Kota Batu, Tugumalang.id – Angka kejadian bencana di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Total tercatat 209 peristiwa bencana, naik dibandingkan 2024 yang berada di angka 122 kejadian. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada 2026 yang diprediksi masih diwarnai cuaca ekstrem.
Dari total 209 kejadian tersebut, bencana tanah longsor masih menjadi yang paling dominan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis Kota Batu yang berada di kawasan dataran tinggi. Sepanjang 2025, tercatat 127 kejadian tanah longsor, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencatat 56 kejadian.
Longsor Masih Dominasi, Cuaca Ekstrem Ikut Meningkat
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa setelah tanah longsor, bencana terbanyak kedua dipicu oleh cuaca ekstrem atau angin kencang dengan 46 kejadian. Jumlah ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 28 kejadian.
“Disusul banjir sebanyak 25 kejadian, kebakaran bangunan 10 peristiwa, serta kebakaran hutan dan lahan satu kejadian,” ungkap Suwoko, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Kasus Bencana di Kota Batu Capai 192 Kejadian Sepanjang 2025, Longsor Paling Dominan
Secara kewilayahan, Suwoko mencatat kejadian bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Bumiaji dengan total 99 kejadian. Selanjutnya di Kecamatan Batu sebanyak 78 kejadian, serta Kecamatan Junrejo dengan 32 kejadian.
Ia menjelaskan, tingginya angka kejadian di Kecamatan Bumiaji dipengaruhi faktor geografis. Wilayah tersebut memiliki banyak kawasan perbukitan dengan kontur tanah miring dan struktur tanah yang mudah bergerak saat jenuh air.
“Sejak awal November, intensitas hujan melonjak cukup tajam. Dalam beberapa kejadian, material tanah dan batu sempat menutup akses warga. Di sejumlah titik juga muncul retakan tanah yang menjadi alarm alami bagi warga di kawasan lereng,” paparnya.
Dampak Korban dan Kerusakan Infrastruktur
Dari rangkaian bencana sepanjang 2025, tercatat satu orang mengalami luka, 281 warga terdampak, dan 24 orang terpaksa mengungsi. Meski demikian, Suwoko memastikan tidak ada korban jiwa.
“Bencana dalam setahun kemarin tidak sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.
Selain korban, bencana juga menimbulkan kerusakan fisik yang cukup luas. Data BPBD mencatat 24 rumah mengalami rusak ringan, 16 rumah rusak sedang, dan 19 rumah rusak berat. Sebanyak 19 rumah juga terendam banjir. Dampak sosial ekonomi turut dirasakan, dengan satu hektare sawah terdampak, 0,175 hektare lahan rusak, serta sembilan kios ikut terdampak.
Pada sektor pelayanan dasar, lima fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Sementara pada prasarana vital, tercatat empat jaringan air bersih rusak, 11 jaringan listrik dan lampu penerangan terganggu, lima jaringan telekomunikasi terdampak, 0,003 kilometer jalan rusak, serta satu jembatan mengalami kerusakan.
Baca juga: Tertinggi, Bencana di Kota Batu Tembus 206 Kejadian tahun 2023
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Batu terus mengintensifkan mitigasi bencana berbasis masyarakat. Upaya tersebut meliputi pelatihan relawan, pemetaan daerah rawan bencana, hingga pemasangan sistem peringatan dini di desa-desa kawasan lereng.
“Kami minta warga tetap waspada. Jika muncul retakan tanah, pohon mulai miring, atau air keruh mengalir deras dari lereng, segera laporkan,” tegas Suwoko.
Sebelumnya, Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi struktural maupun nonstruktural. Pemkot juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan kapasitas warga melalui pelatihan relawan, simulasi tanggap darurat, serta program sekolah aman bencana.
“Penanganan bencana harus bergeser dari reaktif menjadi preventif. Kesiapsiagaan dan kolaborasi adalah kunci,” ujar Cak Nur.
Meski demikian, dengan curah hujan yang masih tinggi, Pemkot Batu kembali mengingatkan masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Bumiaji, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
“Kami tidak bisa menghentikan bencana. Tapi kita bisa meminimalisir dampaknya,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















