Malang, Tugumalang.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai memanaskan mesin pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Melalui program pemusatan latihan kota (Puslatkot), seluruh cabang olahraga (Cabor) diminta bersiap sejak dini. Bahkan seluruh pelatih juga didorong punya lisensi.
Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto mengatakan bahwa pihaknya akan mengawali langkah dengan memanggil seluruh cabor pada awal pekan depan. Agenda utamanya adalah sosialisasi pembinaan tahun 2026 sekaligus persiapan pra-Puslatkot.
“Kami akan sosialisasi mempersiapkan atlet dan pelatih untuk pra-Puslatkot. Ini jadi tahap awal seleksi atlet yang nantinya akan turun di Porprov 2027,” kata Joko, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, proses latihan atlet sejauh ini sudah mulai berjalan di masing masing cabor. Namun, pihaknya menegaskan akan terus menggenjot kesiapan agar performa atlet lebih optimal saat memasuki masa seleksi resmi.
Baca juga: Tatap Porprov 2027, KONI Kota Malang Matangkan Strategi Pembinaan Atlet
Tak hanya fokus pada atlet, KONI juga memberi perhatian khusus pada kualitas pelatih. Salah satu syarat utama yang kini ditekankan adalah kepemilikan sertifikasi atau lisensi kepelatihan.
“Semua pelatih yang terlibat di pra-Puslatkot sampai Porprov wajib punya sertifikasi. Itu menjadi syarat utama,” tegasnya.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi Porprov 2025, masih ada pelatih yang memiliki kemampuan baik, tetapi belum mengantongi sertifikasi atau lisensi. Dampaknya, pelatih tersebut tidak bisa mendapatkan dukungan pembiayaan dari KONI secara penuh.
“Secara kemampuan bagus, tapi kalau belum tersertifikasi, konsekuensinya tidak bisa masuk dalam skema pembiayaan resmi. Ini yang ingin kami benahi ke depan,” jelasnya.
Untuk mendukung hal itu, KONI Kota Malang mendorong setiap cabor aktif meningkatkan kompetensi pelatih melalui pelatihan dan sertifikasi. Beberapa cabor bahkan sudah mulai bergerak, seperti bola basket dan futsal yang menggelar pelatihan lisensi pelatih dalam waktu dekat.
“Kami support dari sisi kebijakan dan anggaran. Tapi pengelolaannya kami serahkan ke masing masing cabor, apakah untuk pelatihan pelatih, kejuaraan, atau try in-try out,” katanya.
Baca juga: Targetkan 200 Emas, Kota Malang Bersiap Hadapi Porprov Jatim di Surabaya
Dengan persiapan yang lebih matang, KONI Kota Malang memasang target ambisius di Porprov 2027 yakni meraih 222 medali emas. Target ini dinilai realistis dengan catatan pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih berjalan konsisten sejak sekarang.
“Kami optimistis. Kalau semua berjalan sesuai rencana, baik atlet maupun pelatih siap, target itu bukan hal yang mustahil,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















