Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Mengintip Geliat Ekonomi Kayutangan Heritage Kota Malang Menjalar hingga ke Sudut Kampung

Redaksi by Redaksi
August 21, 2023 4:15 am
in Pariwisata
Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Usai di benahi, geliat ekonomi masyarakat di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang terus bertumbuh. Bahkan masyarakat yang ada di sudut sudut dalam gang turut merasakan dampak positif dari pembenahan kawasan Kayutangan yang digencarkan Pemerintah Kota Malang itu.

Diketahui, di sekitar koridor Kayutangan terdapat kampung wisata tematik bernama Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kini, kampung itu mulai bermunculan kafe kafe yang didirikan masyarakat setempat dengan menyuguhkan estetika bangunan kuno khas peninggalan kolonial Belanda.

READ ALSO

Menuju Gunung Bromo? Singgahi Dulu Deretan Wisata Menarik di Sepanjang Jalur

Mikutopia Batu Perpanjang Promo Tiket dan Festival Journey of Wonderland hingga 12 Juli

Di sudut gang 4 Jalan Arif Rahman Hakim kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan, berdiri kafe kekinian bernama Calatea Garden. Kafe ini menyuguhkan tempat nongkrong di rumah bergaya lawas dengan keindahan bunga bunga taman.

Kafe yang memiliki suguhan andalan teh racikan sendiri hingga camilan kekinian itu banyak dikunjungi muda mudi dari kalangan mahasiswa hingga turis manca negara yang berkunjung di Kota Malang. Setidaknya, dalam sehari, 30 hingga 100 pengunjung datang di tempat ini.

Wisatawan mancanegara berkunjung di kafe yang ada di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan (dok.)

“Memang setelah Kayutangan ditata, ada pengaruhnya. Jadi penataan Kayutangan Heritage cukup mendompleng kampung kami,” kata Dinda Ayu, Pemilik Calatea Garden.

Dinda mengaku mendirikan kafe sejak 2020. Hanya saja, kafe miliknya mulai dikenal masyarakat beberapa bulan terakhir usai viral di media sosial. Dia merombak rumah neneknya hingga menjadi kafe kekinian.

BACA JUGA: Spot Foto Baru di Kayutangan Heritage Berupa Lokomotif Kereta Jadi Favorit Baru Pengunjung

“Jadi saya ingin memberikan pengalaman ke pelanggan bahwa di sini ada kafe bernuansa rumah sendiri atau kayak rumah nenek gitu, tentu ditemani bunga bunga taman,” tuturnya.

Sementara itu, di sudut gang Kampoeng Heritage Kajoetangan juga terdapat kafe rumahan bernama Kopi Hamur Mbah Ndut. Rudi Haris, pemilik warung yang akrab disapa Mbah Ndut itu mengaku bahwa dahulu warungnya merupakan warung sembako.

Setelah kampung itu menjadi tempat wisata, Mbah Ndut merubah haluan dengan membuka warung kopi khas buatan sendiri untuk wisatawan yang datang ke Kampoeng Heritage Kajoetangan pada 2018 lalu.

Dia menata warung sedemikian rupa dengan barang barang koleksi kuno untuk menambah kesan heritage. Terlebih, rumahnya telah berdiri sejak 1923 atau seratus tahun yang lalu. Ayah Mbah Ndut juga seorang veteran perang saat perebutan Jembatan Merah yakni Muhammad Ahiyat.

“Kalau dipikir pikir rumah ini tahun ini harusnya adalah hari ulang tahunnya ke 100 tahun. Kalau histori rumahnya dulu sih hanya rumah singgah biasa, namun dulu pernah jadi lumbung padi,” bebernya.

Kini, rumahnya menjadi kafe rumahan yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara yang datang di Kayutangan. Mbah Ndut juga mengaku senang bahwa saat ini kawasan Kayutangan mulai ramai pengunjung.

“Kalau pengunjung ramai ya dampaknya tentu usaha warung warung warga di kampung ini juga banyak pengunjungnya,” kata dia.

Di sisi lain, pembenahan kawasan Kayutangan itu juga mulai memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi UMKM milik warga setempat. Salah satunya adalah UMKM yang memproduksi Kue Onbitjkoek atau kue khas Belanda.

Kue yang kuat akan rasa rempah ini kian dilirik di kawasan Kayutangan yang dikenal banyak terdapat bangunan kolonial Belanda. Kue ini bahkan telah didapuk menjadi oleh oleh khas di Kayutangan.

Pembuat Kue Onbitjkoek bernama Diah Setyaningsih mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari Kayutangan Heritage. Dia mengaku semakin banyak mendapat order setelah Pemkot Malang menata Kayutangan.

Dia mengaku pernah mendapat pesanan sampai ribuan kue dalam waktu sehari. Bersama warga lain yang juga memproduksi kue, dia akhirnya bisa memenuhi permintaan itu.

“Paling banyak ya ribuan, kalau rata rata sehari 200 kue yang terjual. Saya produksi kalau ada yang pesan, pembeli biasanya pesan lewat WA atau sosmed dan datang langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pembeli kue miliknya rata rata adalah wisatawan dan masyarakat umum. Dia juga mengaku terbantu oleh PKK Kota Malang yang turut memberikan pelatihan soal pengemasan hingga branding kue buatannya.

Dia menceritakan bahwa mulanya dia hanya menjual kue basah, gorengan dan minuman dingin saat Kampoeng Heritage Kajoetangan didirikan pada 2018 lalu. Jualan itu menjadi sumber mata pencaharian utamanya dalam menyambung hidup.

Berjalannya waktu, kampung wisata ini mendapat perhatian hingga banyak yang memberikan pelatihan pengembangan UMKM dari berbagai pihak. Mulai dari Pemkot Malang, perguruan tinggi hingga pelaku UMKM yang sudah berkembang di Kota Malang.

Menurutnya, berbagai pelatihan dia ikuti mulai tahun 2019 untuk mengembangkan usahanya. Dia kemudian memberanikan diri membuat Kue Onbitjkoek dan berbagai varian kue lainnya. Pelatihan bersama PKK Kota Malang membuat usahanya kian melejit.

“Jadi setelah ikut pelatihan PKK, saya lebih berani untuk menjual. Apalagi saat itu pembelinya bukan hanya wisatawan, tapi dari koperasi sampai dinas dinas, sampai sekarang ya itu pembelinya,” ucapnya.

Kini, Diah mengaku semakin banyak mendapat orderan dari wisatawan yang datang setelah Pemkot Malang membenahi kawasan Kayutangan. Dia mengaku bersyukur apa yang dia kerjakan juga bisa memberikan dampak positif bagi warga lain.

“Kue Onbitjkoek sekarang sudah menjadi oleh oleh khas Kayutangan. Ini pembelinya sudah sampai dari Jakarta juga,” tandasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: kayutangan heritagepemkot malang

Related Posts

Menuju Gunung Bromo? Singgahi Dulu Deretan Wisata Menarik di Sepanjang Jalur
Pariwisata

Menuju Gunung Bromo? Singgahi Dulu Deretan Wisata Menarik di Sepanjang Jalur

Tuesday, 7 Jul 2026
Mikutopia Batu Perpanjang Promo Tiket dan Festival Journey of Wonderland hingga 12 Juli
Pariwisata

Mikutopia Batu Perpanjang Promo Tiket dan Festival Journey of Wonderland hingga 12 Juli

Monday, 6 Jul 2026
Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah
Pariwisata

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah

Friday, 3 Jul 2026
10 wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi di momen libur sekolah kali ini. /Foto: Google Review Museum Mpu Purwa/Dedi Irfan.
Pariwisata

Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah, 10 Wisata Edukasi di Kota Malang yang Menarik Dikunjungi

Thursday, 2 Jul 2026
Sensasi masuk ke dunia sihir di Magic House, The Legend Stars Park, Jatim Park 3, Kota Batu. Foto: Dok
Pariwisata

Sensasi Masuk ke Dunia Sihir, Liburan Sekolah ala Hogwarts di Magic House Jatim Park 3

Tuesday, 30 Jun 2026
Kolam Renang
Pariwisata

10 Kolam Renang di Malang yang Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah

Monday, 29 Jun 2026
Next Post
Muhyiddin, S.Ak., M.Ak., CAP, selaku trainer dalam acara Training of Trainer Digital Accounting saat memberikan materi untuk dosen dan tendik FEB Unisma.

Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Tendik, FEB Unisma Gelar ToT Sertifikasi Accounting Tool For Practition Bacht 3

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.