Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Meneladani Kegigihan Howard Schlutz, Tanpanya Tak Ada Starbucks

Redaksi by Redaksi
Juli 11, 2022 1:33 pm
in Bisnis
Howard Schultz

CEO Starbucks, Howard Schultz. Foto: Instagram Howard Schultz

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tahukah Anda bahwa saat pertama berdiri, Starbucks hanyalah toko yang menjual biji kopi? Toko ini hampir saja tidak bertransformasi menjadi kedai kopi yang kita kenal saat ini dan nyaris bangkrut.

Beruntung saat itu hadir seorang inovator, Howard Schlutz yang memiliki cita-cita mengubah Starbucks menjadi kedai kopi tempat pengunjung bersantai ataupun bekerja.

READ ALSO

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport

Toko pertama Starbucks dibuka pada tahun 1971 di Kota Seattle, Amerika Serikat, oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Howard sendiri mengunjungi Starbucks untuk pertama kalinya pada tahun 1981.

Howard Schultz
Toko Starbucks di awal tahun 1980-an yang saat itu hanya menjual biji kopi. Foto: Instagram Howard Schultz

“Rasanya baru terjadi kemarin. Pada tegukan ketiga (dari secangkir) kopi Sumatera, aku langsung jatuh hati,” tulis Howard, di akun Instagram pribadinya.

Sejak itu, selama satu tahun, Howard membujuk Jerry Baldwin agar diizinkan bekerja di Starbucks. Di tahun 1982, ia diterima menjadi direktur marketing dan operasional ritel. “Mimpi kami terhadap Starbucks baru saja dimulai,” kata Howard.

Di tahun 1983, Howard mengunjungi Kota Milan, Italia. Di sana, ia mencicipi espresso dan langsung jatuh hati. Ia juga tertarik dengan konsep coffee bar dan interaksi para pengunjung saat meneguk segelas kopi.

Howard Schultz
Howard Schultz saat mengunjungi Milan. Foto: Instagram Howard Schultz

“Aku menyadari apa yang diciptakan dari kedai kopi ini. Tak hanya romansa dan teater, tetapi juga ritual di pagi hari dan bagian dari komunitas,” kata Howard.

Saat kembali ke Seattle, Howard menawarkan ide untuk mengembangkan Starbucks menjadi kedai kopi seperti yang ia kunjungi di Milan. Sayangnya, ide ini ditolak mentah-mentah oleh para pendiri Starbucks.

Pada podcast-nya yang tayang pada Kamis (7/7/2022), konsultan bisnis, Indrawan Nugroho mengatakan  bahwa penolakan terhadap ide Howard ini dilakukan karena para founder ingin fokus menjual biji kopi. “Starbucks adalah sebuah retailer, bukan restoran atau bar,” kata Indrawan, menirukan Jerry Baldwin.

Tak hanya Jerry, banyak orang yang pesimis dengan ide Howard itu. Menurut mereka, espresso yang dijual dengan harga $3 per cangkir itu tak sesuai dengan kebiasaan orang Amerika yang biasanya membeli kopi seharga 50 sen di restoran.

Tak mau putus asa, Howard akhirnya mendirikan kedai kopinya sendiri yang bernama El Giornale pada tahun 1986. Kedai ini terus tumbuh. Di saat bersamaan, kondisi Starbucks semakin terpuruk. Para founder kemudian menjual Starbucks dengan harga yang fantastis yaitu $3,7 juta.

Howard menangkap kesempatan ini. Meski dengan susah payah, ia berhasil membeli Starbucks dan menjadi pemegang saham terbesar. Tak menunggu lama, pada tahun 1987, Howard melakukan transformasi pada Starbucks. Inilah awal mula berdirinya kedai kopi Starbucks yang saat ini memiliki puluhan ribu gerai di seluruh dunia.

Howard Schultz
Salah satu kedai kopi pertama Starbucks. Foto: Instagram Howard Schultz

“Di bawah kepemimpinan Howard, Starbucks berhasil menghadirkan pengalaman minum kopi yang spesial bagi pelanggannya, menghadirkan sense of community, dan menjadi tempat ketiga antara rumah dan kantor,” kata Indrawan.

Seandainya saja Howard menyerah saat ide pertamanya ditolak, maka tidak akan ada Starbucks. Kegigihannya membuat Starbucks berhasil bangkit dari keterpurukan dan terus berkembang.

“Kisah Starbucks adalah kisah Howard Schultz, seorang anak miskin dengan impian besar. Kisah penolakan, perjuangan, dan determinasi. Kisah pemimpin yang bisa menggerakkan ratusan ribu orang yang bekerja padanya. Kisah inovator yang mengubah industri kopi untuk selamanya,” ujar Indrawan.

Dari kisah ini, ada pelajaran yang bisa dipetik yaitu teruslah memiliki visi yang besar dan jangan mudah memyerah. “Visi besar dan determinasi tinggi sama dengan sukses jangka panjang,” ucap Indrawan.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: howard schlutzpendiri starbucksstarbucks

Related Posts

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya
Bisnis

Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla, Ini Penjelasannya

Minggu, 23 Agu 2026
Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport
Bisnis

Mazda Pamerkan 4 Mobil Terbaru di Kota Malang, Ada Mazda 6e Fastback hingga CX-60 Sport

Sabtu, 22 Agu 2026
Mazda Buka Dealer Pertama di Malang
Bisnis

Mazda Buka Dealer Pertama di Malang

Rabu, 12 Agu 2026
Kos
Advertorial

Rumah Kos Jadi Pilihan Investasi Properti di Malang

Selasa, 4 Agu 2026
Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang
Bisnis

Gaya Hidup Mahasiswa Dorong Investasi Rumah Kos Premium di Malang

Kamis, 23 Jul 2026
Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?
Bisnis

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

Sabtu, 18 Jul 2026
Next Post
singosari

Pikap vs Motor di Singosari, 1 Orang Tewas

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.