Sabtu, Oktober 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Apa Itu Catcalling: Pengertian, Bentuk dan Dampaknya Bagi Korban

Redaksi by Redaksi
September 30, 2023 2:57 pm
in News
apa itu cat calling

memahami apa itu cat calling dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari (foto/Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Apa itu catcalling? Istilah catcalling adalah bentuk pelecehan seksual di ruang publik yang biasanya dilakukan di jalanan atau fasilitas umum lainnya. Perilaku ini dapat berupa komentar seksual yang tidak diinginkan, gerakan provokatif, bersiul, atau ejekan yang tidak senonoh sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman, bahkan terancam.

Menurut Mutia Husna Avezahra,S.psi., M.Sc selaku akademisi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, Fenomena catcalling dapat dikategorikan sebagai bagian dari bagian street-harrasment, yakni pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan di ranah publik.

READ ALSO

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Mas Bechi Dimasukkan ke Penjara Lagi, 6 Petugas Diperiksa

Ia menjelaskan, ada tiga karakteristik perilaku street harassment seperti yang dijelaskan Davis (1993). Karakteristik tersebut adalah tidak ada relasi individual antara pelaku dan korban, memiliki intensi perilaku yang jauh dari sikap mengagumi, dan mengomentari bagian tubuh yang mengandung unsur seksualitas dengan nada judgemental.

Apa Saja Bentuk dan contoh Cat calling?
Bentuk dan contoh catcalling yang umum terjadi diekspresikan dalam bentuk verbal. “Siulan, komentar atau ucapan bernuansa seksual yang menimbulkan ketidaknyamanan, bernuansa hinaan atau merendahkan, serta menyerang atribut seksual korban,” jelas Mutia.

Catcalling juga dapat terjadi secara non-verbal. Misalnya dengan penggunaan gestur fisik untuk memberikan penampilan terhadap penampilan fisik korban hingga intimidasi. Berikut adalah beberapa bentuk catcalling yang sering terjadi:
• Komentar seksual yang tidak diinginkan, seperti komentar tentang penampilan fisik atau pakaian korban.
• Siulan atau ejekan yang tidak senonoh.
• Gerakan provokatif atau gestur fisik yang mengarah pada penampilan fisik korban.
• Mengikuti korban atau mengganggu korban secara fisik.
• Mengancam atau mengintimidasi korban.

Apakah Cat calling Termasuk Pelecehan Seksual?
Mutia menekankan bahwa catcalling bisa dikategorikan pelecehan apabila memenuhi beberapa kriteria. Tergantung dari intensi ekspresi verbal terhadap atribut seksual seseorang.

“Jika intensi ekspresi verbal tersebut bernuansa penghinaan, menjatuhkan, menumbulkan perasana tidak nyaman, serta membuat korban merasa malu dan terancam, maka pelaku catcalling telah memenuhi unsur-unsur pelecehan di ruang publik yang merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kesopanan,” tandasnya.

Apa Perbedaan Antara Cat calling dan Pelecehan Seksual Lainnya
Meskipun catcalling termasuk dalam kategori pelecehan seksual, namun ada beberapa perbedaan antara catcalling dengan pelecehan seksual lainnya, yaitu:

1. Tempat terjadinya
Catcalling terjadi di ruang publik, seperti di jalanan atau fasilitas umum lainnya, sedangkan pelecehan seksual lainnya dapat terjadi di tempat-tempat lain, seperti di tempat kerja atau di rumah.

2. Bentuknya
Catcalling biasanya berupa komentar seksual yang tidak diinginkan, gerakan provokatif, bersiul, atau ejekan yang tidak senonoh, sedangkan pelecehan seksual lainnya dapat berupa tindakan fisik, seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual di tempat kerja.

3. Dampaknya
Meskipun catcalling dapat memberikan dampak psikologis yang negatif, seperti rasa tidak aman, cemas, dan trauma, namun dampak dari pelecehan seksual lainnya dapat lebih parah dan merusak, seperti gangguan mental dan fisik jangka panjang.

Dalam hal ini, catcalling adalah salah satu bentuk pelecehan seksual yang terjadi di ruang publik dengan memberikan kata-kata yang tidak senonoh kepada korban, sedangkan pelecehan seksual lainnya dapat terjadi di tempat-tempat lain dan memiliki dampak yang lebih parah.

Bagi korban, catcalling dapat memberikan dampak psikologis yang negatif, seperti rasa tidak aman, cemas, dan trauma. Masyarakat perlu memahami apa itu catcalling karena selain merugikan orang lain, juga akan menghadapi ancaman pidana sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang baru disahkan 12 April 2022.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Related Posts

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?
News

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Jumat, 9 Okt 2026
Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kusnali,  saat berada di Lapas Kelas I Malang menjelaskan soal Mas Bechi. (Foto/M Sholeh)
News

Mas Bechi Dimasukkan ke Penjara Lagi, 6 Petugas Diperiksa

Jumat, 9 Okt 2026
Siswa SMK PGRI 3 Malang mendapat pengalaman kerja nyata lewat program servis motor gratis dalam rangka HUT Jatim ke-81. Foto: Azmy
News

Program Servis Motor Gratis Skariga Malang di Momen HUT 81 Jatim, Kuota Layanan Membeludak

Kamis, 8 Okt 2026
Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi
News

Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi

Rabu, 7 Okt 2026
Pengunjung saat mencoba sensasi wisata baru birdwatching di Gunung Arjuno yang digagas Profauna Indonesia. Foto: Dok.
News

Cara Profauna Tekan Perburuan Liar di Gunung Arjuno Lewat Ekowisata Birdwatching

Rabu, 7 Okt 2026
25 Ribu KK di Kota Malang Belum Terverifikasi Desil, DPRD Minta Percepatan
News

25 Ribu KK di Kota Malang Belum Terverifikasi Desil, DPRD Minta Percepatan

Rabu, 7 Okt 2026
Next Post
cara mendapatkan anak laki-laki

7 Cara Mendapatkan Anak Laki-Laki, Patut Dicoba!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.