Tugumalang.id – Di tengah tren penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir, minat masyarakat Kota Malang untuk berinvestasi logam mulia ternyata justru semakin meningkat. Pegadaian Cabang Malang mencatat jumlah nasabah tumbuh sekitar 20 persen sejak Januari hingga awal Juni 2026 ini.
Manager Bisnis Pegadaian Cabang Malang, Jarwadi mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas di wilayah Malang masih terbilang stabil saat harga emas terkoreksi turun dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Pegadaian Kanwil XII Surabaya Tanam 240 Pohon di Malang
Ia menilai, penurunan harga emas memang merupakan momen langka. Sebab dalam momen ini, adalah saat terbaik untuk membeli emas sebelum kembali mengalami kenaikan.

Situasi tersebut terpantau dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Kota Malang. Bahkan secara keseluruhan sejak awal tahun 2026, jumlah nasabah produk emas menunjukkan tren kenaikan sekitar 20 persen. Kini total nasabah Pegadaian Malang tercatat sekitar 40 ribu orang.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan nasabah produk emas naik sekitar 20 persen sejak awal tahun. Jadi sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan penurunan harga saat ini,” kata Jarwadi, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Strategi Green Office: Mewujudkan Kantor Ramah Lingkungan di Pegadaian
Menurutnya, penurunan harga emas justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk membeli lebih banyak. Sebab, berdasarkan pengalaman dan sejarah pergerakan harga emas selama bertahun tahun, logam mulia selalu mampu kembali mencapai level level tertinggi setelah mengalami koreksi.
“Sejak saya di Pegadaian dari tahun 2000-an, emas selalu kembali menyentuh harga tertinggi lagi. Jadi ketika harga turun, itu kesempatan baik untuk berinvestasi emas,” ujarnya.
Selain memiliki potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang, emas juga dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif tahan terhadap inflasi. Dikatakan, emas mampu menjaga nilai kekayaan masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi.
Saat ini harga emas batangan yang dipasarkan Pegadaian berada di kisaran Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta per gram. Di pasar Malang, transaksi emas masih berjalan cukup baik dengan rata rata penjualan harian mencapai sekitar 100 gram.
“Bahkan bulan lalu terdapat transaksi pembelian emas hingga 1 kilogram di Pegadaian Malang,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi koreksi harga emas belakangan ini adalah perkembangan situasi geopolitik global, termasuk gejolak yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, masyarakat diminta tidak terburu buru mengambil kesimpulan negatif terhadap investasi emas.
“Kalau harga turun, jangan langsung berpikir nilainya hilang. Justru itu kesempatan membeli dengan harga yang lebih rendah,” tegasnya.
Pegadaian sendiri menawarkan berbagai produk investasi emas. Mulai dari Tabungan Emas yang bisa dimulai hanya dengan Rp 10 ribu, hingga produk cicilan emas mulia dengan tenor mulai enam bulan hingga lima tahun.
Untuk emas batangan, Pegadaian menyediakan berbagai pilihan merek seperti Galeri 24, Lotus Archi, UBS, hingga Antam. Dari sejumlah produk tersebut, Galeri 24 masih menjadi pilihan favorit nasabah karena dinilai memiliki harga kompetitif dan nilai buyback yang tinggi.
“Beli emas tidak harus menunggu punya uang banyak. Dengan Rp 10 ribu melalui aplikasi Tring by Pegadaian, masyarakat sudah bisa mulai memiliki saldo emas. Yang penting konsisten,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















