Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Membangun Kampung Halaman dari Sepak Bola, Sadio Mane Tetap Juara di Hati Benua Afrika

Redaksi by Redaksi
Maret 25, 2026 11:30 am
in Olahraga
Sadio mane

Sadio Mane, bintang timnas Senegal saat mengangkat trofi Piala Afrika 2025 (Instagram Sadio Mane)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Di tengah gemerlap sepak bola dunia, Sadio Mane memilih jalan berbeda. Bintang asal Senegal itu tidak hanya mengejar trofi dan popularitas, tetapi juga membangun kampung halamannya dari hasil kerja keras di lapangan hijau.

Di desa Bambali, wilayah Sedhiou, Senegal, nama Mane bukan sekadar pesepak bola terkenal. Ia menjadi simbol harapan. Dari desa kecil dengan keterbatasan fasilitas, Mane tumbuh menjadi salah satu pemain terbaik Afrika yang kini dikenal dunia.

READ ALSO

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar Piala AFF 2026: Berburu Hasil Positif di Laga Perdana

Jadwal dan Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026: Waktunya Dukung Garuda Muda

Sejak kecil, Mane dikenal berani mengejar mimpi. Ia bahkan pernah meninggalkan kampung halaman tanpa restu keluarga demi mengikuti seleksi di Dakar. Dengan kondisi serba terbatas, ia mampu menunjukkan bakat gemilang hingga akhirnya direkrut klub Prancis, FC Metz.

Namanya semakin besar setelah memperkuat sejumlah klub lintas benua seperti Red Bull Salzburg, Southampton FC, Liverpool FC, Bayern Munich hingga Al-Nassr.

Perjalanan Karier Sadio Mane hingga Menjadi Bintang Dunia

Di Liverpool, Mane menggapai puncak karier terbaiknya. Bersama klub tersebut, ia meraih berbagai gelar prestisius, mulai dari UEFA Champions League, Premier League, Piala FA hingga Piala Dunia Antarklub.

Mane juga menjadi bagian dari trio lini depan yang mematikan bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Kombinasi ketiganya menjadikan Liverpool sebagai salah satu tim paling ditakuti di Eropa saat itu.

Kesuksesan tersebut tidak ia nikmati sendiri. Mane menyisihkan sebagian besar penghasilannya untuk membangun kampung halaman. Ia membangun sekolah, rumah sakit, fasilitas umum, akses internet hingga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat di tanah kelahirannya.

Bagi masyarakat Bambali, kehadiran Mane lebih dari sekadar kebanggaan. Ia menjadi bukti nyata bahwa mimpi bisa mengubah nasib sekaligus mengubah wajah desa. Kehidupan warga yang dulunya serba terbatas kini perlahan berkembang dengan fasilitas yang lebih layak.

Kontroversi Piala Afrika 2025 dan Sikap Sadio Mane

Di level internasional, Mane juga menjadi pilar penting tim nasional Senegal saat menjuarai Africa Cup of Nations (AFCON) atau Piala Afrika 2025. Gelar tersebut menjadi momen bersejarah yang menyatukan kebanggaan rakyat Senegal.

Namun situasi berubah ketika muncul kontroversi terkait pembatalan gelar juara tersebut. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan kemenangan Senegal yang sebelumnya mengalahkan Maroko 1-0 di partai final melalui gol semata wayang Pape Gueye.

Keputusan itu muncul setelah Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) mengajukan banding terkait insiden kontroversial pada laga final yang digelar 18 Januari 2026.

CAF menganulir kemenangan Senegal karena para pemain sempat melakukan walk out sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Maroko di penghujung laga. Setelah beberapa menit, Sadio Mane berhasil membujuk rekan setim untuk kembali ke lapangan.

Baca juga: Senegal Dipastikan Tanpa Sadio Mane di Pertandingan Perdana Piala Dunia 2022 Qatar

Tendangan penalti panenka Brahim Diaz berhasil digagalkan kiper Senegal. Laga kemudian dilanjutkan 2×15 menit hingga akhirnya Senegal mencetak gol semata wayang lewat kaki Pape Gueye. Pertandingan berakhir 1-0 untuk kemenangan Senegal dan mereka mengangkat trofi Piala Afrika 2025.

Namun, 57 hari setelah final tersebut, CAF mengabulkan gugatan Federasi Sepak Bola Maroko. Senegal dinilai melanggar aturan Piala Afrika karena sempat meninggalkan pertandingan sebelum laga berakhir.

Di tengah polemik tersebut, sorotan terhadap Mane tidak benar-benar luntur. Publik justru kembali melihat sisi lain dari sosok pemain berusia 33 tahun itu yang tetap rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya.

Bagi pecinta sepak bola, nilai seorang juara tidak hanya diukur dari trofi. Apa yang dilakukan Mane di luar lapangan justru lebih berarti. Ia menjadi inspirasi bahwa sepak bola bisa menjadi alat perubahan sosial.

Kini, saat kontroversi membayangi pencapaian tim nasional Senegal, nama Sadio Mane tetap berdiri kuat. Bukan hanya sebagai pemain hebat, tetapi juga sebagai figur yang menghadirkan harapan dan perubahan nyata.

Di mata masyarakat, terutama mereka yang merasakan langsung dampaknya, Mane tetap menjadi juara bukan hanya di lapangan, tetapi juga di hati pecinta sepak bola Afrika.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: AFCONAl Nassr.CAFLiverpollMarokoPiala Afrika 2025Sadio ManeSenegal

Related Posts

Timnas Indonesia U-19 menghadapi Myanmar di laga pembuka Grup A Piala AFF U-19 2026. /Foto: Instagram @timnasindonesia.
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar Piala AFF 2026: Berburu Hasil Positif di Laga Perdana

Senin, 1 Jun 2026
Jadwal dan siaran langsung pertandingan Timnas Indonesia U-19 di ajang Piala AFF U-19 2026. /Foto:dok
Olahraga

Jadwal dan Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026: Waktunya Dukung Garuda Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Rifad Marasabessy (kiri) akhiri kebersamaan tiga musim bersama Arema FC menjelang dibukanya bursa transfer pemain. /Foto: Instagram @aremafcofficial
Olahraga

Akhiri Kebersamaan Selama Tiga Musim, Arema FC – Rifad Marasabessy Sepakat Berpisah

Jumat, 29 Mei 2026
Pemain asing Arema FC, Valdeci Moreira kirim kode perpisahan dengan tim usai kompetisi BRI Super League 2025/2026 rampung. /Foto: Instagram @valdecimoreira_
Olahraga

Lagi, Satu Pemain Asing Arema FC, Valdeci Moreira Kirim Kode Perpisahan

Rabu, 27 Mei 2026
Olahraga unik
Olahraga

6 Olahraga Unik dari Indonesia dan Dunia yang Penuh Tradisi dan Atraksi

Selasa, 26 Mei 2026
Timnas Minisoccer
Olahraga

Seleksi Timnas Minisoccer Indonesia di Malang Diserbu 151 Pendaftar

Selasa, 26 Mei 2026
Next Post
KKPK vs Fantasteen

KKPK vs Fantasteen, Ini Perbedaan Dua Seri Novel untuk Penulis Muda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.