Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sampai Dini Hari, Hari Kedua Jigang Ramadan, Menghadirkan Manuskrip Kuno Sunan Bonang

Redaksi by Redaksi
Maret 24, 2024 2:01 pm
in News
Jigang Ramadan
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Hari kedua Jigang Ramadan berlangsung seru. Narasumber kali ini adalah peneliti manuskrip kuno juga dosen Sastra Jawa FIB UGM Yogyakarta, Ratna Nur Fatimah Irakusuma, diskusi berjalan sejak pukul 21.00. WIB hingga pukul 01.00 dini hari.

Materi di hari kedua mengulas bagaimana kerangka ajaran tasawuf dari seorang Sunan Bonang. Pemateri mengajak audien untuk memberi jarak sejenak tentang mengapa Sunan Bonang mendapatkan nama julukan tersebut, kabar tentang penyematan nama yang merujuk kepada alat musik bonang sepertinya perlu ditinjau ulang.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Jigang Ramadan Bilamana kita melihat para sunan yang lain, Raden Rahmat dengan sebutan Sunan Ampel, Raden Umar Said menjadi sunan Muria, Raden Ja’far Shodiq dengan Sunan Kudus, penamaan mereka dilekatkan pada medan area dakwah.

Baca Juga: Tumpah Ruah, Hari Pertama Peserta Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang

Maqdum Ibrahim kecil menempuh pendidikan agama dari ayahnya, Raden Rahmat. Kemudian ia melanjutkan studi ke Pasai, belajar kepada seorang alim di sana yang konon adalah Syekh Bari, tokoh yang ditulisnya dalam Kitab Pengeran Bonang.

Pasca-studi, beliau kembali ke tanah Jawa, namun tidak langsung menetap di rumah, beliau menjalani masa pengabdian di desa Bonang, desa kecil di wilayah Rembang. Sunane desa Bonang, yang memang beliau adalah ulama wilayah Bonang, atau bahkan orang yang membangun peradaban Islam di Bonang.

Di Bonang beliau memiliki santri bernama Wujil, hingga suatu saat Sunan Bonang membuat suluk dari namanyanamanya, Suluk Wujil. Wujil santri yang alim, ia juga tuntas pada kemampuan berbahasanya (baik Arab maupun Jawanya). Dalam suluknya sunan Bonang bercerita soal hidup Wujil dan dialog tentang tasawuf.

 

Sunan Bonang merupakan salah satu raksasa pengetahuan di Nusantara. Kitab Pengeran Bonang yang bercerita tentang Syekh Bari, misalnya. Salah satu karya tasawuf yang dikemas dengan cerita-cerita dan dialog.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tradisi dan Syiar Ramadan di Masjid Ki Ageng Gribig Kota Malang

Sekelumit ibrah dalam kitab Pengeran Bonang yang dapat direnungkan ialah tokoh Syekh Bari. Syekh Bari berpesan mengenai asal usul laku. Dikatakan bahwa dengan mempelajari usul laku, diharapkan seseorang akan memperbaiki keimanannya pada Tuhan.

Kesaksian Tidak ada Tuhan selain Allah adalah kalimat yang diucap oleh muslim, namun kognisi lafal tidak hanya berhenti di situ. Kita tidak dapat mengucapkan tiada Tuhan selain Allah bilamana sebelum terucap tidak meyakini dalam hati bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.

Keyakinan ini membangun pandangan bahwa Tuhan yang ada dan makhluk diadakan. Hanya Tuhan yang ada, selain Tuhan tidak ada, dan bila seseorang manusia tidak pada keyakinan ini, maka dia tersesat.

Syekh Bari juga menyebut pandangan bahwa keberadaan makhluk sebagai tanda keberadaan Allah adalah sesat. Sejatinya semua makhluk hanyalah menunjukkan sifat Allah.

Keberadaan gunung sama sekali tidak menunjukkan keberadaan Allah, melainkan sifat-Nya. Gunung besar, maka pasti penciptanya lebih besar. Pun hidupnya makhluk, maka pasti Khalik Yang Maha Hidup. Ini memperkuat “Tuhan itu Ada, ciptaan itu diadakan.”

Menurut naskah tersebut ada juga orang yang setengah sesat. Yakni orang kafir, yang meyakini keberadaan Tuhan, namun tidak meyakini bahwa Allah itu Tuhan. Sampai pada penjabaran ini, maka memunculkan interpretasi yang lebih jauh.

Lantas, dengan tasawuf ala sunan Bonang, boleh jadi seseorang yang berucap tauhid namun tidak meyakini dengan sepenuh hati pada Allah, jauh lebih tersesat dari pada orang kafir yang menolak bahwa Allah adalah Tuhan.

Dalam kitab tersebut juga dipaparkan bagaimana kasih Allah pada hamba-Nya. Kasih Allah bukan karena amal seseorang, melainkan karena kasih itu bersumber dari Yang Maha Pengasih, tidak butuh alasan untuk-Nya dalam mengasihi makhluk-Nya.(*)

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

Tags: Jigang RamadanRamadanSunan bonang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
tips olahraga

Tubuh Harus Tetap Bugar! Berikut 6 Tips Olahraga Saat Puasa Ramadan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.