MALANG, Tugumalang.id – Di balik kesulitan pasti akan datang kemudahan menjadi kalimat yang pas untuk menggambarkan cerita perjalanan Viky Nur Farida, alumni Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Alumni Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan Vokasi UMM itu sempat tidak mendapat restu dari orang tua untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Masalah mahalnya biaya kuliah menjadi penyebab Viky tidak mendapatkan restu dari orang tuanya saat itu.
Tetapi berkat saran dari guru semasa menempuh pendidikan di SMK, Viky gigih mewujudkan keinginannya untuk melanjutkan studi di UMM dan memilih Prodi D3 Keperawatan Vokasi UMM. Pada akhirnya kedua orang tua Viky mendukung keinginan sang anak untuk melanjutkan studi.
Baca Juga: Siap Bekerja ke Jepang, Hilmi Banyak Belajar di TC Fakultas Vokasi UMM
“Sebenarnya kurang mendapat dukungan dari orang tua tapi dari guru sewaktu SMK. Saya mendapat saran dari guru untuk masuk ke UMM. Akhirnya orang tua merestui seiring dengan dukungan berjalannya waktu,” ungkap Viky kepada Tugumalang.id.

Namun, di awal-awal menjalani perkuliahan beberapa kali perempuan berusia 22 tahun itu sempat dihadapkan pada situasi sulit. Terutama masalah biaya perkuliahan yang membuat kedua orang tuanya mengambil pinjaman ke bank.
Baca Juga: Belajar Keorganisasian, Himpunan Mahasiswa Fakultas Vokasi UMM Ngecamp Semalam
Keadaan finansial sempat membuat Viky terancam putus kuliah. Tetapi berkat kegigihannya, dia teguh melanjutkan studinya dengan bekerja yang penghasilannya digunakan membantu kedua orang tua membayar biaya kuliah.
Beragam pekerjaan pun sempat dijalani Viky mulai dari laundry hingga bekerja di cafe dengan shift kerja dari malam hari hingga pagi hari. Semua dijalaninya demi bisa mendapatkan penghasilan untuk bisa menyelesaikan studi.
“Waktu semester tiga sempat mau putus kuliah karena enggak ada biaya. Tapi waktu itu saya kuliah juga sambil bekerja, di laundry pernah dan terakhir kerja di cafe dari jam 12 malam sampai pagi,” tuturnya.
Peruntungan Viky mulai berubah ketika ia menjalani praktik di Rumah Sakit (RS). Dosen pembimbing Viky di Vokasi UMM yang membimbing kelompoknya menawarkan kerja di Matahari Homecare UMM.
Dia kemudian mengajukan diri dan akhirnya diterima bekerja di Matahari Homecare UMM sembari berkuliah.
Dosen pembimbingnya kemudian memintanya untuk tidak lagi bekerja di cafe. Sejak saat itu, Viky menyelesaikan studinya sembari bekerja di Matahari Homecare UMM.
Kemudian di semester 4, dia mendapatkan program beasiswa dari salah satu bank nasional yang bekerja sama dengan Vokasi UMM. Berkat beasiswa tersebut, Viky yang sempat terkendala biaya bisa menyelesaikan studinya dengan lancar.
“Waktu itu ada program beasiswa dari Vokasi (UMM) buat yang terkendala biaya. Terus akhirnya saya daftar dan alhamdulillah saya keterima akhirnya biaya kuliah saya dapat dilunasi,” ungkap Viky.
Perempuan yang hobi bermain badminton itu juga berterima kasih telah mendapat bantuan dan kemudahan dari Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si, selama menempuh kuliah di Vokasi UMM.
Prof. Tulus juga membantunya menyelesaikan masalah biaya kuliah di awal-awal perkuliahan.
“Saya juga dibantu Prof. Tulus. Saya mendapatkan bantuan program dari Vokasi sampai akhirnya bisa lulus,” ujarnya.
Tak lupa Viky mengucapkan terima kasih kepada prodi D3 Keperawatan Vokasi UMM dan dosen-dosen yang telah membimbingnya hingga dapat menyelesaikan studi dengan baik.
Kini setelah menyelesaikan studi, Viky bersiap merajut mimpi di Jepang. Berbekal kompetensi dan pengalaman yang dimilikinya, dia diterima bekerja di salah satu perusahaan Jepang, Jinzai Sapooto Seiai Rihabiriteshon Byouin yang ada di daerah Onojoshi Provinsi Fukuoka Jepang. Bulan Juni 2024 ini, Viky akan segera berangkat ke Negeri Sakura.
Diterima bekerja di salah satu negara maju di dunia seperti Jepang, Viky mengakui bahwa kompetensi yang dimilikinya karena sarana dan prasarana yang mendukung di Vokasi UMM.
Mahasiswa juga terbantu dengan program pembelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab sejak awal perkuliahan. Ketika lulus, alumni Vokasi UMM dapat bersaing secara global dengan kompetensi yang unggul.
Viky merasa terbantu karena mendapat bimbingan dan juga arahan sebelum mendapat kesempatan bekerja di Jepang. Ia juga terbantu dengan program pendampingan yang diberikan Vokasi UMM seperti pengenalan budaya Jepang sehingga dapat beradaptasi dengan baik saat bekerja di sana.
“Pertama fasilitas, karena D3 Keperawatan Vokasi UMM itu sudah akreditasi A. Selain itu, peralatan praktikum baik dan hal-hal yang menunjang pembelajaran sangat baik. Mahasiswa juga tidak hanya diberikan basic ilmu dari bidangnya tetapi kita juga diberi pembelajaran lainnya. Salah satunya Bahasa Jepang, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris yang itu wajib di UMM,” papar Viky.
“Kita juga diperkenalkan budaya Jepang. Tidak hanya Bahasa Jepang tetapi juga latar belakang kedisiplinan orang Jepang. Jadi untuk saya membantu menyesuaikan diri agar lebih mudah mengikuti program vokasi yang membantu saya bekerja di Jepang dan sangat membantu,” sambungnya.
Meski kini sudah diterima bekerja di Jepang, tetapi Viky masih punya keinginan untuk melanjutkan studi alih jenjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A