Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Makna dan Kisah di Balik Hidangan Presiden Jokowi kepada 3 Bakal Capres di Istana Sajikan Menu Ayam Kodok hingga Es Laksamana Mengamuk

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2023 6:48 am
in News
presiden jokowi - Makna dan Kisah di Balik Hidangan Presiden Jokowi kepada 3 Bakal Capres di Istana Sajikan Menu Ayam Kodok hingga Es Laksamana Mengamuk

Suasana agenda santap siang Presiden Jokowi bersama tiga bacapres yang maju pada Pilpres 2024 di Istana Merdeka RI, Jakarta. Foto: Instagram @jokowi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengundang para bakal calon presiden (bacapres) makan siang di Istana Merdeka kemarin Senin (30/10/2023). Agenda santap siang itu digelar usai Jokowi menyampaikan arahan kepada para penjabat kepala daerah se-Indonesia.

Tak pelak, momen tersebut menjadi perhatian oleh masyarakat, tak terkecuali dari hidangan kuliner yang disajikan. Dalam agenda santap siang itu, sejumlah menu disajikan di meja bundar tersebut. Ada 2 yang paling mencuri perhatian adalah menu Ayam Kodok hingga Es Laksamana Mengamuk.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Jika melihat penamaan kedua jenis kuliner tersebut rupanya dinilai warganet memiliki muatan pesan dari Presiden Jokowi. Terlepas dari benar tidaknya asumsi tersebut, kedua jenis kuliner tersebut memang punya kisah dan makna tersendiri. Berikut makna dan kisah di balik kedua kuliner tersebut:

1. Es Laksamana Mengamuk

Es Laksamana Mengamuk ini merupakan jenis kuliner minuman khas di Kota Riau. Seperti namanya, es ini memang punya terkandung sebuah cerita rakyat yang berlangsung turun-temurun dan tetap digandrungi hingga saat ini.

Penamaan es tersebut didasarkan dari cerita zaman dahulu di sebuah desa yang memiliki perkebunan pohon kweni yang sangat luas. Di desa tersebut dipimpin seorang laksmana.

Singkat cerita, suatu hari istri laksamana ini menghilang karena dibawa kabur oleh seseorang dari desa tersebut. Ternyata, orang itu adalah pemilik perkebunan pohon kweni tersebut.

Tahu akan hal itu, laksamana langsung mendatangi perkebunan orang tersebut dengan perasaan marah yang memuncak. Sampai-sampai warga sekitar jadi ketakutan dibuatnya.

Tak hanya di situ, laksamana ini lalu membabat habis semua pohon kweni di sana hingga rata. Usai puas melampiaskan kemarahannya, laksamana pun akhirnya pulang.

Sepulangnya laksamana, warga berbondong-bondong mengambil buah-buah kweni yang berlimpah ruah. Saking banyaknya, salah satu warga menemukan ide untuk mengolah buah kweni ini menjadi sebuah minuman segar.

Tak dinyana, resep itu berhasil memikat lidah banyak orang dan bertahan hingga sekarang. Bahkan olahan es ini semakin berkembang dengan berbagai macam varian.

2. Ayam Kodok

Menu sajian Ayam Kodok yang dihidangkan Jokowi juga menjadi kasak-kusuk banyak orang. Nama menu yang berhubungan dengan hewan melompat itu menjadikan orang banyak bertanya-tanya tentang maksud Jokowi mengundang 3 bacapres itu makan siang.

Terlepas dari itu, menu ayam kodok ini bukan dibuat dari daging kodok. Melainkan olahan daging ayam yang masih utuh hingga kemudian disajikan dalam pose tengkurap sehingga sepintas menyerupai kodok.

Menu ayam kodok ini ternyata menjadi menu khas peranakan Tionghoa yang kemudian populer, khususnya di Jakarta. Padahal awalnya, kuliner ini biasanya hanya dapat dijumpai saat momen spesial seperti Hari Natal maupun Imlek. Bagi kalangan Tionghoa, hidangan ayam kodok ini menyimbolkan kebahagiaan dan keberuntungan.

Namun, jika merunut sejarah lainnya, hidangan ini ternyata datang dari Eropa. Hidangan ini dikenalkan pertama kalo oleh Belanda di Indonesia. Menu ini dibuat dengan teknik yang rumit sehingga hanya bisa dijumpai saat momen Natal.

Proses membuat ayam kodok ini terbilang cukup rumit. Karena ayam utuh ini harus dihilangkan dulu bagian tulang dan dagingnya hingga menyisakan kulit dan bagian lainnya tanpa terpotong sedikit pun.

Setelah itu, daging ayam tadi dicampur dengan sapi cincang beserta bumbu berempah dimasukkan kembali ke dalam ayam sebagai isian. Lalu, ayam utuh ini dikukus kemudian dipanggang hingga kecoklatan.

Biasanya, menu ayam kodok ini disajikan dengan pendamping lain seperti nasi, kentang, sayur-mayur yang direbus, serta saus sebagai pendamping.

Selain kedua menu tersebut, Presiden Jokowi juga menyajikan hidangan lain seperti soto lamongan, sapi lada hitam, bebek panggang, cumi goreng, udang goreng telur asin hingga kaylan cah sapi.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

reporter: ulul azmy
editor: jatmiko

Tags: ayam kodoklaksmana mengamukPresiden Jokowi

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
instruksi Presiden RI - Tindak Lanjuti Instruksi Presiden RI dan arahan Mendagri, Pj. Walikota Malang Sinkronkan dengan Kebijakan Daerah

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden RI dan arahan Mendagri, Pj. Walikota Malang Sinkronkan dengan Kebijakan Daerah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.