MALANG, Tugumalang.id – ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) periode 2025-2029, Dr. Isroqunnajah, M.Ag menghadirkan terobosan baru.
Pria yang kerap disapa Gus Is itu menunjukkan semangat inovatif dalam mengembangkan program penelitian dan pengabdian masyarakat, yang menjadi salah satu pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
LP2M UIN Malang sebagai lembaga yang membina kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat terus berupaya memberikan kontribusi nyata. Melalui berbagai terobosan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga berdampak sosial luas.
LP2M UIN Malang menyiapkan sebuah inovasi bernama mitra surplus, sebuah program strategis untuk membantu menyelesaikan permasalahan di daerah.
“Kita inisiasi apa yang dibutuhkan oleh pemerintah kabupaten atau kota, seperti membuat Perda (Peraturan Daerah) atau Perbup (Peraturan Bupati) tentang wakaf, itu yang kita dampingi. Kita lakukan untuk mitra surplus, jadi kita tawarkan punya resource yang banyak, dosen kita sekian punya keahlian apa saja, dan kira-kira mana yang bisa mereka tangkap,” ungkap Gus Is kepada Tugumalang.id, belum lama ini.
Lebih lanjut, Gus Is menambahkan bahwa LP2M UIN Malang sangat terbuka dengan masukan dan kebutuhan pemerintah daerah. Ia mengambil contoh ada beberapa pemerintah daerah yang bertumpu pada sektor wisata menginginkan adanya pengembangan wisata melalui mitra kolaborasi pengabdian masyarakat dengan UIN Malang.
Baca juga: Gelar Pembekalan KKM, LP2M UIN Malang Fokus pada Lima Masalah Penting di Masyarakat
“Kita tawarkan apa yang bisa kita support, seperti ada pemerintah daerah yang menginginkan ada wisata healing. Sehingga orang berwisata itu rasanya seperti pulang ke rumah dan enggak hanya dapat capeknya saja,” ujarnya.
Peran Mahasiswa dalam Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kebutuhan Daerah
Tidak hanya menghadirkan inovasi baru, LP2M UIN Malang juga mendorong peran aktif mahasiswa. Harapannya mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan semata di bangku kuliah, tetapi juga mengaplikasikan langsung ilmu yang mereka peroleh di masyarakat sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dari permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Gus Is menjelaskan nantinya mahasiswa yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat akan turun ke daerah masing-masing. Sehingga program pengabdian yang dirancang akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Mahasiswa tentu paham daerahnya, kira-kira apa yang akan dia lakukan atas nama kampus. Kemudian kira-kira backup apa yang akan kita berikan, seperti pelatihan sehingga mereka bisa pengabdian di rumah sendiri,” ujar Gus Is.
“Mereka tidak hanya punya pengalaman, tetapi ilmu yang didapat dapat disampaikan ke masyarakat. Sehingga ada koneksi riil, karena tidak semua daerah sama dengan daerah lain. Mereka memiliki karakter yang berbeda sehingga manfaatnya nanti tidak subyektif,” imbuhnya.
Rencana Pengembangan Museum Riset
Selain mitra surplus, Gus Is mengatakan LP2M UIN Malang berencana mengembangkan museum riset.
Nantinya museum tersebut tidak hanya menampilkan hasil riset atau pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh civitas akademika UIN Malang, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat untuk melihat dan merasakan langsung hasil penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Kita punya keinginan memiliki museum riset, jadi museum ini tidak hanya publikasi hasil penelitian atau pengabdian semata-mata yang bisa dilihat dan dibaca. Jadi di situ akan kita rekonstruksi, dalam museum itu nanti penemuan dosen akan kita sosialisasikan dan cerita kegelisahan masyarakat seperti apa, bagaimana proses sampai hasilnya,” terangnya.
Gus Is mencontohkan hasil penelitian salah satu dosen UIN Malang yang mengembangkan daun kelor menjadi sebuah produk kesehatan dalam bentuk kapsul.
Nantinya pengunjung museum tidak hanya mendapatkan informasi tentang penelitian tetapi dapat merasakan langsung dari produk yang dikembangkan tersebut.
Caption Foto: Ketua LP2M UIN Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag sampaikan inovasi mitra surplus dan program pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan daerah. Foto: Istimewa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























