Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sampai Dini Hari, Hari Kedua Jigang Ramadan, Menghadirkan Manuskrip Kuno Sunan Bonang

Redaksi by Redaksi
Maret 24, 2024 2:01 pm
in News
Jigang Ramadan
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Hari kedua Jigang Ramadan berlangsung seru. Narasumber kali ini adalah peneliti manuskrip kuno juga dosen Sastra Jawa FIB UGM Yogyakarta, Ratna Nur Fatimah Irakusuma, diskusi berjalan sejak pukul 21.00. WIB hingga pukul 01.00 dini hari.

Materi di hari kedua mengulas bagaimana kerangka ajaran tasawuf dari seorang Sunan Bonang. Pemateri mengajak audien untuk memberi jarak sejenak tentang mengapa Sunan Bonang mendapatkan nama julukan tersebut, kabar tentang penyematan nama yang merujuk kepada alat musik bonang sepertinya perlu ditinjau ulang.

READ ALSO

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang

Jigang Ramadan Bilamana kita melihat para sunan yang lain, Raden Rahmat dengan sebutan Sunan Ampel, Raden Umar Said menjadi sunan Muria, Raden Ja’far Shodiq dengan Sunan Kudus, penamaan mereka dilekatkan pada medan area dakwah.

Baca Juga: Tumpah Ruah, Hari Pertama Peserta Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang

Maqdum Ibrahim kecil menempuh pendidikan agama dari ayahnya, Raden Rahmat. Kemudian ia melanjutkan studi ke Pasai, belajar kepada seorang alim di sana yang konon adalah Syekh Bari, tokoh yang ditulisnya dalam Kitab Pengeran Bonang.

Pasca-studi, beliau kembali ke tanah Jawa, namun tidak langsung menetap di rumah, beliau menjalani masa pengabdian di desa Bonang, desa kecil di wilayah Rembang. Sunane desa Bonang, yang memang beliau adalah ulama wilayah Bonang, atau bahkan orang yang membangun peradaban Islam di Bonang.

Di Bonang beliau memiliki santri bernama Wujil, hingga suatu saat Sunan Bonang membuat suluk dari namanyanamanya, Suluk Wujil. Wujil santri yang alim, ia juga tuntas pada kemampuan berbahasanya (baik Arab maupun Jawanya). Dalam suluknya sunan Bonang bercerita soal hidup Wujil dan dialog tentang tasawuf.

 

Sunan Bonang merupakan salah satu raksasa pengetahuan di Nusantara. Kitab Pengeran Bonang yang bercerita tentang Syekh Bari, misalnya. Salah satu karya tasawuf yang dikemas dengan cerita-cerita dan dialog.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tradisi dan Syiar Ramadan di Masjid Ki Ageng Gribig Kota Malang

Sekelumit ibrah dalam kitab Pengeran Bonang yang dapat direnungkan ialah tokoh Syekh Bari. Syekh Bari berpesan mengenai asal usul laku. Dikatakan bahwa dengan mempelajari usul laku, diharapkan seseorang akan memperbaiki keimanannya pada Tuhan.

Kesaksian Tidak ada Tuhan selain Allah adalah kalimat yang diucap oleh muslim, namun kognisi lafal tidak hanya berhenti di situ. Kita tidak dapat mengucapkan tiada Tuhan selain Allah bilamana sebelum terucap tidak meyakini dalam hati bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.

Keyakinan ini membangun pandangan bahwa Tuhan yang ada dan makhluk diadakan. Hanya Tuhan yang ada, selain Tuhan tidak ada, dan bila seseorang manusia tidak pada keyakinan ini, maka dia tersesat.

Syekh Bari juga menyebut pandangan bahwa keberadaan makhluk sebagai tanda keberadaan Allah adalah sesat. Sejatinya semua makhluk hanyalah menunjukkan sifat Allah.

Keberadaan gunung sama sekali tidak menunjukkan keberadaan Allah, melainkan sifat-Nya. Gunung besar, maka pasti penciptanya lebih besar. Pun hidupnya makhluk, maka pasti Khalik Yang Maha Hidup. Ini memperkuat “Tuhan itu Ada, ciptaan itu diadakan.”

Menurut naskah tersebut ada juga orang yang setengah sesat. Yakni orang kafir, yang meyakini keberadaan Tuhan, namun tidak meyakini bahwa Allah itu Tuhan. Sampai pada penjabaran ini, maka memunculkan interpretasi yang lebih jauh.

Lantas, dengan tasawuf ala sunan Bonang, boleh jadi seseorang yang berucap tauhid namun tidak meyakini dengan sepenuh hati pada Allah, jauh lebih tersesat dari pada orang kafir yang menolak bahwa Allah adalah Tuhan.

Dalam kitab tersebut juga dipaparkan bagaimana kasih Allah pada hamba-Nya. Kasih Allah bukan karena amal seseorang, melainkan karena kasih itu bersumber dari Yang Maha Pengasih, tidak butuh alasan untuk-Nya dalam mengasihi makhluk-Nya.(*)

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

Tags: Jigang RamadanRamadanSunan bonang

Related Posts

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang
News

Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang

Minggu, 30 Agu 2026
Pemdes Junrejo Tetapkan Biaya Makam Rp1 Juta bagi Pendatang Baru
News

Pemdes Junrejo Tetapkan Biaya Makam Rp1 Juta bagi Pendatang Baru

Minggu, 30 Agu 2026
Jelang Pemilihan di Muktamar NU ke-35, Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa
News

Jelang Pemilihan di Muktamar NU ke-35, Ini Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

Minggu, 30 Agu 2026
Seminar Turots Internasional, Dorong Generasi Muda Kenali Khazanah Ulama Nusantara
News

Seminar Turots Internasional, Dorong Generasi Muda Kenali Khazanah Ulama Nusantara

Minggu, 30 Agu 2026
Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35
News

Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
tips olahraga

Tubuh Harus Tetap Bugar! Berikut 6 Tips Olahraga Saat Puasa Ramadan

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.