Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Jokowi Tiwikromo (#1)

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2023 12:00 pm
in Catatan
Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Alap Alap Semeru

Tugumalang.id – Ada banyak pendukung Jokowi yang masih denial, tentang penyebab Tiwikromo (transformasi) otoritarian Jokowi di penghujung kekuasaannya. Upaya untuk menjustifikasi perubahan ini bentuknya bermacam-macam.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Dari yang paling domestik (ibu suri yang tersinggung suaminya terus dipetugas-partaikan), atau alasan yang sangat luhur, yaitu dia terpaksa demi merangkul semua kekuatan politik dan mengendalikan Prabowo, sampai yang paling ‘mabok kecubung’, bahwa menca(wa)preskan Gibran itu ibarat Nabi Ibrahim yang harus meng’korban’kan putranya, demi mencapai cita-cita Indonesia Emas.

Mungkin bisa dimaklumi kalau argumen-argumen semacam itu datangnya dari pendukung Jokowi yang menjadi buzzer, timses dan jubir atau elit relawan 02. Mereka kebanyakan adalah orang-orang yang mendapat manfaat langsung, entah finansial atau jabatan. Tetapi kalau kita hanya netizen pendukung Jokowi biasa dan masih belum bisa melepaskan diri dari ilusi-ilusi seperti di atas, adalah hal yang sangat disayangkan.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Presiden Jokowi Akan Ekspor Produk-Produk PT Pindad

Tulisan ini adalah upaya sederhana dari mantan die hard Jokowi, dalam upaya untuk make sense dan memahami genealogy fenomena ini. Saya akan membahas tentang gaya kepemimpinannya, apa yang melandasi dan bagaimana transformasi itu terjadi.

Di akhir, saya akan mencoba menunjukkan bagaimana ujung drama politik Jokowi ini. Nah, mudah-mudahan dengan membaca tulisan ini, sebagaimana pengalaman saya ketika menuliskannya, sedikit banyak membantu teman-teman yang masih terjangkit sihir Jokowi. Atau setidaknya meringankan gejalanya lah.

Peringatan Opung Panda

Jadi, apa alasan perubahan sikap politik Jokowi itu? Sebagian besar analisa tentang hal ini di dasarkan pada dampak dari ‘nikmatnya’ kekuasaan. Ini mengingatkan pada adagium klasik dari Lord Acton, yaitu Power tend to corrupt, and absolute power corrupt absolutely. Pameo Jawa mengingatkan hal senada, “melik/kuoso nggendong lali” (kekuasaan itu melenakan)

Politisi senior PDIP, Panda Nababan, di beberapa kesempatan, cerita kalau sebelum Jokowi dilantik jadi presiden, dia mewanti-wanti ke Jokowi soal 3 hal: dendam kemiskinan, dendam kekuasaan dan terkejut badan. Dan menurutnya, Jokowi gagal lolos dari ketiga ‘ujian’ itu.

Baca Juga: Di Malang, Presiden Jokowi Minta Perbanyak Pasar Rakyat Cegah Dampak El Nino

Saya cenderung setuju dengan pendapat Opung Panda ini. Tapi beda persepsi soal kapannya. Opung mengingatkan itu perlu diwaspadai, ketika seseorang baru mulai berkuasa. Di awal saya anggap Jokowi berhasil menghindari ancaman-ancaman tersebut. Gagalnya justru di akhir, saat menjelang seharusnya dia melepaskan kekuasaannya.

Entahlah, kok bisa Opung Panda lupa bahwa godaan di akhir masa jabatan sering kali bahkan lebih besar dari pada di awal seseorang berkuasa. Post power syndrome. Dugaan saya sih itu gara-gara latar profesi Opung, yaitu jurnalis yang enggak ada pensiunnya. Makanya, sampai sekarang, sama halnya dengan Mas Goen (Goenawan Muhammad), mereka masih disebut wartawan senior.

Berbeda dengan karier politik, khususnya ke-Presiden-an. Sebagai bangsa, kita sepakat masa jabatan presiden hanya 5 tahun dan hanya bisa diperpanjang 2 kali. Untuk Bangsa Indonesia sampai di aturan main itu prosesnya tidak mudah, perlu perjuangan yang berdarah2. Para kader PDI di 1996, aktivis di periode sesudahnya dan mahasiswa di 1998 bahkan harus kehilangan nyawa. Juga banyak nyawa yang harus melayang ekses kerusuhan Mei.

Karena itu, bagi Megawati (Ketum PDIP), soal batasan masa jabatan ini seolah menjadi dinding api, firewall, yang seharusnya tidak lagi boleh diutak-atik. Karena itu dia sangat tegas menolak wacana 3 periode masa jabatan Presiden. Sebab dengan mengubah lagi konstitusi soal masa jabatan ini, sama halnya menghapus apa yang dicapai selama reformasi dan mengkhianati para korban yang dulu memperjuangkannya.

Kembalinya Neo-Orba

Orde Baru mengajarkan kita sebagai bangsa bahwa tidak bisa kepresidenan dibiarkan berlangsung tanpa batas. Tiadanya mekanisme damai untuk proses transisi demokratis kekuasaan presiden menyeret bangsa Ini dalam dua kali tragedi yang menelan korban anak bangsanya sendiri. Tragedi September 1965 dan ikutannya dan Tragedi Trisakti dan kerusuhan Mei 1998.

Gerakan reformasi, yang dipicu oleh Kudatuli, menggelinding laksana bola salju dan berujung pada gerakan reformasi. Gerakan yang menuntut penggantian rezim dan menggulirkan semangat anti KKN inilah yang, ironisnya, sekarang seperti dilupakan Jokowi. 19 tahun rekam jejak karier politik yang moncer buah reformasi dalam sekejap lenyap tanpa sisa.

Padahal, jendela overtone reformasi inilah yang telah membuka jalan bagi orang seperti dirinya, dari yang awalnya pengusaha mebel biasa dari Solo, hanya dalam waktu 10 tahun,  menduduki kursi tertinggi karier politik di Indonesia. Tidak hanya lupa, Jokowi telah menarik lagi APH (Aparat Penegak Hukum) ke ranah politik, seolah mengembalikan peran dwi-fungsi ABRI yang telah susah payah dihapus oleh para aktivis reformasi.

Praktik KKN kembali menjadi kosakata politik Indonesia di saat kita tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan proses transisi demokrasi. Jokowi nyaris tanpa perlawanan berhasil melemahkan KPK sebagai garda depan upaya pemberantasan Korupsi, memamerkan Kolusi dengan menjadikan adik iparnya sebagai ketua MK dan tanpa tedeng aling-aling mempraktikkan nepotisme dengan mencapreskan putra sulungnya dan menjadikan putra bungsunya ketua umum partai.

Bahkan Soeharto di puncak kekuasaannya tidak pernah melakukan KKN dengan sedemikian telanjang. Maka tidak heran jika Megawati, sosok yang memfasilitasi karier politik Jokowi dari tangga terbawah, terlihat begitu kecewa dan mengingatkan akan kembalinya praktik-praktik neo-Orba. Banyak yang menganggap karena Megawati merasa dikhianati Jokowi.

Tapi saya memahaminya berbeda. Kekecewaan Megawati bagi saya bukan karena Jokowi menghianati dirinya, tapi karena Jokowi telah mengkhianati semangat reformasi itu sendiri. Hilang sudah role model generasi mendatang tentang bagaimana reformasi telah membuka kesempatan yang setara bagi semua anak bangsa untuk menjadi presiden Indonesia, meskipun bukan anak siapa-siapa.

Yang ada sekarang adalah contoh ala zaman Orde Baru, di mana saat itu contohnya adalah Prabowo yang menjadi Pangkostrad gara-gara jadi anak mantu Soeharto. Dan, pasangannya adalah politisi karbitan yang jadi cawapres gara-gara memiliki paman seorang ketua MK dan memiliki ayah seorang Presiden Jokowi. Tempo melabeli pasangan ini dengan mathuk. Produk gagal reformasi berpasangan dengan anak haram konstitusi.

Double irony lagi ketika anak-anaknya ternyata tampaknya tidak ditanamkan sejarah Orba dan nilai-nilai luhur reformasi ini. Buktinya, si sulung cengar-cengir aja jadi model ‘nepo baby’ dengan jadi cawapres give away. Adiknya lebih parah. Si ketum instan ala next day delivery itu dengan culunnya bilang, “ORBA? plis dweh, helowww…Gw gen Z gitu lho. Quesyen lo itu so 90s, tau gak. What a stupid boomers question…?”. Sorry, setidaknya ya begitu impresi di kuping saya.

 

Editor: Herlianto. A

Tags: jokowiOrbaPresiden

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
APK caleg PKS yang dilaporkan karena menutupi APK caleg Nasdem.

APK Caleg Nasdem Ditutupi, PKS Kota Malang Salahkan Pemasang Bener

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.