MALANG, Tugumalang.id – Sederet fakta menarik tercipta di laga Arema FC vs Persita Tangerang dalam laga tunda ke-8 BRI Super League 2025/2026 pada hari Selasa (30/12/2025).
Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang dan mendapatkan dukungan dari Aremania dan Aremanita, tim berjuluk Singo Edan itu justru tumbang 0-1 dari tim tamu.
Tragisnya kekalahan Arema FC terjadi karena blunder pemain yang berhasil dimanfaat stiker Persita, Aleksa Andrejic mencetak gol di menit ke-90+1.
Baca Juga: Arema FC Lepas Brandon Scheunemann, Menit Bermain jadi Alasan
Kekalahan ini membuat Arema belum beranjak dari posisi ke-11 di klasemen dengan koleksi 18 poin dan gagal mengakhiri catatan minor tak pernah menang di kandang dalam lima laga terakhir.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menyayangkan hasil buruk yang didapatkan timnya, padahal secara permainan Arema FC tampil lebih dominan ketimbang Persita Tangerang. Mereka menciptakan 19 peluang, namun hanya lima yang tepat sasaran dan tak ada satupun yang berbuah gol.
“Kita membuat banyak peluang, tapi tidak terjadi gol, padahal pemain telah kerja keras. Tapi pemain harus lebih siap memaksimalkan peluang. Kalau kalah kita tidak bisa ke tas (klasemen), kedepannya kita harus lebih siap,” ujar pelatih asal Brasil ini.
Baca Juga: Fakta Menarik Jersey Ketiga Arema FC Musim 2025/2026: Warna Baru Singo Edan yang Futuristik!
Berikut ini beberapa fakta menarik Arema FC vs Persita Tangerang di laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 yang menarik untuk disimak:
Fakta Menarik Arema FC vs Persita Tangerang
1. Gagal Akhiri Catatan Minor di Laga Home
Kekalahan 0-1 dari Persita membuat Arema FC gagal mengakhiri catatan kurang memuaskan di laga home. Mereka telah melewati enam laga di Stadion Kanjuruhan tanpa kemenangan, Arema FC hanya mampu meraih sekali imbang, dan lima laga berakhir kekalahan.
Terakhir kali, Arema FC meraih kemenangan di kandang saat menjamu Bhayangkara FC pada 22 Agustus 2025 lalu.
2. Blunder Muhammad Rafli Berujung Petaka
Kekalahan mengejutkan Arema FC dari Persita Tangerang tak lepas dari kesalahan individu yang dilakukan pemain Arema FC, Muhammad Rafli.
Bermaksud mengontrol bola, justru berbuah petaka setelah bola direbut pemain Persita, Dejan Racic yang berhasil memberikan umpan ke Aleksa Andrejic untuk menceploskan bola ke gawang Arema.
3. Persita Bermain dengan 10 Pemain
Kondisi kurang ideal sejatinya dihadapi Persita setelah mereka harus bermain dengan 10 orang, sejak menit ke-70. Pemain muda Persita, Andrean Rindorindo diganjar kartu merah setelah melakukan profesional fouls ke penyerang Arema FC, Dedik Setiawan.
Kalah jumlah pemain, membuat Persita bermain dengan sistem pertahanan rapat. Namun mereka berhasil memanfaatkan situasi kesalahan individu pemain Arema FC dan melancarkan serangan balik cepat yang berbuah gol.
4. Dominan tapi Gagal Cetak Gol
Arema FC sebenarnya tampil lebih dominan dari Persita, klub berlogo singa mengepal itu menguasai bola sebanyak 70 persen dan mampu menciptakan 19 peluang. Tetapi sayangnya mereka justru kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Marcos Santos pun menyayangkan situasi yang dihadapi timnya, ia menilai Arkhan Fikri dkk seharusnya bisa mengontrol pertandingan lebih baik.
“Kalau dalam situasi seperti tadi, kami harus kontrol pertandingan, kami kuasai bola 70 persen. Tapi transisi lawan yang seharusnya di-stop justru berbuah 1 gol,” ungkap Marcos.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















