Kota Batu, Tugumalang.id – Arus lalu lintas di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan selama libur Isra Miraj 2025. Kepadatan kendaraan tercatat naik hingga 30 persen sejak Jumat (16/1/2026) pagi hingga sore hari.
Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu, lonjakan arus lalu lintas berada di kisaran 20-30 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan tersebut didominasi kendaraan pribadi dari luar daerah yang masuk ke Kota Batu untuk berwisata.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan selama momen libur panjang. Menurutnya, lonjakan arus sudah terpantau sejak hari pertama long weekend melalui pemantauan kamera CCTV serta laporan langsung petugas di lapangan.
“Dari pantauan CCTV dan rekan-rekan di lapangan, memang ada peningkatan jumlah kendaraan hingga sekitar 20-30 persen dibanding hari biasa,” kata Kevin.
Baca juga: Angka Kecelakaan Lalu Lintas Kota Batu Selama 2025 Capai 211 Kejadian
Puncak Kepadatan Terjadi di Jalur Masuk Kota Batu
Kevin menjelaskan, puncak arus kendaraan pada hari pertama libur panjang terjadi di jalur masuk Kota Batu dari exit Tol Singosari. Kepadatan lalu lintas terpantau cukup tinggi pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Meski demikian, Satlantas Polres Batu telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot. Penempatan petugas difokuskan pada simpul-simpul lalu lintas yang berdekatan dengan kawasan wisata, pusat kuliner, serta sentra oleh-oleh.
“Anggota sudah kami sebar di titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan. Mulai dari tempat wisata, tempat makan, sampai pusat oleh-oleh,” jelasnya.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama antara lain simpang empat Arhanud, simpang tiga Pendem, kawasan wisata Santera di Pujon, serta kawasan Alun-alun Kota Batu dan Jalan Diponegoro yang rawan padat pada sore hingga malam hari.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Secara Situasional
Sebagai upaya mengurai kepadatan, Satlantas Polres Batu juga menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Di simpang empat Arhanud, misalnya, diterapkan sistem lampu flashing serta pemasangan water barrier di median jalan untuk menghindari crossing kendaraan.
Sementara itu, di simpang tiga Pendem, prioritas arus lalu lintas diberikan bagi kendaraan yang masuk ke Kota Batu pada siang hari. Adapun pada sore hingga malam, prioritas dialihkan bagi kendaraan yang keluar dari Kota Batu.
“Kami juga mengaktifkan jalur alternatif di kawasan Wukir untuk membantu mengurai kepadatan,” imbuh Kevin.
Selain itu, skema contraflow hingga one way system juga telah disiapkan. Skema tersebut akan diberlakukan apabila kecepatan kendaraan dari simpang tiga Pendem hingga Jalan Dewi Sartika turun di bawah 5 kilometer per jam.
“Kalau kecepatan sudah di bawah 5 kilometer per jam, artinya dari simpang tiga Pendem sampai Jalan Dewi Sartika bisa ditempuh hingga 1 jam. Dari indikator itu, pertama akan kami lakukan contraflow. Jika belum efektif, akan dilanjutkan dengan one way system sesuai arahan pimpinan,” terangnya.
Kevin memprediksi puncak peningkatan arus kendaraan masih akan terjadi hingga Sabtu (17/1/2026). Prediksi tersebut seiring dengan momen libur panjang yang dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu.
“Mayoritas kendaraan yang masuk adalah kendaraan pribadi dari luar kota. Tujuan utamanya kawasan wisata, seperti Jatim Park Group, Santera, Selecta, hingga destinasi wisata alam lainnya,” pungkas Kevin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























