Malang, Tugumalang.id – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) kembali melahirkan dokter-dokter muslim baru melalui Baiat Dokter ke-43 yang digelar pada Sabtu (18/10/2025). Dalam kesempatan ini, sebanyak 7 dokter muslim resmi dibaiat setelah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).
Dengan tambahan lulusan tersebut, FK Unisma kini telah melahirkan total 70 dokter muslim baru sepanjang tahun 2025, dan 859 dokter muslim sejak fakultas ini berdiri.

Angka Kelulusan Tetap Unggul di Atas Standar Nasional
Dekan FK Unisma, dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa tingkat kelulusan FK Unisma secara keseluruhan mencapai 94 persen, masih di atas standar nasional sebesar 90 persen.
“Untuk periode ke-43 ini, tingkat kelulusan berada di angka 85,7 persen, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 96 persen. Namun penurunan ini bukan karena kualitas, melainkan karena jumlah peserta uji kompetensi kali ini hanya 8 orang,” jelas Rahma.
Baca juga: Baiat Dokter Muslim FK Unisma ke-42, Lepas Lulusan Terakhir Program Beasiswa dari Kayong Utara
Ia menegaskan, secara keseluruhan kualitas lulusan FK Unisma tetap terjaga. “Sepanjang tahun ini saja, kami sudah membaiat sekitar 70 dokter baru dengan tingkat kelulusan 94 persen. Itu bukti konsistensi mutu kami di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Pendidikan Ketat dan Berbasis Integritas
Rahma menekankan bahwa FK Unisma terus menjaga standar tinggi pendidikan dengan menanamkan nilai integritas, profesionalitas, dan pengabdian dalam setiap tahap pembelajaran.
“FK Unisma dikenal ketat bukan tanpa alasan. Kami ingin melahirkan dokter yang menjunjung tinggi marwah profesi, memegang teguh kode etik, dan menjalankan baiat dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Lulusan Terbaik dan Kader PDNU
Pada periode ini, lulusan terbaik diraih oleh dr. Isna, yang juga dikenal sebagai qori’ FK Unisma serta aktif di Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU).
“dr. Isna ini luar biasa. Selain menjadi lulusan terbaik, ia juga seorang qori’ yang sering diundang PDNU untuk melantunkan ayat suci. Harapannya, para lulusan FK Unisma dapat menjadi kader PDNU dan berkontribusi luas bagi masyarakat,” tutur Rahma.
Beasiswa Kemenag dan Kerja Sama Daerah
Saat ini, FK Unisma juga mendidik 12 mahasiswa penerima beasiswa dari Kementerian Agama (Kemenag) yang berasal dari berbagai daerah dan pesantren di Indonesia. Mereka merupakan hasil seleksi ketat program Beasiswa DTP angkatan 2021.
Selain itu, FK Unisma aktif memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah untuk pengiriman calon mahasiswa kedokteran. Setelah sebelumnya bermitra dengan Kabupaten Kayong Utara, kini fakultas tengah menjajaki kerja sama baru dengan Kabupaten Paser.
“Kami terbuka bagi pemda lain untuk menjalin kerja sama. Skema pembiayaan bisa dibahas bersama universitas. Prinsipnya, kami berkomitmen mendidik mahasiswa dengan standar tinggi agar lahir dokter yang berkompeten dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Baca juga: FK Unisma Buka Gelombang 3 Tahap 2 Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2025/2026

Menjaga Marwah dan Etika Profesi
Menurut Rahma, lulusan FK Unisma dibekali prinsip Islam, nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), dan etika kedokteran. Semua ini menjadi pondasi dalam membentuk karakter dokter muslim yang profesional dan berintegritas.
“Ini merupakan bentuk dedikasi kami dalam mencetak dokter muslim yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak mulia dan siap mengabdi untuk umat,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Rahma berpesan kepada para lulusan agar selalu menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater.
“Ingat, pendidikan terbaik adalah tantangan yang berhasil kita taklukkan. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya menutup acara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















