Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Mindfulness dan Bagaimana Cara Menjinakkan Pikiran Kita

Redaksi by Redaksi
November 26, 2023 6:16 am
in Ruang Cendekia
Meditasi menjinakkan pikiran kita

Irham Thoriq (CEO Tugu Media Group).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Irham Thoriq*

Pikiran kita, adalah satu hal penting, yang perlu kita kendalikan. Jika kita gagal mengendalikan, maka pikiran kita akan liar, dan cenderung mendorong kita berbuat keburukan.

Ini kesimpulan singkat, dari acara meditasi sore, pada jum’at (24/11) yang basah di Universitas Negeri Malang. Acara ini dipimpin Bikkhu Santacitto Sentot Ph.D dari sebuah vihara di Kota Batu. Acara ini adalah salah satu bagian acara dalam Borobudur Writer and Cultural Festival, sebuah festival kebudayaan ternama, yang kebetulan tahun ini digelar di Universitas Negeri Malang (UM).

READ ALSO

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Saya hadir di acara itu dengan teman saya Lutfi Pratomo. Dari jadwal yang kita lihat, ada satu acara yang membetot perhatian. Yakni, acara meditasi sore. Kebetulan, tema meditasi sore itu soal mindfulness. Tema ini sering diperbincangkan akhir-akhir ini, terlebih isu soal Kesehatan Mental sekarang banyak menjadi konsen.

Mindfulness secara harfiah adalah kesadaran penuh. Ini adalah salah satu metode meditasi yang sejumlah manfaatnya adalah untuk meredakan stres, membuat kita fokus, dan mengendalikan pikiran.

Bikkhu yang memimpin meditasi sore itu, mengibaratkan pikiran seperti sebuah sapi. Sapi bisa liar, dan menabrak banyak hal ketika di lepas. Karenanya, sapi perlu ditali, agar jinak dan tidak membuat kerusakan.

Baca Juga: Jakarta dan Uniknya Parakawan

Meditasi mindfulness sama artinya kita mengikat sapi itu. Dengan meditasi, kita mengendalikan pikiran kita agar fokus dan tidak liar. Dengan mindfullnes juga, kita secara perlahan bisa membuang pikiran-pikiran, yang sebenarnyha tidak perlu kita pikirkan.

Seperti pikiran untuk marah, menyalahkan orang lain, berburuk sangka, benci, hingga keserakahan. Mindfulness bisa mengganti pikiran negatif itu, dengan pikiran positif seperti bersabar, mendoakan orang lain, berbuat baik, berbaik sangka pada orang lain, mengoreksi diri kita, hingga ketabahan.

Setelah menjelaskan tentang mindfulness, bikkhu mengajak peserta meditasi sore untuk bermeditasi sekitar 30 menit. Usai meditasi, saya bertanya tentang sejumlah hal, salah satunya kenapa dalam meditasi yang harus fokus pada pernapasan, sulit sekali membuat saya fokus. Di sela-sela meditasi, kadang saya memikirkan pekerjaan, dan lain-lain.

Pikiran saya melompat-lompat, meskipun saya terus mencoba kembali fokus pada pernapasan. Bikkhu menjawab, itu hal biasa bagi orang yang baru ikut meditasi. Menurut dia, kita perlu terus berlatih bermeditasi agar bisa mindfulness. Bikkhu itu menyarankan peserta untuk bermeditasi sebelum tidur atau setelah bangun tidur. Ketika pikiran fresh. Karena tahu saya seorang muslim, dia juga menyarankan meditasi bisa dilakukan selesai shalat. Untuk durasinya, bisa 10 menit, 15 menit, 30 menit. Tergantung kekuatan kita. semakin lama, semakin baik.

Baca Juga: Haul Solo dan Cinta yang Tertinggal

Bikkhu itu juga menjawab pertanyaan saya, bahwa membaca shalawat yang diyakini oleh umat Islam bisa membersihkan hati dan pikiran, apakah bisa disebut juga sebagai salah satu cara untuk bermeditasi. Bikkhu itu menjawab, bahwa hal tersebut bisa disebut meditasi. Kata dia, membaca kitab suci seperti Alqur’an, juga bisa disebut sebagai meditasi mindfulness.

Apa-apa yang kita yakini bisa mengendalikan pikiran kita, membuat hati kita lebih lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama, bisa disebut sebagai meditasi mindfulness. Mari kita belajar mengendalikan pikiran dan hati kita, karena dua hal itu adalah sumber dari segala kebaikan dan keburukan.

Salam kesadaran penuh.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah  CEO Tugu Media Group

editor: jatmiko

Tags: Borobudur Writer and Cultural Festival

Related Posts

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens
Ruang Cendekia

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Sabtu, 17 Okt 2026
Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Next Post
turnamen futsal

Pesan Sportivitas Wahyu Hidayat di Turnamen Futsal Pj Wali Kota Cup

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.