Jakarta, Tugumalang.id – Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital pada akhir 2026. Program ini mencakup pendataan ulang penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.
“Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, dalam konferensi pers 2 Tahun Kerja Nyata Perlindungan Sosial di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (23/10/2026).
Hingga kini, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital, baik secara mandiri maupun dengan pendampingan agen. Sementara itu, jumlah Agen Perlinsos yang bergabung mencapai 816.674 orang. Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu masyarakat melakukan registrasi.
Menurut Gus Ipul, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bansos. Registrasi ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan penggunaan biometrik atau pengenalan wajah.
“Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,” jelasnya.

Selain mendata ulang penerima yang sudah ada, sistem tersebut juga memberi kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial.
“Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,” katanya.
Ia menegaskan, pendaftaran bukan jaminan seseorang langsung memperoleh bansos. Penentuan kelayakan penerima dilakukan melalui sistem.
“Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” tegas Gus Ipul.
Baca juga: Hadapi Perubahan Demografi, Kemensos Dorong Pengembangan Ekonomi Perak bagi Lansia
Perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kemensos memiliki tanggung jawab memastikan data masyarakat yang dimasukkan ke dalam sistem sesuai kondisi sebenarnya.
“Yang benar, kita semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,” ajak Gus Ipul.
Masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos. Setelah mengikuti proses pengisian data dan verifikasi biometrik, agen dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran.
Saat mengecek rincian agen, Gus Ipul menyebut 176.755 orang berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang dari unsur pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping PKH. Sementara itu, agen dari unsur RT dan RW tercatat sebanyak 48.676 orang.
Ia berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus meningkat seiring bertambahnya agen dan meluasnya pendampingan kepada masyarakat. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa kegiatan agen bersifat sukarela dan tidak boleh disertai pungutan.
“Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan,” tegasnya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Minta Kemensos Tuntaskan Target Kinerja 2026
Pengembangan Perlinsos Digital berjalan seiring dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan, lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan datanya.
Partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran tersebut juga tercatat melalui 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.
“Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami,” ujarnya.
Melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas jangkauan pendataan untuk mencapai target registrasi pada akhir tahun. Gus Ipul mengajak masyarakat membantu keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.
“Kita mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat,” pesannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko






































