Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Hari Prematur Sedunia: Ketahui Penyebab dan Tingkatkan Kesadaran Mengenai Bayi Lahir Terlalu Dini

Redaksi by Redaksi
November 18, 2022 11:15 am
in Uncategorized
bayi prematur

(Foto) Ilustrasi bayi prematur. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sejak tahun 2011, hari prematur sedunia atau World Prematurity Day (WPD) selalu diperingati tiap 17 November sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bayi lahir terlalu dini atau prematur serta mencegah permasalahan ini berlanjut bagi bayi di masa depan.

Dilansir dari Unicef, bayi premature biasanya lahir sebelum kehamilan belum mencapai 37 minggu. Bayi prematur rentan terhadap penyakit serius hingga kematian selama periode neonatal (empat minggu pertama kehidupan) karena gangguan pernapasan, kesulitan makan, pengaturan suhu tubuh yang buruk, dan risiko infeksi yang tinggi.

READ ALSO

UIN Malang Naik ke Peringkat 525 Dunia di UI GreenMetric 2026

5 Kuliner Khas Jepang Selain Sushi dan Ramen yang Wajib Dicoba

Secara keseluruhan di dunia, ada 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun dan lebih dari 1 juta anak di bawah 5 tahun meninggal akibat komplikasi penyakit akibat prematuritas. Jikalau si bayi selamat, mereka akan mengalami disabilitas pengelihatan maupun pendengaran seumur hidup.

Penyebab

Menurut WHO, penyebab kelahiran prematur bisa terjadi karena banyak faktor. Kebanyakan kelahiran prematur terjadi secara spontan, namun beberapa disebabkan oleh alasan medis seperti infeksi dan komplikasi kehamilan yang memerlukan persalinan dini atau secara caesar.

Penyebab lain yaitu datang dari sang Ibu mulai dari kehamilan ganda, infeksi, hingga penyakit kronis yang dialami ibu hamil seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Umumnya, ketidaksetaraan dalam tingkat pendapatan juga menjadi faktor penyebab kelahiran prematur. Di negara berpenghasilan rendah (Afrika dan Asia bagian selatan), setengah dari bayi yang lahir di bawah atau di minggu ke-32 (7 bulan) meninggal karena kurangnya perawatan yang layak dan biaya.

Sehingga bayi kurang kehangatan, dukungan menyusui, dan perawatan dasar untuk infeksi dan kesulitan bernapas. Sedangkan di negara berpenghasilan menengah, bayi-bayi akan selamat, namun berakhir cacat karena kurangnya penggunaan teknologi yang optimal. Kemudian bagi negara dengan penghasilan tinggi, hampir semua bayi-bayi akan bertahan hidup.

Pencegahan

Untuk mencegah kematian dan komplikasi kelahiran prematur harus dimulai dari sang ibu dengan menerapkan pola hidup sehat. Melakukan diet sehat, mendapatkan nutrisi optimal, rutin mengukur janin menggunakan ultrasonografi dini untu menentukan usia kehamilan dan mendeteksi kehamilan ganda, dan mengecek ke dokter kandungan minimal 8 kali sebelum minggu ke-12 untuk mengetahui dan meminimalisir risiko infeksi.

Jika seorang ibu telah melahirkan prematur atau berisiko melahirkan prematur, harus diketahui apakah di tempat bersalin tersebut terdapat perawatan memadai untuk gangguan neurologis serta kesulitan bernapas dan infeksi, serta steroid antenatal dan perawatan tokolitik untuk menunda persalinan. Lebih lanjut, jika bayi telah lahir prematur, segera setelah lahir perawatan bagi bayi bisa berupa inisiasi menyusui dini, penggunaan Continous Positive Airway Pressure (CPAP) atau ventilator pembantu pernapasan, dan obat-obatan agar mencegah kematian pada bayi prematur.

Terlepas dari itu, prematur bukanlah hal yang salah ataupun tabu. Bagaimanapun anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Namun, mencegah hal tersebut terjadi sangat penting diketahui. Sebab, melihat bayi sengsara karena komplikasi atau kehilangan mereka pasti akan sangat menyakitkan bagi para orang tua.

Penulis: Nurukhfi Mega Hapsari
editor: jatmiko

Tags: Bayi prematurhari prematur seduniaibu hamilWHO

Related Posts

UIN Malang Naik ke Peringkat 525 Dunia di UI GreenMetric 2026
Uncategorized

UIN Malang Naik ke Peringkat 525 Dunia di UI GreenMetric 2026

Sabtu, 3 Okt 2026
5 Kuliner Khas Jepang Selain Sushi dan Ramen yang Wajib Dicoba
Uncategorized

5 Kuliner Khas Jepang Selain Sushi dan Ramen yang Wajib Dicoba

Sabtu, 19 Sep 2026
PLN UP3 Malang dan Pemkot Malang percepat ekosistem kendaraan listrik. Foto/dok
Uncategorized

Kinerja PLN Terus Diperkuat Melalui Sinergi PLN UP3 Malang dan Pemerintah Kota Malang untuk Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik Guna Penambahan PAD Untuk Kemajuan Masyarakat

Rabu, 15 Jul 2026
Suasana layanan deposito tabungan emas di Kantor Pegadaian UPC Batu. Foto: Azmy
News

Sering Dikira Cuma Bisa Disimpan, Warga Batu Mulai Lirik Benefit Deposito Tabungan Emas

Kamis, 18 Jun 2026
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Foto: Prokopim KWB
Pemerintahan

Jurus Pemkot Batu Optimalkan PAD Lewat Rombak Aturan Aset Daerah hingga Tertibkan Bisnis Tanpa Izin

Selasa, 9 Jun 2026
introvert - Introvert Bukan Ansos: Memahami Stigma dan Kelebihan yang Sering Disalahpahami
Tugu Sehat

Introvert Bukan Ansos: Memahami Stigma dan Kelebihan yang Sering Disalahpahami

Minggu, 12 Apr 2026
Next Post
Sadio Mane

Senegal Dipastikan Tanpa Sadio Mane di Pertandingan Perdana Piala Dunia 2022 Qatar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.