MALANG, Tugumalang.id – Sekitar 100 orang Aremania menggelar aksi damai di Halaman Polres Malang pada Kamis (16/4/2026) sore. Dalam aksi tersebut mereka menyerukan tuntutan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Selasa (28/4/2026) tetap digelar di Stadion Kanjuruhan.
Sebelumnya diberitakan, pihak keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang tergabung dalam Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) meminta agar pertandingan sepak bola BRI Super League 2026 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya dipindah dari Stadion Kanjuruhan ke stadion lainnya.
Baca Juga: Arema FC vs Persija: Tanpa Striker Andalan, Marcos Santos Berharap Dukungan Aremania
Terpisah, Polres Malang bersama Forkopimda Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi terkait pertandingan ini. Dalam rapat tersebut mereka mendapat usulan agar pertandingan tidak digelar di Stadion Kanjuruhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Juru bicara Aremania Bergerak, Dedi Arisandi alias Pak Wo mengatakan, ia menyayangkan pihak Polres Malang yang tidak melibatkan suporter dalam rapat tersebut. Ia menilai peserta rapat tidak memahami dunia suporter sepak bola.
“Apabila Polres ingin melakukan mitigasi, tolong kami juga dilibatkan,” ujar Pak Wo saat ditemui wartawan usai aksi damai.

Ia menambahkan, Aremania adalah stakeholder utama dalam pertandingan tersebut. Sudah sewajarnya jika suporter klub sepak bola asal Malang tersebut dilibatkan dalam mitigasi.
Bagi Pak Wo dan Aremania lainnya, menonton pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan adalah obat untuk menyembuhkan luka pasca Tragedi Kanjuruhan. Pak Wo menyebut, banyak penyintas dari tragedi 1 Oktober 2022 tersebut yang setuju pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya digelar di Stadion Kanjuruhan.
“Kalau ngomong trauma healing, inilah trauma healing yang paling bagus. Kalau ini (pertandingan) ditunda-ditunda, maka akan menjadi trauma baru. Trauma yang berkepanjangan,” ujar Pak Wo.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto menerima massa Aremania secara langsung. Bersama jajaran pejabat utama Polres Malang, ia duduk dan mendengarkan aspirasi dari para suporter Arema FC.
Ia menyebut, pihaknya saat ini menampung semua aspirasi baik dari pihak yang pro maupun yang kontra. Aspirasi tersebut akan disampaikan ke Polda Jawa Timur sebagai pertimbangan.
“Apa yang disampaikan hari ini menjadi pertimbangan bagi kami untuk mengambil keputusan,” kata Taat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangari Putri
Editor: Herlianto. A


















