai depan coban itu kira-kira ada panjangnya sekitar 1.000 meter. Jadi kadang kalau ada orang-orang tua datang itu dan tanya jaraknya dari sini (loket) ke coban, mereka langsung balik lagi karena gak kuat,” terangnya.

Oleh karena itu, pria yang sudah 20 tahun lebih menjadi penjaga Coban Pelangi ini mengatakan, dia membuat fasilitas-fasilitas baru seperti menara pengawas. “Saya buat spot foto di atas pohon itu biar pengunjung bisa melihat coban dari atas. Kan dari sana bisa kelihatan panorama alam yang indah,” jelasnya.

Baca Juga  Coban Pelangi, Tempat Uji Nyali yang Melegenda

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *