Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Eva Meizara Teliti Refleksi Diri ABK di Malang: Menggali Harapan dan Pemikiran Mereka

Redaksi by Redaksi
Agustus 25, 2025 8:35 am
in Pendidikan
INTERAKTIF: Dr (c) Eva Meizara Puspita Dewi berdialog dengan salah satu responden penelitian yang menyatakan, setelah mengikuti penelitian dirinya menjadi lebih percaya diri. Foto/dok. Happy Roikhan

INTERAKTIF: Dr (c) Eva Meizara Puspita Dewi berdialog dengan salah satu responden penelitian yang menyatakan, setelah mengikuti penelitian dirinya menjadi lebih percaya diri. Foto/dok. Happy Roikhan

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Anak berkebutuhan khusus (ABK) kerap dipandang hanya dari sisi keterbatasan, padahal mereka memiliki dunia batin yang kaya. Bahkan, mempunyai refleksi diri yang mendalam. Harapan yang tak kalah besar dibanding anak-anak normal lainnya.

Hal inilah yang mendorong Eva Meizara Puspita Dewi SPsi MSi Psikolog sekaligus akademisi itu meneliti lebih jauh bagaimana anak berkebutuhan khusus merefleksikan dirinya sendiri.

READ ALSO

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Eva menuangkan dalam penelitian berjudul Menyimak Perjalanan Lokus Kendali Mahasiswa Disabilitas di Kampus Inklusif Lewat Photovoice .

Penelitian yang bakal mengantarkan gelar doktornya tersebut dirangkai melalui pameran Hasil photovoice Madif (mahasisa disabilitas) yang ada di PLD (pusat layanan disabilitas) UB (Universitas Brawijaya).

Baca Juga: Soft Opening PSLC Hadir di Medan, Dukung Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Kegiatan pameran berlangsung di Cerita Spektra Coffee & Etery, Sabtu (23/8) dengan mengundang sepuluh mahasiswa disabilitas yang merupakan responden penelitian. Mereka semua berstatus mahasiswa di salah satu PTN di Malang dari berbagai prodi dan angkatan.

”Ini tahap akhir disertasi saya, sebelum nanti memasuki tahap ujian. Hasil pameran ini bagian dari proses penyelesaian disertasi karena participatory action research sehingga harus memberdayakan para partisipan,” ungkap mahasiswa Program Doktor Fakultas Psikologi UM (Universitas Negeri Malang) tersebut.

NOVELTY: Psikolog Eva Meizara Puspita Dewi mendeskripsikan hasil penelitiannya melalui bagan visualisasi model dinamis kampus inklusi (MDKI). Foto/dok Happy Roikhan
NOVELTY: Psikolog Eva Meizara Puspita Dewi mendeskripsikan hasil penelitiannya melalui bagan visualisasi model dinamis kampus inklusi (MDKI). Foto/dok Happy Roikhan

Pameran menampilkan foto-foto dan narasi yang dibuat langsung oleh 10 responden disabilitas sebagai wujud ekspresi, harapan, tantangan serta kekuatan mereka dalam meraih kesetaraan, kesuksesan akademik di kampus inklusi.

Peneliti meyakini, melalui lensa para mahasiswa disabilitas, masyarakat diajak melihat dunia mereka dari sudut pandang yang sering luput dari perhatian secara umum. Setiap foto bukan sekadar gambar, tetapi suara dan keberanian untuk menegaskan kesetaraan.

Baca Juga: Sempat Dinyatakan Hilang, Anak Berkebutuhan Khusus Asal Dau Malang Pulang ke Rumah

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Makassar tersebut berharap, melalui pameran ini menjadi awal dari percakapan lebih luas tentang bagaimana masyarakat umum bisa meruntuhkan sekat dan membangun budaya inklusi yang otentik.

Lulusan program profesi Psikolog UGM itu menjelaskan, model penelitian menggunakan photovoice ini membutuhkan kecermatan yang luar biasa.

Karena biasanya hanya menggunakan metode wawancara, observasi selesai.
Sedangkan photovoice memberikan ruang seluas-luasnya pada partisipan untuk mencari objek foto yang sangat berarti dan menceritakannya dengan detil dan sebagai bahan bagi peneliti untuk deep interview. Selanjutnya peneliti memaknai cerita-cerita yang disampaikan para partisipan.

”Saya menggunakan 11 partisipan, dua cerebal palcy, dua tunanetra, dua tunarungu, dua tunadaksa, dua tunagrahita (mental). Tapi 1 partisipan tidak datang karena masih berada di Jakarta karena menjalani terapi. Setiap responden tentu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda,” ungkap alumnus Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UMM tersebut.

SELAMAT DAN SUKSES: Pameran Hasil Photovoice Madif (mahasiswa disabilitas) yang Ada di PLD (pusat layanan disabilitas) UB mendapat support banyak pihak. Berlangsung di Cerita Spektra Coffe & Etery. Foto/dok. Happy Roikhan

Eva memberikan contoh pada responden tunanetra, bagaimana bisa menghasilkan foto sementara dia tidak bisa melihat.

“Perjalanan mereka menghasilkan karya berupa foto ternyata juga menjadi tantangan bagi responden. Tapi yang membuat saya bangga adalah, mereka tetap berupaya bahkan menghindari untuk dikasihani,” katanya.

Seperti pada responden tunanetra tersebut, dia meminta volunteernya mencarikan objek foto yang diinginkan lalu menarasikan objek foto itu dengan detil. ”Salut, ya membuat saya meleleh. Perjuangan mereka luar biasa,” tandasnya.

Responden cerebal palsy menceritakan, ia memotret objek tangga yang melengkung menuju lantai bawah. Mengapa dia memilih objek tangga? ternyata bagi dirinya objek tersebut membuatnya jengkel.

Melalui foto tersebut responden menceritakan rasa jengkelnya bahkan bisa mengeluarkan semua unek-uneknya. Alasannya, karena dia tidak bisa melewatinya. Ia harus menunggu lift dan antre lama sekali.

“Ada juga yang memotret gedung kampus, menjulang tinggi. Ternyata mimpinya ingin setinggi gedung itu,” katanya.

Model penelitiannya tersebut, sebenarnya bisa juga digunakan untuk orang normal. Namun Eva lebih memilih pada mahasiswa disablitas karena Eva pernah melakukan penelitian yang menggunakan responden siswa dan sudah pernah dilakukan saat menyelesaikan tesisnya.

Selain itu, atas kondisi riil sekarang, di mana kampus pun harus memfasilitas kebutuhan pendidikan untuk mahaiswa disabilitas.

Hanya memang belum semua perguruan tinggi di Indonesia berani dan mampu melakukan itu. Beberapa kampus, misalnya di Malang, UB merupakan kategori kampus pelopor ramah disabilitas di Indonesia.

Sehingga menjadi rujukan kampus lainya seperti UI, Unpad, UGM dan Unair. Sejumlah kampus tersebut pun bench marking ke sana. Inilah alasan peneliti mengapa memilih kampus UB.

Maka harapannya, hasil penelitiannya ini bisa dijadikan prototipe bagi kampus lain yang akan membuka layanan untuk mahaiswa disabilitas.

Kembali Eva menjelaskan, model tersebut menekankan bahwa mahasiswa disabilitas tidak sekadar hadir untuk bertahan, tetapi punya potensi untuk bertumbuh dan bermakna jika kampus mampu menciptakan ekosistem inklusi yang dinamis.

Seperti apa gambaran lingkungan kampus inklusi? Eva mendeskripsikan melalui bagan visualisasi model dinamis kampus inklusif (MDKI) yang berakar pada relasi dan budaya. Meliputi, inklusi struktural terdiri dari PLD (pusat layanan disabilitas) dan afirmasi, fasilitas akses dan volunteer.

Inklusi relasional, merujuk pada adanya dukungan teman, komunitas dan empati dosen. Serta inklusi reflektif – spiritual yakni tentang makna hidup, spiritualitas penerimaan diri.

Pada pameran tersebut selain menghadirkan 10 responden madif, hadir juga promotor Prof Fattah Hanurawan, co-promotor Dr Nur Eva Psikolog, Ketua Pusat Layanan Disabilitas UB Zubaidah MPhil PhD.

Selain itu para pendamping responden, beberapa ormas atau komunitas disabilitas, mahasiswa S3 UM lintas jurusan yang merupakan dosen baik dari Jawa maupun luar Jawa, guru SMK dan perwakilan Komnas Anak.

”Kampus inklusi bukan hanya soal fasilitas tentunya, tetapi juga tentang ruang hati. Photovoice adalah bukti nyata bahwa mahasiswa disabilitas mampu bersuara dan berkontribusi setara dengan mahasiswa lainnya,” jelas Eva.

Berkat perhatiannya yang serius pada pendidikan inklusi dan disabilitas ini, Eva pun telah diminta menjadi konsultan pendirian Unit Layanan Disabilitas sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Makassar.

Sementara itu, dari sepuluh responden yang menyatakan pendapat pada acara pameran, terangkum sebuah kesimpulan menarik. Mereka menyatakan setelah mengikuti penelitian ini, merasa lebih percaya diri bahkan menyadari perjalanan hidupnya.

Kelebihannya juga, menguatkan makna spiritual dalam hidupnya. Serta, tumbuhnya rasa percaya diri yang sangat membantu untuk kelangsungan hidup ke depannya.

Seperti yang disampaikan salah satu responden tunadaksa. Mahasiswi yang kehilangan salah satu tangan kanan karena kecelakaan tersebut merasa, selama ini seakan-akan prestasi hanya milik anak normal. Suatu ketika ada lomba baca puisi. Niatnya untuk mengikuti ditolak panitia karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

“Saya sedih ketika itu. Padahal saya masih bisa mengikuti lomba. Setelah mengikuti penelitian ini, saya menjadi lebih semangat. Malah PD (percaya diri), karena sudah bisa menerima masa lalu saya itu,” ungkap di hadapan peserta yang membuat merinding seluruh hadirin yang datang.

Pameran yang diselenggarakan peneliti itu berlangsung sukses. Para tamu undangan yang hadir tidak hanya berkesan namun juga menyampaikan apresiasi positif. Seperti Meyritha, dosen Untag Samarinda.

Menurutnya, photovoice menjadi ruang baru bagi mahasiswa disabilitas untuk lebih mengekspresikan diri. Bukan hanya lewat suara atau perilaku. Namun melalui gambar yang sarat makna.

”Foto-foto ini adalah cerminan perasaan, media katarsis sekaligus bukti keikhlasan mereka sebagai minoritas yang tetap berani menunjukkan diri pada dunia. Pameran ini luar biasa, karena memberi kesempatan nyata bagi mereka untuk didengar dan diapresiasi secara setara,” ungkap Meyritha.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Happy Roikhan

Editor: Herlianto. A

Tags: ABKanak berkebutuhan khususkota malangmahasiswa

Related Posts

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sabtu, 17 Okt 2026
Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Next Post
Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Timnas Indonesia U-23 Segera TC di Surabaya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.