Dosen Unikama Terpilih Menjadi Tim Penilai PKM Dikti Jalur Undangan

  • Whatsapp
Dr Andi Nu Graha SE MSi. Foto: dok
MALANG – Salah satu dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berhasil terpilih sebagai reviewer atau tim penilai PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Dikti melalui jalur undangan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Penilai PKM Tahun 2021. Dia adalah Dr Andi Nu Graha SE MSi
“Total hasil seleksi reviewer Persamaan Persepsi Penilai PKM tahun 2021 sebanyak 441 reviewer dosen pilihan seluruh Indonesia. Alhamdulillah saya termasuk salah satu dosen terpilih hasil seleksi tersebut,” ujarnya.
Sebagai seorang reviewer, dia akan menilai sekaligus mengevaluasi proposal PKM 2021 tahap satu. Berikutnya, melakukan hal yang sama untuk tahap dua serta melaksanakan Kegiatan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2).
“Setiap reviewer harus menilai berapa nanti tergantung dari sana, semuanya ada 67.743 proposal PKM dari mahasiswa seluruh Indonesia. Tapi yang jelas seorang reviewer harus memahami berbagai materi mengenai PKM,” terangnya.
Terpilihnya Andi lewat jalur undangan, tak lain karena pengalamannya di tahun 2018 yang berhasil lulus training of trainer (TOT) PKM dan menjadi reviewer pemula.
“Oleh karena itu, saya masuk nominasi lagi untuk menjadi reviewer PKM tahun 2021 melalui jalur undangan Bimtek bersama 382 reviewer TOT PKM angkatan 2018, 2019, 2020,” ujarnya.
“Sedangkan di angkatan 2021, sebanyak 200 reviewer diseleksi lagi dengan mengikuti pretes dan postes untuk disaring. Kemudian, masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap Persamaan Persepsi Penilai Proposal PKM tahun 2021,” imbuhnya.
Selanjutnya, hasil seleksi dari Bimtek PKM tahun 2021 untuk masuk pada Persamaan Persepsi Penilai Proposal PKM sebanyak 299 reviewer madya. Kemudian, hasil TOT PKM angkatan 2018, 2019, 2020 dan Peserta hasil TOT PKM tahun 2021 sebanyak 140 reviewer pemula.
Sehingga, total hasil seleksi reviewer Persamaan Persepsi Penilai PKM tahun 2021 sebanyak 441 reviewer dan sudah mulai bertugas sejak 5 April 2021 hingga akhir bulan.
Di samping itu, lanjut dia, untuk menjadi seorang reviewer, tidaklah mudah. Sebab, dosen harus lulus seleksi TOT PKM yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud.
Ada juga syarat lain, seperti pernah jadi Dosen Pendamping PKM atau Dosen Pembina PKM, memahami seluruh bidang atau jenis PKM, dosen suatu perguruan tinggi di Indonesia, lulus tes yang diadakan oleh pemberi dana PKM.
Lalu, mengikuti Bimtek PKM yang diadakan oleh instansi pemberi dana PKM, mengikuti Persamaan Persepsi PKM yang diadakan oleh instansi pemberi dana PKM, memenuhi performa sebagai penilai PKM, mentaati kode etik penilai PKM, hingga mendapat surat tugas dari instansi pemberi dana PKM.
“Setiap perguruan tinggi hanya dapat mengusulkan dosen pendamping PKM sebagai calon penilai PKM sesuai dengan kuota yang ditentukan berdasarkan klaster perguruan tinggi peserta PKM. Sehingga saya merasa bangga sekali bisa mewakili Unikama dan masih dipercaya kembali untuk menjadi tim penilai/reviewer PKM tahun 2021,” ujarnya.
Dia berharap, dapat memberikan kontribusi dan bekerja secara objektif sesuai dengan apa yang diketahui dan diyakini sebagai seorang pakar yang kompeten di bidang PKM.
Andi juga berpesan pada mahasiswa yang ingin lulus PKM dan mendapatkan pendanaan, supaya kian inovatif dan kreatif. “Bagi mahasiswa yang proposal ingin mendapatkan dana maka kuasai dulu setiap skema PKM yang ada di buku pedoman PKM tahun berjalan, taati setiap aturan yang berlaku dalam pedoman PKM tahun berjalan, selalu menjadi mahasiswa yang kreatif, inovatif, obyektif, dan kooperatif,” pesannya.(ads)
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  Fakultas Hukum Unikama Gelar Yudisium

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *