Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tumpah Ruah, Hari Pertama Peserta Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 23, 2024 6:15 pm
in News
Acara Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang di langgar Pesantren Budaya Karanggenting kelurahan Merjosari Kota Malang. Foto/dok

Acara Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang di langgar Pesantren Budaya Karanggenting kelurahan Merjosari Kota Malang. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sekitar lima puluh orang lebih, mereka berasal dari masyarakat sekitar, mahasiswa, dan para pegiat seni budaya, berkumpul di langgar Pesantren Budaya Karanggenting untuk mengikuti kegiatan Jigang Ramadan Lesbumi Kota Malang.

Jigang Ramadan edisi kedua kembali di gelar di tahun 1445 H. Edisi kali ini bertempat di Pesantren Budaya Karanggenting, di Genting, kelurahan Merjosari Kota Malang.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Mengusung tema “Sastra Piwulang Sunan  Bonang,” Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H. Panatapraja.

Baca Juga: Lesbumi NU Kota Malang ‘Mbeber Klasa’ di Tasyakuran 1 Abad NU

Menurutnya, Jigang Ramadan ini adalah sebuah perjumpaan mulia, yakni perjumpaan intelektual dengan mendaras bermacam warisan dari khazanah Al-Quran hingga naskah-naskah karya para Sunan.

etua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H. Panatapraja. Foto/dok
etua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H. Panatapraja. Foto/dok

Menurut Fathul, Jigang Ramadan sendiri, tahun ini adalah yang kedua, yang pertama di tahun kemarin. Jigang Ramadan (Ngaji Tigang Dinten ing Wulan Ramadan) adalah cara Lesbumi Kota Malang untuk mengejawantahkan posisinya sebagai Lembaga Seni Budaya milik Nahdlatul Ulama, yakni dengan melakukan khidmat di bulan dengan menggelar ngaji pasan atau pondok Ramadan.

Jigang Ramadan, atau nama Jigang terinspirasi dari quotes yang dikekalkan oleh Sunan Kudus, yakni Gusjigang (santri bagus pinter ngaji pinter dagang; red. Seorang santri harus cakap dalam kapasitas intelektual dan mumpuni dalam kemandirian sosial). Lalu, kata Jigang kita pakai untuk mengakronimkan Ngaji Tigang Dinten.

Baca Juga: Lesbumi NU Kota Malang ‘Mbeber Klasa’ di Tasyakuran 1 Abad NU

Fathul melanjutkan dengan menyampaikan sebuah kisah mitologi pada suatu masa di Yunani, tentang seorang raksasa buta bernama Orion. Ia menaikkan dan membawa seorang pelayannya yang bernama Cedalion di bahunya untuk melihat dan berkeliling ke banyak tempat, dengan begitu sang pelayan tersebut akhirnya mendapatkan pandangan (horison) yang meluas.

Lalu kisah tersebut dikekalkan dalam sebuah metafora: “berdiri di atas bahu para raksasa”. Dalam bahasa Latin: nani gigantum humeris insidentes. Setelah berabad-abad kemudian, metafora tersebut dipopulerkan menjadi kredo dalam budaya riset dan dunia intelektual oleh Isaac Newton.

Begitu pula hari ini, banyak orang, kelompok, atau arus pandangan agama (sebagai sebuah teknologi ketuhanan) telah diangkat, lalu berdiri di atas bahu para “raksasa intelektual” bernama Walisanga.

Dari para “raksasa intelektual” tersebutlah Islam di Nusantara menjadi sebuah agama yang menyejukkan, menenangkan, dan menyenangkan. Salah satu raksasa intelektual tersebut adalah Sunan Bonang (Bon= Babon, Nang= menang atau wenang).

Sunan Bonang adalah satu di antara para raksasa intelektual yang memberikan warisan narasi dalam beragam bentuk, baik berupa karya seni, teks prosa, sastra tamsil, tembang, maupun mantra: alat musik bonang, Suluk Wujil, Hetbook van Bonang, Pitutur Syekh Bari, kropak ferara pangeran Bonang, mantra tolak bala, dll.

Dalam Jigang Ramadan edisi kedua ini, selama tiga hari kedepan kita akan ngaji tentang seorang raksasa intelektual tersebut. Hari ini kita akan mendengarkan pemaparan dari Dr. Faisol Fatawi, sebagai gerbang pembuka menuju teks besar bernama Sunan Bonang. Kita akan memasuki pintu kisah-kisah dan memulai berjabat tangan dengan teks-teks masa lampau.

Setelah sambutan dari Ketua Lesbumi NU Kota Malang, kemudian dilanjutkan dengan Taujihat Budaya oleh Dr. Mohammad Mahpur, Wakil Ketua PCNU Kota Malang.

Dr. Mohammad Mahpur, Wakil Ketua PCNU Kota Malang. Foto/dok
Dr. Mohammad Mahpur, Wakil Ketua PCNU Kota Malang. Foto/dok

Dia menyampaikan harapan dalam sambutannya, supaya Jigang Ramadhan dapat mengubah pendekatan pesantren yang selama ini memiliki paradigma ningrat menjadi paradigma rakyat.

Kehadiran lembaga seni budaya muslimin Indonesia (Lesbumi) menjadi salah satu ujung tombak Nahdlatul Ulama untuk berkontribusi optimal di lini-lini masyarakat khususnya dalam hal kebudayaan.

Narasumber pertama adalah Dr. Faisol Fatawi, Sekretaris PCNU Kota Malang. Dia mengajak audien untuk menegasikan perspektif terhadap Al-Qur’an. Kajian terhadap Al-Qur’an dewasa ini cenderung sebagai kitab hukum.

Dalam perspektif lain, Al-Qur’an dapat dilihat dari sisi kesusastraan (bukan sastra yang ada di bumi). Al-Qur’an adalah fakta kebahasaan dan fakta kesusastraan.

Al-Quran memiliki kekuatan psikis ketika diperdengarkan pada orang. Dari aspek inilah dapat disebut sastra. Namun bukanlah sastra yang dibuat oleh penyair-penyair, bukan pula mantra-mantra yang diucapkan oleh dukun-dukun.

Al-Quran memiliki tata bahasa yang bagus, dan makna yang padat, sehingga Al-Qur’an menjadi sebuah narasi yang dapat diterima oleh semua kalangan.

Dengan menegasikan pandangan terhadap Al-Quran, bukan hanya sebagai kitab hukum, tetapi juga kitab sastra. Dalam kajian kebahasaan misalnya, terdapat teori naratologi yang berfokus mengkaji cerita-cerita.

Meninjau 80% isi dari al-quran  yang merupakan cerita-cerita, maka pada sisi inilah Al-Quran dapat dipandang dari perspektif sastra.

Jauh jauh sebelum ada konsep sastra berupa novel, Al-Quran telah membawakan konsep cerita. Ada kesatuan makna. Adanya dialog antara kebenaran dan kebatilan.

Misalnya, Al-Baqarah bercerita tentang pertentangan bani israil dengan Nabi Musa yang menyoal sapi. Cerita ini tidak serta merta menghukumi siapa salah siapa benar.

Akan tetapi merupakan ajakan kepada pembaca untuk hadir dalam peristiwa dan menemukan kebenaran itu sendiri. Atau tanya jawab Nabi Ibrahim dengan Allah tentang bagaimana Allah mampu menghidupkan yang mati.

Dari kisah ini mewacanakan bahwa Tuhan memberi kesempatan pada hamba untuk berpikir kritis. Yang diungkap adalah nilai. Tidak terpaku pada kondisi atau situasi tertentu, sehingga tafsir dapat diterima secara kontekstual.

Manusia adala homo naratologi. Dari kecil, manusia tumbuh dengan cerita-cerita. Penanaman nilai dari  waktu ke waktu juga melalui cerita, yang semula dari mulut ke mulut hingga dicatat dan dibukukan.

Dengan demikian, Al-Qur’an hadir dengan banyak cerita agar manusia dapat terus belajar dan mengambil nilai dari cerita-cerita tersebut.

Al-Quran adalah kitab kompleks. Kalau hanya didekati dari aspek fiqh, hukumnya, lalu bagaimana dengan aspek-aspek yang lain? Meski Al-Quran melahirkan banyak pemikir dengan berbagai pemikiran hingga melahirkan madzhab. Tetapi madzhab bukanlah Al-Qur’an itu sendiri. Bila dikaji dengan banyak pendekatan. Al-Quran tak berkesudahan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Fajrus Sidiq

Editor: Herlianto. A

Tags: Jigang Ramadankota malangLesbumi Kota Malang

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Rumah korban tempat terjadinya pembunuhan dan penganiayaan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Kasus Pembunuhan dan Penganiayaan di Pakis

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.