Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

‘Banda Neira Sutan Sjahrir’ Viral, Begini Sejarah Lengkapnya

Redaksi by Redaksi
Juni 8, 2023 3:13 pm
in Nasional
Benteng Belgica dan Gunung Api, Banda Neira, Maluku Tengah.

Benteng Belgica dan Gunung Api, Banda Neira, Maluku Tengah. (Foto/Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kalimat “jangan mati sebelum berkunjung ke Banda Neira” tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Ungkapan ini disampaikan oleh salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang pernah diasingkan di pulau tersebut yaitu Sutan Sjahrir.

Kalimat populer ini menggambarkan segala keindahan alam Banda Neira dan sejarah Indonesia yang terkandung di dalamnya. Pulau yang dikenal sebagai surganya timur Indonesia ini terlalu sayang untuk dilewatkan seumur hidup. Keistimewaan Banda Neira diabadikan pada pecahan uang kertas Rp1.000 emisi 2016.

READ ALSO

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Banda Neira adalah pulau utama dalam gugusan kepulauan Banda yang menjadi pusat administrasi Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kepulauan ini terkenal dengan keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati lautnya, berbagai spesies ikan dan terumbu karang masih terlestari dengan baik.

Baca Juga: Sejarah Hamid Rusdi, Pahlawan Asal Malang Pelintas Zaman

Banda Neira sendiri dikenal hingga mancanegara. Pada masa penjajahan Belanda, pulau ini merupakan salah satu penghasil pala dan lada terbesar di masa Kolonial sehingga menjadi pusat monopoli perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah dunia.

Banyaknya jejak sejarah dunia menjadikan Kepulauan Banda sebagai salah satu Situs Warisan Dunia Indonesia oleh UNESCO.

Pulau ini ditukar dengan Manhattan oleh Belanda. Pulau Run awalnya dikuasai oleh Ratu Elizabeth I dari Inggris. Pada saat itu, Inggris dan Belanda berseteru untuk menguasai perdagangan dunia.

Pada 31 Juli 1667, Traktat Breda dikeluarkan untuk memberikan solusi damai bagi keduanya. Isi dari traktat tersebut salah satunya yaitu Inggris harus mengakhiri kekuasaanya di Pulau Run, Kepulauan Banda dan menyerahkan pulau itu pada Belanda.

Pihak Belanda menawarkan kota Nieuw Amsterdam yang kini sudah berganti nama menjadi Manhattan, New York, Amerika.

Baca Juga: Sejarah Monumen Pesawat di Persimpangan Jalan Suhat Kota Malang

Pulau dengan eksotisme alamnya ini menyimpan segudang sejarah di dalamnya. Banda Neira dijadikan sebagai tempat pembuangan tokoh penting kemerdekaan Indonesia. Selain Sutan Syahrir, tokoh lainnya yang juga diasingkan yaitu Mohammad Hatta dan Dr. Cipto Mangunkusumo.

Tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi adalah Benteng Belgica. Portugis datang dan membangun sebuah benteng sederhana di Banda Neira pada awal tahun 1500an.

Setelah berpindah tangan ke Belanda, dibangun sebuah benteng yang lebih kokoh bernama Benteng Belgica. Belgica I berdiri pada tahun 1611, dilanjutkan pembangunan Benteng Belgica II pada tahun 1660, dan pembangunan Belgica III selesai pada tahun 1667.

Tempat bersejarah lainnya yaitu Istana Mini Neira yang dahulu digunakan sebagai kediaman resmi Gubernur Belanda. Bangunan yang berdiri sejak 1622 ini akan direvitalisasi dan dijadikan sebagai Istana Kepresidenan.

Pada pulau ini juga terdapat 2 rumah yang terkenal. Pertama, Rumah Budaya Neira, museum yang berisi koleksi benda-benda bersejarah. Salah satu koleksi yang menggambarkan bagaimana beratnya penderitaan masyarakat pada masa penjajahan adalah lukisan yang menggambarkan pembantaian masyarakat Banda oleh VOC pada tahun 1621.

Rumah kedua yang terkenal adalah rumah pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir selama 6 tahun sejak 1936 hingga 1942. Rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan kedua tokoh kemerdekaan ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dari Maluku oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Selain tempat bersejarah yang sudah disebutkan di atas, objek wisata sejarah yang bisa dikunjungi di pulau cantik ini adalah Benteng Nassau. Untuk keindahan alamnya, objek wisata alam yang bisa dikunjungi yaitu Pulau Pisang (Pulau Sjahrir), Lava Flow, Gunung Api Banda, Pulau Rozengain (Hatta), dan Pulau Nailaka.

Penulis: Nurul Amelia Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Banda NeiraIndonesia TimurMalukuSutan Sjahrir

Related Posts

78efda42 Da96 4433 Bdf2 E1ae48f24b00
Nasional

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Kamis, 27 Agu 2026
Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 27 Agu 2026
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden
Nasional

Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

Kamis, 20 Agu 2026
Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan
Advertorial

Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan

Jumat, 24 Jul 2026
Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat
Nasional

Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat

Rabu, 22 Jul 2026
Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon
Advertorial

Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon

Minggu, 19 Jul 2026
Next Post
kronologi kebakaran rumah.

Kronologi Kebakaran Rumah dan Gudang Kasur di Tidar Kota Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.