Malang, Tugumalang.id – KONI Kota Malang mulai mematangkan persiapan menuju ajang Porprov Jatim 2027. Evaluasi pembinaan atlet bakal dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari penguatan program pembinaan prestasi yang lebih terukur dan terarah.
Tak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan atlet, KONI Kota Malang juga menyiapkan pola pembinaan baru agar seluruh proses persiapan menuju Porprov berjalan lebih efektif.
Ketua Umum KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko mengatakan, persiapan menuju Porprov 2027 sudah dimulai sejak tahun ini. Tahapan yang dilakukan meliputi Pra-Porprov, try out, try in, hingga evaluasi rutin setiap bulan.
Evaluasi Atlet dan Cabor Dilakukan Setiap Bulan
Menurut Djoni, evaluasi rutin dilakukan untuk memantau perkembangan masing-masing cabang olahraga (cabor), termasuk mengidentifikasi kekurangan atlet hingga kebutuhan pembinaan lanjutan.
“Setiap bulan nanti ada evaluasi terkait kesiapan menyambut Porprov 2027. Jadi perkembangan tiap cabor akan terus dipantau,” kata Djoni.
Ia menilai, pemantauan rutin menjadi langkah penting agar setiap cabor memiliki progres yang jelas selama masa persiapan.
Baca juga: KONI Kota Malang Mulai Puslatkot Menuju Porprov 2027, Semua Pelatih Wajib Berlisensi
KONI Kota Malang Bagi Binpres Menjadi Tiga Rumpun
Selain evaluasi rutin, KONI Kota Malang juga melakukan terobosan baru di bidang pembinaan prestasi (Binpres). Jika sebelumnya hanya berada dalam satu bidang, kini Binpres dibagi menjadi tiga rumpun agar pembinaan lebih fokus.
Ketiga rumpun tersebut meliputi olahraga permainan, olahraga terukur, dan olahraga beladiri.
“Tujuannya supaya lebih fokus. Pelatihannya fokus, analisanya juga fokus,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan sekaligus mempermudah pemetaan kebutuhan tiap cabang olahraga.
Baca juga: Tatap Porprov 2027, KONI Kota Malang Matangkan Strategi Pembinaan Atlet
Regenerasi Pelatih Jadi Fokus Menuju Porprov 2027
KONI Kota Malang juga terus mendorong peningkatan kualitas pelatih melalui penguatan lisensi di masing-masing cabor. Selain itu, program regenerasi pelatih mulai dijalankan dengan melibatkan pelatih muda agar memiliki jam terbang dan pengalaman lebih banyak.
“Jadi bukan hanya atletnya yang kami kembangkan, tapi pelatih juga harus meningkatkan kapasitas,” jelasnya.
Sementara itu, untuk target Porprov 2027, KONI Kota Malang memasang target ambisius dengan membidik 222 medali emas. Pada Porprov sebelumnya, Kota Malang sukses mengoleksi 139 medali emas.
Meski demikian, target realistis yang tetap dibidik adalah mempertahankan posisi runner-up di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Timur tersebut, mengingat kuatnya persaingan dengan kontingen Surabaya.
“Kalau target semangatnya 222 emas. Kami ingin menembus 200 medali emas di Porprov mendatang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















