Sabtu, Agustus 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

LP2M UM Gelar Workshop Pengembangan Kampung Tematik untuk Sentra Anyaman Tasikmadu

Redaksi by Redaksi
Februari 24, 2021 2:57 pm
in Berita, Pariwisata, Pendidikan
Sekretaris LP2M UM, Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg, saat melaksanakan Workshop Pengembangan Kampung Tematik di El Hotel Grande pada Rabu (24/02/2021).
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) tidak hentinya berkontribusi dalam pengabdian kepada kesejahteraan masyarakat di Malang Raya.

Kali ini, UM membuat Workshop Pengembangan Kampung Tematik untuk Sentra Anyaman Tasikmadu dengan tema Berkarya untuk Bangsa: Dimulai dari Desa.

READ ALSO

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan

“Peran UM dalam pengembangan kampung tematik ini disampaikan keinginan UM untuk berkontribusi dalam pengembangan Malang Raya. Ini juga dalam rangka menyambut kepala daerah di Malang Raya yang ingin perguruan tinggi memiliki peran dalam pengembangan Malang Raya,” terang Sekretaris LP2M UM, Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg, saat melaksanakan Workshop Pengembangan Kampung Tematik di El Hotel Grande pada Rabu (24/02/2021).

Munjin menjelaskan bahwa saat ini program kampung tematik yang sudah berjalan adalah di Kabupaten Malang dan Kota Malang, sementara Kota Batu ini belum ada tindak lanjut.

“Kalau di Kota Malang yang sudah diantaranya Kampung Sanan, Kauman, Kayutangan dan yang sudah realisasi ini adalah Tasikmadu. Sementara untuk di Kabupaten Malang ada di Pagelaran, Gondanglegi, Tumpang, wisata Bedengan di Selorejo dan salah satunya yang agak besar ada di Ekowisata Boonpring,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana LP2M UM menyeleksi kampung-kampung yang cocok untuk dijadikan kampung tematik.

“Pengembangan yang dilakukan kita memang melihat potensi di masing-masing terlebih dahulu, selanjutnya kita melakukan survei dengan membentuk tim kecil. Kita juga melakukan pendekatan awal kepada tokoh masyarakat dan pihak pemerintah setempat untuk mendiskusikan pengembangan potensi wilayah tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa selama Pandemi COVID-19 ini ada beberapa perubahan yang harus dilakukan LP2M UM untuk pengembangan kampung tematik.

“Karena situasi pandemi ini membuat kita harus menyesuaikan kegiatan, tapi yang kita kembangkan selama masa COVID-19 ini lebih banyak yang berbasis IT,” ucapnya.

“Yang pasti mengembang kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan masa dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Contoh sekarang adalah pengembangan website seperti untuk di Tasikmadu ini,” lanjutnya.

Terakhir, ia berharap agar masyarakat yang tinggal di kampung-kampung tematik ini bisa berdikari.

“Harapannya kampung tematik ini setelah adanya pendampingan ini mereka bisa berdikari dan mandiri. Kita kan hanya ikut mendampingi dan menganalisa potensinya apa,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Sosial Humaniora dan Pariwisata LP2M UM, Dr Joko Sayono MPd MHum, mengatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk memetakan potensi wisata di Kota Malang.

“Kedepannya kita ingin bisa memetakan potensi Kota Malang, karena selama ini Kota Malang dikenal hanya untuk penginapan hotel mewah. Sedangkan untuk wisatanya ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. Kalau bisa Kota Malang memiliki destinasi wisata yang jadi jujukan,” tegasnya.

Ia sendiri sebenarnya sudah mengajukan CSR kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk pengembang Kampung Kayutangan Heritage.

“Kami sendiri sebenarnya sudah mengajukan CSR untuk pengembangan ekonomi kreatif untuk di Kampung Kayutangan Heritage. Tujuannya untuk menjadikan Jalan Basuki Rahmat sebagai Malioboro-nya Kota Malang,” ungkapnya.

Ia menginginkan Bakso Malang menjadi daya tarik Kayutangan Heritage seperti halnya Gudeg di Malioboro.

“Di Kayutangan sendiri yang jadi kendala belum satu manajemen, menurut Pokdarwis Kayutangan, di sana banyak pintu masuk. Hal ini dikarenakan setiap kelompok berdiri sendiri-sendiri,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan barang mudah menjadikan Kampung Kayutangan menjadi kampung heritage dalam semalam.

“Artinya kesadaran masyarakat untuk membuat sistem manajemen modern masih belum ada. Tapi saya memahami itu masyarakat rejeki dan itu sensitif sekali,” bebernya.

Selain itu, permasalah kedua di Kayutangan adalah tempat parkir, karena lahan parkir sempit akan menyulitkan saat kedatangan bus besar.

“Jadi seandainya ada bis datang itu parkirnya pasti sekenanya.Tapi mungkin ini bisa diatasi dengan parkir di Alun-alun Kota Malang, selanjutnya wisatawan bisa jalan dari situ,” pungkasnya. (ads)

Related Posts

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik
Advertorial

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Sabtu, 15 Agu 2026
Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan
Advertorial

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan

Jumat, 14 Agu 2026
Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN
Advertorial

Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN

Jumat, 14 Agu 2026
Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir
Advertorial

Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

Jumat, 14 Agu 2026
Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional
Pendidikan

Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional di Tiga Negara

Jumat, 14 Agu 2026
Kuliah Lebih Cepat, Jadwal Pendaftaran Program RPL Unisma Tahun Akademik 2026/2027
Pendidikan

Kuliah Lebih Cepat, Jadwal Pendaftaran Program RPL Unisma Tahun Akademik 2026/2027

Kamis, 13 Agu 2026
Next Post
Ketua Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) Joinerri Kahar bersama Dr Aqua Dwipayana

Ketua Koperasi SMR Joi Kahar Borong dan Siap Sponsori Buku Dr Aqua Dwipayana

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.