Malang – Persema Malang nyaris menelan hasil pahit saat menjamu Perseta Tulungagung di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada laga babak 32 besar Liga 4 Grup AA, Senin (5/1/2026) sore. Laga sarat tensi tersebut diwarnai keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol Perseta di menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan Persema Malang vs Perseta Tulungagung akhirnya berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Namun, drama terjadi pada menit ke-93 ketika Perseta sempat membobol gawang tuan rumah. Gol bermula dari tendangan bebas jarak jauh yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Persema, sebelum bola disambar pemain Perseta dan masuk ke gawang.
Wasit sempat menunjuk titik tengah sebagai tanda gol sah. Namun, setelah mendapat protes keras dari pemain Persema dan melakukan diskusi dengan tim wasit, keputusan tersebut dianulir. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan ofisial Perseta hingga situasi di lapangan sempat memanas. Laga pun berlanjut hingga menit ke-122 sebelum akhirnya benar-benar dihentikan.
Pelatih Perseta Tulungagung, Muhammad Nasrin, mengaku sangat kecewa dengan perubahan keputusan wasit di momen krusial tersebut. Ia menilai pembatalan gol itu sulit diterima karena sebelumnya wasit sudah mengesahkan gol.
“Padahal sudah menunjuk titik tengah di momen itu, kok bisa terbalik keputusannya. Jadi jelas kecewa, sangat kecewa, tapi ya itulah sepak bola,” ujar Nasrin.
Baca juga: Tembus 32 Besar Liga 4, Pemkot Malang Beri Lampu Hijau Stadion Gajayana Jadi Markas Persema
Meski demikian, Nasrin menegaskan pihaknya memilih untuk menghormati hasil akhir pertandingan. Ia menilai fokus menatap laga berikutnya jauh lebih penting dibanding terus memperdebatkan keputusan yang sudah terjadi. Selain itu, ia bersyukur seluruh pemain Perseta terhindar dari cedera.
“Kami sudah lupakan laga rumit tadi dan fokus menatap dua pertandingan selanjutnya. Dua match ini penting buat kami,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Persema Malang, Firman Basuki, menyampaikan rasa syukur atas satu poin yang berhasil diamankan timnya. Namun, ia juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya kurang tegas dan berkontribusi terhadap situasi ricuh di lapangan.
“Sepak bola kalau enggak seri ya menang atau kalah, tapi yang saya sayangkan di sini adalah wasit. Kepemimpinan yang kurang tegas dan saat memberi pelanggaran membuat suasananya seperti ini,” ucap Firman.
Di sisi lain, Firman tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Dengan persiapan yang terbilang singkat, hanya sekitar dua pekan, para pemain Persema dinilai mampu tampil kompetitif dan mengamankan satu poin penting.
“Dengan persiapan yang minim, tetap kami syukuri. Semangatnya luar biasa. Apa pun hasilnya, kami berterima kasih kepada para pemain muda. Semoga ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Baca juga: Persikoba Kota Batu Siap Tumbangkan Persema di Ajang Liga 4 PSSI Jatim
Ia menambahkan, pada pertandingan berikutnya Persema akan berupaya tampil lebih tenang dalam menghadapi tekanan agar mampu meraih hasil yang lebih positif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























