Tugumalang.id – Penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak paling vital menjadi perhatian dunia seiring ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Namun selain Selat Hormuz, ada Selat Malaka yang ternyata memiliki catatan sebagai jalur perdagangan minyak tersibuk di dunia.
Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat-Israel telah memicu kepanikan berbagai negara. Mengingat, Iran memiliki Selat Hormuz yang kerap dijadikan senjata senyap pergerakan harga minyak dunia.
Di awal Maret 2025, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respon atas serangan militer Amerika Serikat-Israel. Kondisi ini langsung memicu kenaikan harga minyak dalam waktu singkat.
Baca Juga: 10 Pantai di Malang yang Cocok Dijadikan Destinasi Libur Lebaran Bersama Keluarga
Negara negara dunia mulai berhitung dan menata strategi untuk memastikan pasokan energi nasional masing masing. Jalur jalur pelayaran diperkirakan mulai menjadi perhatian.
1. Selat Malaka
Selat Malaka yang terletak diantara Singapura, Malaysia dan Indonesia itu adalah jalur transit minyak tersibuk di dunia yang mengangkut 23,2 juta barel per hari atau setara 29,1 persen perdagangan minyak maritim global. Jalur ini menghubungkan Asia Timur dan Timur Tengah, termasuk negara negara industri seperti China, Jepang dan Korea Selatan.
2. Selat Hormuz
Selat Hormuz yang terletak di perairan Iran dan Oman itu menjadi salur distribusi minyak mencapai 20,9 juta barel per hari atau setara 26,2 persen diatribusi minyak dunia. Jalur ini dikenal sensitif terhadap ketenagan geopolitik di wilayan Timur Tengah yang dapat memicu harga minyak dunia.
3. Tanjung Harapan (Cape of Good Hope)
Tanjung Harapan menjadi jalur alternatif penting dengan kapasitas 9,1 juta barel per hari atau setara 11,4 persen distribusi minyak dunia. Rute ini biasanya digunakan saat terjadi gangguan di Terusan Suez, meski jaraknya lebih panjang karena harus memutar Benua Afrika.
Baca Juga: 5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella
4. Selat Denmark atau Selat Greenland
Selat Denmark menyalurkan sekitar 4,9 juta barel per hari atau 6,1 persen dari perdagangan minyak global. Jalur ini menghubungkan Samudra Atlantik dengan kawasan Arktik dan memiliki peran penting dalam distribusi energi dari wilayah utara.
5. Terusan Suez
Terusan Suez bersama pipa SUMED menyalurkan sekitar 4,9 juta barel per hari atau 6,1 persen minyak dunia. Kombinasi jalur laut dan pipa ini menjadi penghubung vital antara Timur Tengah dan Eropa tanpa harus memutar Afrika.
6. Bab el-Mandeb
Selat Bab el-Mandeb dilalui sekitar 4,2 juta barel per hari atau 5,3 persen perdagangan global. Letaknya yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden membuatnya sangat strategis, namun juga rawan konflik dan gangguan keamanan.
7. Selat Turki (Dardanelles)
Selat Dardanelles di Turki ini mencatat distribusi sekitar 3,7 juta barel per hari atau 4,6 persen minyak global. Jalur ini menjadi pintu keluar utama minyak dari kawasan Laut Hitam menuju pasar global.
8. Terusan Panama
Terusan Panama mengalirkan sekitar 2,3 juta barel per hari atau 2,9 persen perdagangan minyak dunia. Meski volumenya lebih kecil, jalur ini penting untuk mempercepat distribusi energi antara kawasan Atlantik dan Pasifik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























