Tugumalang.id – Car Free Day (CFD Malang) di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang, tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga. Setiap Minggu pagi, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagian orang untuk mencari penghasilan tambahan, salah satunya dengan berjualan air minum kemasan.
Usaha tersebut dijalankan oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Salah satunya adalah Nadia Laila (21) dan rekannya yang mulai berjualan air minum di CFD Malang sejak Desember 2025. Baginya, usaha ini menjadi pekerjaan sampingan untuk menambah uang jajan sekaligus mengisi waktu luang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Malang Sabtu 27 Juni 2026: Cerah Berawan
“Sampingan sih, Kak, buat jajan sekalian ngisi waktu luang,” ujar Nadia saat diwawancarai di kawasan CFD Ijen, Kota Malang, Minggu (28/6/2026).
Modal Relatif Kecil, Air Minum Dipilih karena Banyak Dicari
Nadia mengatakan memilih menjual air minum karena modalnya relatif kecil dibandingkan produk lain. Selain mudah dibawa, air minum juga dinilai memiliki permintaan yang tinggi, terutama dari pengunjung yang memang datang untuk berolahraga.
“Modalnya tipis, kan kalau udah habis kita nggak usah bawa apa-apa ya, jadi gampang gitu loh dibawanya dari rumah. Terus demand-nya tinggi karena orang-orang di situ butuh air minum, jadi cepat habis,” jelasnya.
Saat pertama kali berjualan, Nadia mengaku hanya mengeluarkan modal sekitar Rp65.000 untuk membeli satu dus air minum serta perlengkapan sederhana seperti tulisan harga dan spidol. Meja yang digunakan untuk berjualan sudah dimiliki sebelumnya sehingga tidak memerlukan biaya tambahan.
Setelah usahanya berjalan, jumlah stok yang dibawa meningkat menjadi dua hingga tiga dus setiap kali CFD berlangsung. Air minum tersebut dibeli di supermarket dengan harga sekitar Rp60.000 per dus untuk Le Minerale dan Rp50.000 per dus untuk Crystalline.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Malang Sabtu 27 Juni 2026: Cerah Berawan
Air mineral kemudian dijual seharga Rp5.000 per botol. Nadia mengaku sempat mencoba menjual minuman teh kemasan dengan harga Rp7.000 per botol. Namun, produk tersebut tidak lagi dijual karena peminatnya lebih sedikit dibandingkan air mineral.
Penjualan Bisa Habis dalam Satu Kali CFD
Berdasarkan pengalamannya sebagai salah satu pedagang air minum di CFD Malang, keuntungan bersih yang diperoleh dalam satu kali penyelenggaraan CFD bisa mencapai sekitar Rp200.000.
Angka tersebut berasal dari penjualan sekitar dua dus Le Minerale dan setengah dus Crystalline setelah dikurangi modal pembelian stok.
Namun, hasil yang diperoleh setiap pedagang dapat berbeda-beda, bergantung pada jumlah penjualan, biaya operasional, serta kondisi saat berjualan.
“Kisaran untung bersihnya di Rp200.000-an sih, Kak, dari dua dus Le Minerale sama setengah dus Crystalline,” katanya.
Selama berjualan, Nadia tidak mengeluarkan biaya sewa tempat maupun retribusi karena memilih berjualan secara keliling, terutama di sekitar area perpustakaan.
Jumlah Pengunjung dan Branding Bisa Jadi Penentu
Meski begitu, Nadia mengaku tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah datang terlambat ke lokasi sehingga sebagian pengunjung sudah lebih dulu membeli minuman dari pedagang lain.
Selain itu, jumlah pengunjung juga memengaruhi penjualan. Menurutnya, kawasan CFD biasanya lebih sepi saat mahasiswa sedang libur maupun ketika memasuki musim hujan pada akhir tahun. Kondisi tersebut membuat jumlah pembeli ikut berkurang.
Salah satu strategi yang digunakan untuk menarik perhatian pengunjung adalah memberikan layanan membaca tarot secara gratis bagi pembeli air minum.
“Partner kerjaku ada yang main tarot, terus cara kita narik pelanggan dengan ngasih tahu kalau free tarot pas udah beli produknya. Itu yang bikin pelanggan tertarik,” ujarnya.
Selama sekitar enam bulan berjualan, Nadia menilai usaha air minum cukup cocok dijadikan penghasilan tambahan karena modal awalnya tidak terlalu besar dan kebutuhan air minum di kawasan olahraga cenderung tinggi.
Ia juga menyarankan calon pedagang yang ingin memulai usaha sampingan ini untuk mempertimbangkan memiliki titik berjualan yang tetap serta membangun branding agar lebih mudah dikenal oleh pengunjung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


















