Malang, Tugumalang.id – ILeague sebagai operator resmi BRI Super League menggelar seminar inspiratif bertajuk “Sepak Bola sebagai Industri dan Peluang Profesi Baru” di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (10/10/2025).
Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa tentang besarnya peluang karier di dunia industri sepak bola, yang kini berkembang pesat di Indonesia maupun global.
Manager Corporate Share Value (CSV) ILeague, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa sepak bola telah berkembang menjadi industri bernilai ekonomi tinggi yang melibatkan beragam sektor profesional.
“Sepak bola bukan lagi sekadar olahraga atau soal pemain terkenal. Kini, ini adalah industri global yang membuka banyak peluang karier di berbagai bidang, baik di tingkat lokal maupun internasional,” ujarnya.
Buka Peluang Karier di Berbagai Bidang
Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga mengikuti kelas pelatihan praktis seperti Medical Officer, Media Officer, Marketing Officer, hingga Local Organizing Committee (LOC).
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai jalur karier di industri sepak bola, mulai dari bidang kedokteran olahraga, bisnis, komunikasi, hingga manajemen acara.
“Mahasiswa ekonomi bisa terjun ke bidang marketing, mahasiswa komunikasi bisa menjadi media officer, dan dari fakultas kedokteran dapat berperan dalam tim medis sepak bola,” jelas Hanif.
Baca juga: Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Pembelajaran Augmented Reality, Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Jadi Lebih Nyata
Industri Bernilai Triliunan Rupiah
Hanif menambahkan, berdasarkan survei ILeague tahun lalu, industri sepak bola Indonesia menghasilkan perputaran uang hingga triliunan rupiah serta menciptakan ribuan lapangan pekerjaan baru.
“Ini bukan sekadar permainan di lapangan. Industri sepak bola mencakup manajemen klub, media, pemasaran, hingga penyelenggaraan pertandingan,” imbuhnya.
UMKM Jadi Bagian dari Ekosistem Sepak Bola
Selain peluang profesional, Hanif menyoroti keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai ekonomi industri sepak bola.
UMKM dinilai berperan penting dalam penyediaan perlengkapan olahraga, merchandise, hingga konsumsi selama pertandingan. Hal ini membuktikan bahwa sepak bola mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Baca juga: Mahasiswa UM Ciptakan Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional dalam Problem-Based Learning
Roadshow Kampus ILeague
Kegiatan di UM merupakan bagian dari roadshow edukatif ILeague yang digelar di 16 kampus di seluruh Indonesia.
Beberapa kampus yang turut dikunjungi antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, hingga Universitas Pasundan di Bali.
“Kami ingin mahasiswa di berbagai daerah memahami potensi besar industri sepak bola Indonesia. Mereka bisa menjadi bagian dari masa depan sepak bola nasional,” pungkas Hanif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















