Malang, Tugumalang.id – Coban Glotak, air terjun setinggi 100 meter yang terletak di Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dulunya menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam. Namun, kini suasana sepi dan kurang terawat mewarnai kawasan ini.
Pada kunjungan terbaru, dari pagi hingga sore hari, hanya ada dua kelompok pengunjung. “Dulu ramai, Mas,” ujar Samsudin, seorang mahasiswa kehutanan yang kebetulan berkunjung.
Pada tahun 2024, pengelola masih memberlakukan tiket masuk sebesar Rp4.000 per orang dan 2.000 untuk parkir. Namun, saat ini, tidak ada petugas yang menjaga loket maupun area parkir, sehingga pengunjung dapat masuk secara gratis.
Jalur menuju air terjun kini ditumbuhi rumput lebat, menyebabkan rasa gatal bagi pengunjung yang menggunakan celana pendek.
“Perawatannya dulu intens, rumput tinggi di trek dulu bersih banget mas. Mungkin karena sepi, jadi kurang terawat,” tambah Samsudin.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Coban Ringin Gantung Malang, Tawarkan Ketenangan bagi Pengunjung
Sepanjang jalur masuk, hanya satu warung yang tampak beroperasi. Ini menunjukkan menurunnya aktivitas ekonomi di sekitar area wisata.
Penurunan jumlah pengunjung di Coban Glotak disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah persaingan dengan destinasi wisata baru yang menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Sebagai contoh, objek wisata Kalibiru berlokasi di Jogja, Kabupaten Kulonprogo mengalami penurunan pengunjung akibat kalah bersaing dengan munculnya objek wisata baru di sekitarnya.
Selain itu, semakin kurangnya perawatan dan fasilitas pendukung di Coban Glotak juga berkontribusi terhadap penurunan jumlah wisatawan. Sarana dan prasarana yang tidak memadai dapat membuat pengunjung merasa kurang nyaman dan memilih destinasi lain yang lebih terawat.
Kurangnya promosi dan pemasaran yang efektif juga menjadi faktor signifikan dalam menurunnya jumlah pengunjung di Coban Glotak. Tanpa strategi promosi yang tepat, destinasi wisata cenderung kurang dikenal oleh calon wisatawan, sehingga minat untuk berkunjung menurun. Penelitian menunjukkan bahwa minimnya promosi dapat menyebabkan rendahnya motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu objek wisata.
Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi juga mempengaruhi jumlah kunjungan. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), misalnya, dapat meningkatkan biaya transportasi, sehingga masyarakat cenderung mengurangi perjalanan wisata. Hal ini terjadi pada objek wisata di Kota Bandung, tepatnya wisata Kawah Putih di mana jumlah pengunjung menurun setelah kenaikan harga BBM.
Baca Juga: Daya Tarik Coban Supit Urang Pujon Malang, Cocok Buat Pecinta Adrenalin dan Mencari Ketenangan
Untuk mengembalikan daya tarik Coban Glotak, dahulukan upaya revitalisasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat setempat. Perbaikan infrastruktur, penambahan fasilitas pendukung, serta promosi yang efektif dapat membantu meningkatkan kembali jumlah pengunjung dan popularitas Coban Glotak.
Selain itu, diversifikasi atraksi wisata dan peningkatan kualitas layanan juga penting untuk bersaing dengan destinasi lain. Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan Coban Glotak dapat kembali menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Writer: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (magang)
redaktur: jatmiko





























