Tugumalang.id – Saat seseorang flu, tak jarang muncul komentar seperti, “Es terus!” seakan-akan es adalah penyebab utama flu. Tapi, apakah benar demikian? Atau ini hanya mitos yang terus berulang tanpa dasar medis? Berikut adalah penjelasan dari ahlinya.
Minum Es Bikin Flu? Ini Kata Dokter
Menurut dr. Darmawan B Setyanto, Sp.A(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), flu sebenarnya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza, bukan karena konsumsi es. Namun, suhu dingin dari es dapat mempengaruhi mekanisme pertahanan saluran napas, terutama pada anak-anak.
Baca Juga: Cegah Dini Penyakit Tak Menular, Dinkes Kota Batu Skrining Kesehatan Para ASN
IDAI menjelaskan bahwa suhu dingin dapat mengurangi kemampuan pembersihan mukosiliar, yaitu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari kuman dan partikel asing.
Selain itu, suhu dingin juga bisa membuat pembuluh darah mengkerut, sehingga mengurangi pasokan sel kekebalan tubuh di area tersebut.
Sementara itu, menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah dalam platform layanan kesehatan digital, flu terjadi akibat infeksi virus, bukan karena konsumsi es. Namun, minuman dingin bisa memperburuk gejala flu yang sudah ada, seperti sakit tenggorokan atau hidung tersumbat.
Kualitas Es dan Kebersihan Juga Berperan
Meskipun minum es tidak menyebabkan flu secara langsung, faktor kebersihan es yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh pada kesehatan.
Baca Juga: 5 Obat Alami Sembuhkan Penyakit Gondongan yang Sedang Mewabah di Malang
Banyak jajanan es yang dijual di pinggir jalan menggunakan es batu yang tidak jelas asal-usulnya. Ada kemungkinan es dibuat dari air yang tidak layak konsumsi, mengandung bakteri, atau bahkan tercemar virus.
Beberapa risiko dari es yang tidak higienis:
1. Terpapar Bakteri dan Virus
Es yang dibuat dari air yang tidak bersih bisa mengandung bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) atau Salmonella, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
2. Alat dan Wadah yang Tidak Higienis
Beberapa penjual mungkin tidak memperhatikan kebersihan alat-alat yang mereka gunakan. Gelas, sendok, atau wadah penyimpanan es yang tidak dicuci dengan baik bisa menjadi tempat berkembangnya kuman.
3. Tangan Penjual yang Kotor
Jika penjual tidak menjaga kebersihan tangannya saat menyajikan es, risiko kontaminasi semakin besar. Apalagi jika mereka langsung menyentuh es dengan tangan tanpa menggunakan sarung tangan atau alat penjepit.
4. Pencampuran dengan Bahan Berbahaya
Dalam beberapa kasus, es batu untuk kebutuhan industri sering digunakan untuk minuman. Es jenis ini bukan untuk konsumsi manusia karena mungkin mengandung zat kimia berbahaya.
Jadi, frasa “Es terus, makanya flu” lebih tepat disebut sebagai mitos. Yang lebih penting diperhatikan bukan hanya suhunya, tapi juga kebersihan air dan cara penyajiannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (Magang)
Editor: Herlianto. A