MALANG – Kesiapan menikah tidak cukup hanya dengan menyiapkan pesta. Calon pengantin juga perlu mempersiapkan kondisi mental, kemampuan berkomunikasi dengan pasangan, serta kesehatan fisik sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam episode Wedding Series Atria Hotel Malang bertajuk “Siap Nikah atau Cuma Siap Pesta?”. Podcast yang dipandu MC Mahe itu menghadirkan Dian Sudiono Putri, M.Psi., Psikolog, dan dr. Amelia Ananda S.M.
Keduanya membahas berbagai hal yang perlu diperhatikan calon pengantin. Mulai kesiapan emosional, cara menghadapi perbedaan pendapat, hingga menjaga kesehatan selama menjalani rangkaian persiapan pernikahan.
Baca juga: Atria Hotel Malang Kupas Cerita di Balik Persiapan Wedding Lewat Behind The Wedding
Persiapan pernikahan melibatkan banyak keputusan bersama. Pasangan harus menyepakati anggaran, daftar tamu, pilihan vendor, hingga keinginan masing-masing keluarga. Perbedaan pendapat pun bisa muncul di tengah proses tersebut.
Namun, persoalan yang perlu dibicarakan tidak berhenti pada penyelenggaraan pesta. Pasangan juga perlu mendiskusikan kehidupan setelah menikah, termasuk pengelolaan keuangan, pekerjaan, pembagian peran, hubungan dengan keluarga, dan rencana memiliki anak.
Dian Sudiono Putri menekankan bahwa kesiapan emosional bukan berarti kedua pasangan harus selalu memiliki pemikiran yang sama.
“Menikah bukan berarti dua orang harus selalu sepakat dalam segala hal. Justru melalui perbedaan, pasangan belajar bagaimana berkomunikasi, saling memahami dan menemukan jalan tengah. Karena yang perlu dipersiapkan bukan hanya bagaimana menjalani hari pernikahan, tetapi juga bagaimana menjalani kehidupan bersama setelahnya,” ungkap Dian.
Menurut Dian, persiapan pernikahan bisa menjadi pengalaman awal bagi pasangan untuk belajar bekerja sama. Perbedaan pilihan mengenai konsep acara, jumlah undangan, hingga anggaran membutuhkan keterbukaan agar keputusan yang diambil tidak menjadi beban bagi salah satu pihak.
Calon pengantin juga berpotensi merasa kewalahan ketika harus mengambil banyak keputusan dalam waktu bersamaan. Terlebih jika ekspektasi pribadi, pasangan, dan keluarga belum sepenuhnya sejalan.
“Pernikahan yang berkesan bukan berarti seluruh persiapannya harus berjalan tanpa perbedaan pendapat. Yang lebih penting adalah bagaimana pasangan bisa saling mendengarkan, memahami prioritas dan menikmati prosesnya tanpa menjadikan persiapan pesta sebagai sumber tekanan dalam hubungan,” tambah Dian.
Menjaga Kesehatan di Tengah Persiapan
Selain kesiapan mental, kesehatan fisik juga menjadi perhatian menjelang pernikahan. Jadwal konsultasi vendor, fitting busana, food testing, dan pekerjaan sehari-hari membuat calon pengantin harus membagi waktu di tengah agenda yang semakin padat.
Keinginan tampil maksimal terkadang mendorong calon pengantin mengubah pola makan, meningkatkan intensitas olahraga, hingga mencoba berbagai perawatan kecantikan dalam waktu singkat.
Padahal, penampilan perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi tubuh. Waktu istirahat yang kurang, pola makan tidak teratur, dan tekanan emosional dapat memengaruhi kenyamanan serta kebugaran calon pengantin.
dr. Amelia Ananda S.M menjelaskan pentingnya menjaga kebiasaan sehat secara konsisten, terutama ketika hari pernikahan semakin dekat.
“Setiap calon pengantin tentu ingin tampil maksimal pada hari pernikahannya. Namun, kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Tidur yang cukup, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan dan mengelola stres jauh lebih penting daripada memaksakan perubahan penampilan secara ekstrem dalam waktu singkat,” jelas dr. Amelia.
Baca juga: Atria Hotel Malang Buka Kolaborasi Komunitas hingga Wedding Event
Podcast tersebut juga membahas kebiasaan yang kerap muncul menjelang pernikahan. Di antaranya mengurangi waktu tidur demi menyelesaikan persiapan, menjalani diet terlalu ketat, dan mencoba perawatan baru mendekati hari-H.
Calon pengantin diajak mengenali kondisi diri dan saling mendukung selama proses persiapan. Sebab, menikmati hari pernikahan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kondisi fisik dan emosional saat menjalani momen tersebut.
Atria Wedding Fair 2026 Digelar 17–18 Oktober
Melimpahnya referensi pernikahan di Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya memberikan banyak pilihan bagi calon pengantin. Namun, banyaknya inspirasi juga bisa membuat proses pengambilan keputusan semakin rumit.
Membandingkan venue, dekorasi, dan vendor secara terpisah membutuhkan waktu serta pertimbangan. Diskusi langsung, kunjungan ke venue, dan pemahaman mengenai pilihan yang tersedia dapat membantu pasangan menyusun rencana sesuai kebutuhan.
Pembahasan mengenai persiapan pernikahan tersebut juga mengiringi penyelenggaraan Atria Wedding Fair 2026 bertema “Forever Begins Here”. Acara itu dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Grand Ballroom Atria Hotel Malang.
Melalui acara tersebut, calon pengantin dapat bertemu langsung dengan berbagai vendor wedding pilihan, berkonsultasi mengenai kebutuhan pernikahan, melihat venue, serta mendapatkan inspirasi dan penawaran dalam satu kesempatan.
Pengunjung juga berkesempatan memenangkan Complimentary Akad, logam mulia, honeymoon, liburan ke Pattaya, hadiah elektronik, dan berbagai hadiah lainnya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Atria Wedding Fair 2026 diharapkan membantu pasangan mempersiapkan pernikahan dengan lebih terarah sekaligus memberikan kesempatan untuk mendiskusikan konsep dan kebutuhan acara bersama vendor pilihan.
Sebab, pernikahan bukan hanya tentang perayaan selama satu hari, tetapi juga kesiapan dua orang menjalani kehidupan bersama setelah seluruh rangkaian pesta berakhir.
Tentang Parador Hotels & Resorts
Parador Hotels & Resorts didirikan pada tahun 2012 dan dalam waktu singkat telah dikenal sebagai salah satu pemain terkemuka dalam industri perhotelan Indonesia. Saat ini, Parador telah mengelola 10 hotel di 4 kota besar di Indonesia, yaitu Tangerang, Magelang, Malang, dan Bali. Parador memiliki komitmen yang kuat untuk terus berdedikasi sebagai manajemen hotel yang menginspirasi, dengan tujuan mengelola ratusan hotel, resor, dan apartemen di seluruh Indonesia.
Tentang Atria Hotel Malang
Berdiri sejak tahun 2013, Atria Hotel Malang merupakan hotel bintang 4 yang strategis terletak di kawasan Letjen S. Parman 87–89 Malang. Dengan 175 kamar yang tersedia, Atria Hotel Malang menawarkan 7 jenis kamar, meliputi Deluxe, Premier, Premier Pool Access, Premier Suite, Atria Suite, Family Suite, dan Royal Suite. Hotel ini juga memiliki fasilitas Ballroom dengan kapasitas hingga 1.500 orang, serta 6 ruang pertemuan, 2 restoran, kolam renang, layanan spa, dan pusat kebugaran. Atria Hotel Malang berhasil meraih penghargaan Indonesia Leading 4 Star Hotel Malang 2025 dari ajang Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) 2025, serta Tripadvisor Travelers’ Choice Winner 2026, yang diberikan kepada hotel-hotel dengan ulasan dan pengalaman tamu terbaik secara konsisten. Selain itu, Atria Hotel Malang juga menerima berbagai penghargaan bergengsi dari sejumlah institusi terkemuka, antara lain Tripadvisor, Traveloka, Agoda, Exquisite Readers’ Choice Award, serta penghargaan lainnya. Atria Hotel Malang terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan produk terbaik kepada seluruh tamu dan pemangku kepentingan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Atria Hotel Malang
editor: jatmiko
















