Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Mengintip Geliat Ekonomi Kayutangan Heritage Kota Malang Menjalar hingga ke Sudut Kampung

Redaksi by Redaksi
Agustus 21, 2023 4:15 am
in Pariwisata
Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Usai di benahi, geliat ekonomi masyarakat di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang terus bertumbuh. Bahkan masyarakat yang ada di sudut sudut dalam gang turut merasakan dampak positif dari pembenahan kawasan Kayutangan yang digencarkan Pemerintah Kota Malang itu.

Diketahui, di sekitar koridor Kayutangan terdapat kampung wisata tematik bernama Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kini, kampung itu mulai bermunculan kafe kafe yang didirikan masyarakat setempat dengan menyuguhkan estetika bangunan kuno khas peninggalan kolonial Belanda.

READ ALSO

Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan

5 Aktivitas Edukasi Lingkungan untuk Anak di Eco Active Park Kota Batu

Di sudut gang 4 Jalan Arif Rahman Hakim kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan, berdiri kafe kekinian bernama Calatea Garden. Kafe ini menyuguhkan tempat nongkrong di rumah bergaya lawas dengan keindahan bunga bunga taman.

Kafe yang memiliki suguhan andalan teh racikan sendiri hingga camilan kekinian itu banyak dikunjungi muda mudi dari kalangan mahasiswa hingga turis manca negara yang berkunjung di Kota Malang. Setidaknya, dalam sehari, 30 hingga 100 pengunjung datang di tempat ini.

Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

“Memang setelah Kayutangan ditata, ada pengaruhnya. Jadi penataan Kayutangan Heritage cukup mendompleng kampung kami,” kata Dinda Ayu, Pemilik Calatea Garden.

Dinda mengaku mendirikan kafe sejak 2020. Hanya saja, kafe miliknya mulai dikenal masyarakat beberapa bulan terakhir usai viral di media sosial. Dia merombak rumah neneknya hingga menjadi kafe kekinian.

BACA JUGA: Spot Foto Baru di Kayutangan Heritage Berupa Lokomotif Kereta Jadi Favorit Baru Pengunjung

“Jadi saya ingin memberikan pengalaman ke pelanggan bahwa di sini ada kafe bernuansa rumah sendiri atau kayak rumah nenek gitu, tentu ditemani bunga bunga taman,” tuturnya.

Sementara itu, di sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan juga terdapat kafe rumahan bernama Kopi Hamur Mbah Ndut. Rudi Haris, pemilik warung yang akrab disapa Mbah Ndut itu mengaku bahwa dahulu warungnya merupakan warung sembako.

Setelah kampung itu menjadi tempat wisata, Mbah Ndut merubah haluan dengan membuka warung kopi khas buatan sendiri untuk wisatawan yang datang ke Kampoeng Heritage Kajoetangan pada 2018 lalu.

Dia menata warung sedemikian rupa dengan barang barang koleksi kuno untuk menambah kesan heritage. Terlebih, rumahnya telah berdiri sejak 1923 atau seratus tahun yang lalu. Ayah Mbah Ndut juga seorang veteran perang saat perebutan Jembatan Merah yakni Muhammad Ahiyat.

“Kalau dipikir pikir rumah ini tahun ini harusnya adalah hari ulang tahunnya ke 100 tahun. Kalau histori rumahnya dulu sih hanya rumah singgah biasa, namun dulu pernah jadi lumbung padi,” bebernya.

Kini, rumahnya menjadi kafe rumahan yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara yang datang di Kayutangan. Mbah Ndut juga mengaku senang bahwa saat ini kawasan Kayutangan mulai ramai pengunjung.

“Kalau pengunjung ramai ya dampaknya tentu usaha warung warung warga di kampung ini juga banyak pengunjungnya,” kata dia.

Di sisi lain, pembenahan kawasan Kayutangan itu juga mulai memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi UMKM milik warga setempat. Salah satunya adalah UMKM yang memproduksi Kue Onbitjkoek atau kue khas Belanda.

Kue yang kuat akan rasa rempah ini kian dilirik di kawasan Kayutangan yang dikenal banyak terdapat bangunan kolonial Belanda. Kue ini bahkan telah didapuk menjadi oleh oleh khas di Kayutangan.

Pembuat Kue Onbitjkoek bernama Diah Setyaningsih mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari Kayutangan Heritage. Dia mengaku semakin banyak mendapat order setelah Pemkot Malang menata Kayutangan.

Dia mengaku pernah mendapat pesanan sampai ribuan kue dalam waktu sehari. Bersama warga lain yang juga memproduksi kue, dia akhirnya bisa memenuhi permintaan itu.

“Paling banyak ya ribuan, kalau rata rata sehari 200 kue yang terjual. Saya produksi kalau ada yang pesan, pembeli biasanya pesan lewat WA atau sosmed dan datang langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pembeli kue miliknya rata rata adalah wisatawan dan masyarakat umum. Dia juga mengaku terbantu oleh PKK Kota Malang yang turut memberikan pelatihan soal pengemasan hingga branding kue buatannya.

Dia menceritakan bahwa mulanya dia hanya menjual kue basah, gorengan dan minuman dingin saat Kampoeng Heritage Kajoetangan didirikan pada 2018 lalu. Jualan itu menjadi sumber mata pencaharian utamanya dalam menyambung hidup.

Berjalannya waktu, kampung wisata ini mendapat perhatian hingga banyak yang memberikan pelatihan pengembangan UMKM dari berbagai pihak. Mulai dari Pemkot Malang, perguruan tinggi hingga pelaku UMKM yang sudah berkembang di Kota Malang.

Menurutnya, berbagai pelatihan dia ikuti mulai tahun 2019 untuk mengembangkan usahanya. Dia kemudian memberanikan diri membuat Kue Onbitjkoek dan berbagai varian kue lainnya. Pelatihan bersama PKK Kota Malang membuat usahanya kian melejit.

“Jadi setelah ikut pelatihan PKK, saya lebih berani untuk menjual. Apalagi saat itu pembelinya bukan hanya wisatawan, tapi dari koperasi sampai dinas dinas, sampai sekarang ya itu pembelinya,” ucapnya.

Kini, Diah mengaku semakin banyak mendapat orderan dari wisatawan yang datang setelah Pemkot Malang membenahi kawasan Kayutangan. Dia mengaku bersyukur apa yang dia kerjakan juga bisa memberikan dampak positif bagi warga lain.

“Kue Onbitjkoek sekarang sudah menjadi oleh oleh khas Kayutangan. Ini pembelinya sudah sampai dari Jakarta juga,” tandasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: kayutangan heritagepemkot malang

Related Posts

Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan
Advertorial

Gubugklakah Siapkan Warga Jadi Tuan Rumah Wisatawan

Minggu, 20 Sep 2026
5 Aktivitas Edukasi Lingkungan untuk Anak di Eco Active Park Kota Batu
Pariwisata

5 Aktivitas Edukasi Lingkungan untuk Anak di Eco Active Park Kota Batu

Selasa, 15 Sep 2026
Mikutopia Kota Batu Hadirkan Rainbow Slide 200 Meter dan Rumah Hantu Jamur
Pariwisata

Mikutopia Kota Batu Hadirkan Rainbow Slide 200 Meter dan Rumah Hantu Jamur

Jumat, 11 Sep 2026
Mega Science Center & Budaya Jatim Park 1: Intip Wahana Terbarunya
Pariwisata

Mega Science Center & Budaya Jatim Park 1: Intip Wahana Terbarunya

Jumat, 11 Sep 2026
3 Wisata Fauna di Malang untuk Liburan Edukatif Bersama Keluarga
Pariwisata

3 Wisata Fauna di Malang untuk Liburan Edukatif Bersama Keluarga

Jumat, 4 Sep 2026
Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2
Pariwisata

Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
Muhyiddin, S.Ak., M.Ak., CAP, selaku trainer dalam acara Training of Trainer Digital Accounting saat memberikan materi untuk dosen dan tendik FEB Unisma.

Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Tendik, FEB Unisma Gelar ToT Sertifikasi Accounting Tool For Practition Bacht 3

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.