Tugumalang.id – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mengapresiasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam Drama Musikal Sirena, Air Mata dari Lautan.
Menurut Fatma, keikutsertaan penyandang disabilitas dalam pertunjukan seni merupakan bentuk nyata terciptanya ruang inklusif bagi mereka untuk berkarya sekaligus menunjukkan kemampuan.
Apresiasi tersebut disampaikan Fatma saat menghadiri konferensi pers Drama Musikal Sirena, Air Mata dari Lautan di Roti Romi Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Gus Ipul Sanksi 1.900 ASN Kemensos Terindikasi Judi Online
“Saya sangat mengapresiasi, bangga, dan terharu ketika mendengar ada 7-10 anak disabilitas yang juga mendapatkan kesempatan dan bisa terlibat di dalamnya. Seperti tadi yang memainkan musik saxofon dan para penyanyinya adalah anak-anak disabilitas tunanetra,” ujar Fatma.

Ia menilai kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam kegiatan seni dan pertunjukan perlu terus diperluas. Menurutnya, ruang berkarya yang inklusif dapat menjadi sarana bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi sekaligus mengekspresikan kreativitas.
Fatma berharap keterlibatan penyandang disabilitas dalam Drama Musikal Sirena dapat menginspirasi berbagai pihak untuk membuka lebih banyak kesempatan serupa.
Dengan demikian, penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat, tetapi juga diberi ruang untuk berperan, berkarya, dan menunjukkan kemampuan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kemensos Lakukan Pembaruan Data Demi Akurasi Bansos
Sebagai bentuk apresiasi, Fatma juga berencana mengajak anak-anak Sekolah Rakyat, penyandang disabilitas, serta anak yatim untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia juga akan mengajak para istri menteri Kabinet Merah Putih untuk turut mendukung Drama Musikal “Sirena, Air Mata dari Lautan”. “Saya sendiri akan mendatangkan anak Sekolah Rakyat, difabel dan anak yatim,” katanya.

Fatma berharap dukungan berbagai pihak dapat turut menyukseskan pertunjukan “Sirena” yang akan digelar di Balai Sarbini, Jakarta pada 9–10 Oktober 2026. Balai Sarbini diketahui memiliki kapasitas sekitar 1.300 penonton.
Drama Musikal “Sirena, Air Mata dari Lautan” dirancang sebagai pertunjukan teater berskala besar yang memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, serta imajinasi dunia bawah laut dan daratan dalam satu panggung.
Pertunjukan tersebut mengangkat kearifan lokal Indonesia dan menghadirkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pemusik. Pelibatan tersebut menjadi salah satu pesan penting bahwa dunia seni dapat menjadi ruang bersama bagi setiap orang untuk berpartisipasi dan berkarya.
Sutradara Drama Musikal “Sirena” Djaelani M. mengatakan pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa nilai tentang kehidupan, keluarga, penerimaan, serta hubungan manusia dengan sesama dan alam.
“Melalui Sirena, kami ingin mengajak anak dan keluarga memasuki dunia yang ajaib, tetapi tetap membawa nilai yang sangat dekat dengan kehidupan: tentang hubungan cinta dan keluarga, keberanian, penerimaan, dan bagaimana kita memperlakukan sesama serta alam,” kata Djaelani.
Pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi seni sekaligus memperkuat pesan inklusivitas melalui keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Mika Louda Moses Direktur Shineera Entertainment, Loli, Iko Suhendar, dan para pemain yang terlibat dalam drama musikal “Sirena, Air Mata dari Lautan” Rara Sudirman, Widi Mulia dan Agus Wisman.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A


















