Tugumalang.id – Saat pergi ke supermarket, kita sering kali bingung dengan banyaknya pilihan susu. Tidak hanya susu sapi, rak-rak toko juga dipenuhi oleh berbagai jenis susu nabati.
Meskipun tidak sepopuler produk susu diary atau hewani, tak sedikit orang yang juga mulai mengkonsumsi susu nabati, seperti susu kedelai, susu almond, hingga susu oat. Namun dari semua jenis susu itu mana yang paling baik untuk kesehatan tubuh dan bumi kita?
Melalui video edukasi di kanal YouTube TED-Ed, dua pakar Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham membedah setiap jenis susu populer, manfaatnya bagi tubuh, hingga dampaknya terhadap kelestarian bumi.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs PSM Makassar: Misi Singo Edan Bangkir, Tim Tamu Ingin Selamat dari Degradasi
Berikut ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis susu menurut Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E.
1. Susu Sapi (Dairy Milk)
Susu sapi merupakan sumber nutrisi yang sangat efisien, terutama bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke pola makan yang bervariasi. Menurut Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E.
Cunningham, satu gelas atau setara 250 ml susu sapi mengandung 8 gram protein, 12 gram karbohidrat, dan 2 hingga 8 gram lemak. Kandungan lemak tergantung jenis susu itu sendiri, apakah ia skim, rendah lemak, atau whole milk. Susu sapi juga kaya akan vitamin D dan kalsium alami yang baik untuk tulang.
2. Susu Kedelai (Soy Milk)
Bagi yang mencari pengganti susu sapi dengan kandungan protein yang setara, susu kedelai bisa menjadi solusinya. Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham memaparkan bahwa susu kedelai memiliki protein yang sama tingginya dengan susu sapi dan merupakan sumber kalium yang sangat baik.
Jika masih khawatir dengan kandungan isoflavon pada kedelai yang dianggap memicu ketidakseimbangan hormon karena meniru fungsi estrogen, kedua pakar menegaskan bahwa jumlah isoflavon dalam susu kedelai sangatlah sedikit. Efeknya terhadap tubuh manusia jauh lebih lemah daripada hormon estrogen asli, sehingga masih aman dikonsumsi.
3. Susu Oat (Oat Milk)
Berbeda dengan dua susu sebelumnya yang sangat tinggi protein, Susu oat memiliki keunggulan tersendiri karena kaya akan beta-glucan, yaitu jenis serat sehat yang sangat baik untuk pencernaan dan jantung.
Baca Juga: Cara Memilih Susu: Ini Perbedaan Dairy, Almond, Soy, dan Oat Milk
Di sisi lain, Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham menyebutkan bahwa kandungan protein susu oat cenderung rendah, namun memiliki karbohidrat yang cukup tinggi, bahkan hampir menyamai jumlah karbohidrat pada susu sapi.
4. Susu Almond (Almond Milk)
Terakhir, jika sedang menjalani diet, susu almond bisa menjadi pilihan terbaik karena kandungan karbohidrat dan lemak jenuh nya yang lebih rendah, serta kaya akan kandungan lemak baik.
Meski demikian, Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham mencatat bahwa dari keempat jenis susu yang dibahas, susu almond memiliki jumlah nutrisi dan protein yang paling sedikit.
Mana Susu yang Terbaik untuk Anda dan Planet Bumi?
Pilihan susu yang baik untuk tubuh, tentu kembali pada kondisi tubuh masing-masing. Jika memiliki intoleransi laktosa, susu nabati adalah pilihan terbaiknya. Namun jika memiliki alergi kacang, tentu konsumsi susu almond harus dihindari.
Secara nutrisi, keempat susu ini sama-sama sehat dan cocok sebagai pelengkap diet seimbang. Oleh karena itu, Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham mencoba melihat dari sudut pandang lain, yakni jenis susu mana yang paling ramah lingkungan.
Menurut mereka, dalam hal kesehatan bumi, susu nabati, khususnya susu oat dan kedelai menjadi pemenang nya karena beberapa alasan.
1. Penggunaan Lahan dan Emisi Gas Rumah Kaca
Mereka memaparkan bahwa untuk memperoleh susu sapi dibutuhkan lahan 4 kali lipat lebih luas daripada susu nabati. Selain itu, Sapi juga menghasilkan gas metana lewat sendawa dan kentut. Hal ini membuat segelas susu sapi menyumbang lebih dari 0,5 kg emisi gas rumah kaca, jauh lebih tinggi dibandingkan susu nabati yang hanya menyumbang sekitar 0,1 hingga 0,2 kg saja.
2. Konsumsi Air
Selain itu, untuk membuat satu gelas susu sapi dapat menghabiskan 120 liter air dalam pembuatannya. Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E juga menyebutkan susu almond menghabiskan 70 liter air karena pohon almond harus disiram terus-menerus agar tidak mati. Sebaliknya, susu oat dan kedelai hanya membutuhkan 5 hingga 10 liter air per gelas.
Jadi, jika ingin tubuh tetap sehat dengan tetap menjaga bumi dari kerusakan, Jonathan J. O’Sullivan dan Grace E. Cunningham sangat menyarankan untuk beralih ke susu nabati, khususnya susu oat atau susu kedelai.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A


















