Kota Batu, Tugumalang.id – Mikutopia, destinasi wisata di Kota Batu, turut mengantarkan Provinsi Jawa Timur menembus lima besar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Capaian tersebut didukung kesiapan Mikutopia menghadirkan ekosistem wisata ramah muslim.
Predikat itu diumumkan dalam ajang Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit (IMFTS) di Jakarta International Convention Center (JICC), 16 Oktober 2026. Prestasi Jawa Timur juga diperkuat dengan raihan peringkat kedua nasional untuk kategori Access dan peringkat kelima untuk kategori Services.
Di balik penghargaan tersebut, terdapat proses kurasi dan pengecekan langsung di lapangan. Tim penilai IMTI 2026 mendatangi Mikutopia untuk menguji kelayakan dan standar pelayanan bagi wisatawan muslim. Pemeriksaan meliputi tempat ibadah, perlengkapan salat, hingga fasilitas tempat wudu.
Penilaian IMTI 2026 menggunakan kerangka ACES yang terdiri atas empat aspek utama, yakni Access, Communication, Environment, dan Services. Aspek Access berkaitan dengan kemudahan akses dan konektivitas menuju destinasi wisata. Communication mencakup ketersediaan informasi, promosi, serta edukasi kepada pemangku kepentingan.

Sementara itu, Environment menilai kesiapan lingkungan dan ekosistem destinasi wisata. Adapun Services berfokus pada ketersediaan dan kualitas pelayanan bagi wisatawan muslim. Proses pemeringkatan tersebut melibatkan 15 provinsi di Indonesia dengan menggunakan 62 kumpulan data.
Manager Operasional Mikutopia Panji Akbar Ramadhani mengungkapkan, inspeksi tim penilai menjadi momen evaluasi berharga bagi pengelola. Pemeriksaan tidak sekadar formalitas, tetapi juga menyasar detail kebersihan hingga kelayakan fasilitas.
“Pemeriksaannya sangat menyeluruh waktu lalu itu. Mulai kelayakan tempat ibadah, perlengkapan salat, sampai fasilitas tempat wudu. Jadi, kondisi dan kelayakannya benar-benar diuji untuk memastikan kenyamanan pengunjung,” terang Panji, Minggu (1/11/2026).
Baca juga: Mikutopia Kota Batu Hadirkan Rainbow Slide 200 Meter dan Rumah Hantu Jamur
Fasilitas Ibadah Jadi Bagian Pelayanan Wisata
Penilaian IMTI 2026 menggunakan kerangka kerja global ACES (Access, Communication, Environment, Services). Penilaian yang melibatkan 15 provinsi dengan 62 kumpulan data itu menunjukkan kesiapan pariwisata ramah muslim membutuhkan keterpaduan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan pelaku usaha di lapangan.
Menurut Panji, dalam industri pariwisata modern, kepuasan pengunjung tidak lagi hanya diukur dari kemegahan wahana atau keseruan hiburan. Kepastian dan kenyamanan menjalankan ibadah kini menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.
“Fasilitas ibadah yang bersih dan layak adalah bagian integral dari pelayanan. Evaluasi ini memicu kami untuk terus menjaga standar kenyamanan agar wisatawan bisa berekreasi sekaligus beribadah dengan nyaman,” tambahnya.
Atas capaian tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari menyampaikan apresiasi kepada pengelola destinasi wisata seperti Mikutopia yang mendukung kelancaran penilaian IMTI 2026.
“Capaian Jawa Timur ini adalah buah dari sinergi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan selama ini. Saya harap kolaborasi ini terus terjalin erat untuk memperkuat ekosistem pariwisata Jawa Timur ke depan,” tutur Evy.
Dorong Penguatan Wisata Ramah Muslim
Keterlibatan Mikutopia bersama sejumlah destinasi wisata lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim di Jawa Timur.
Bagi Mikutopia, hasil penilaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas bagi para pengunjung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































