Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mengenal KH Achmad Dachlan, Kiai Asal Sanan Kota Malang yang Hari Wafatnya Diperingati Tiga Hari Berturut-Turut

Redaksi by Redaksi
Mei 30, 2023 6:59 am
in Peristiwa
Kiai asal Sanan Kota Malang

KH Achmad Dahlan ketika masih hidup. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Warga kampung tempe, Sanan, Kota Malang punya gawe. Dalam tiga hari ini, mulai Minggu (28/5/2023) hingga Selasa (30/5/2023), warga di daerah tersebut memperingati atau menggelar Haul ke-47 KH Achmad Dachlan (Alm).

Lantas siapa sebenarnya KH Achmad Dahlan sehingga membuat wafatnya selalu diperingati dengan cukup besar saban tahun. Apa keutamaan dia semasa hidupnya, serta hal baik apa yang bisa kita ambil dari KH Achmad Dahlan?.

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Penampilan Ishari dari berbagai wilayah dalam rangka Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Kota Malang. Foto: Irham Thoriq

Berdasarkan data yang dihimpun tugumalang.id dari keluarga dan santri beliau, KH Achmad Dahlan adalah pria asli Urung-Urung, Kabupaten Pasuruan. Sekitar tahun 1940–an atau sebelum kemerdekaan, beliau hijrah ke Sanan, Kota Malang, setelah mempersunting Hj Siti Aisyah. Aisyah adalah puteri dari H Abdurrahman yang dikenal sebagai orang kaya Sanan waktu itu.

Layaknya pernikahan zaman dahulu, Dachlan muda dan Hj Siti Aisyah menikah karena perjodohan. Tidak lama setelah menikah, karena H Abdurrahman adalah orang kaya waktu itu, lantas KH Dachlan dan Hj Siti Aisyah dinaikan haji.

”Ceritanya sebelum haji, beliau berdua belum begitu akrab, baru ketika Haji itulah, ada yang menyebut saat momen di Kapal Laut atau di atas unta, keduanya bisa dibilang klik dan menemukan kecocokannya,” kata M Nanang Choiruddin, salah seorang cicit KH Achmad Dahlan.

BACA JUGA: Mengenang KH Abdurrahman Wahid Sebagai Bapak Tionghoa di Haul Gus Dur ke-13

Sebelum menikah, KH Achmad Dahlan sudah mempunyai bekal ilmu agama yang kuat. Berdasarkan cerita dari mulut kemulut, ada dua versi soal di mana KH Achmad Dahlan belajar ilmu Agama.

”Ada yang menyebut beliau belajar Ilmu Agama di Mbah Nyemplong Madura, ada yang menyebut di Mbah Bungkuk, Singosari,” imbuh pria yang berprofesi sebagai dosen di UIN Maliki Malang ini.

Salah satu rangkaian acara Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Kota Malang. Foto: irham thoriq.

Selain itu, menurut Nanang, ada yang mengatakan bahwa dulu beliau pernah menimba ilmu ke mbah Kholil Bangkalan dan Kyai Nawawi Sidogiri.

Berlandaskan pengetahuan Ilmu Agama itulah, KH Achmad Dahlan mengajar mengaji dan ilmu agama lainnya di Sanan, Kota Malang. Awalnya, KH Achmad Dahlan mengajar di Gang X atau di sekitar rumah mertuanya.

Baru sekitar tahun 1943, KH Achmad Dahlan pindah ke Sanan Gang 3, Kota Malang. Di tempat ini, KH Achmad Dahlan mendirikan Mushola dan Pesantren Raudlatul Mujtahidin. Belakangan, Mushola dan Pesantren ini, lebih dikenal sebagai Raudlatul Mujtahidin Al Dachlany. Nama ini merupakan salah satu penghormatan terhadap sang pendiri.

Salah satu rangkaian Haul ke-47 KH Achmad Dachlan di Sanan, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Foto: irham thoriq

Di Pesantren tersebut, KH Achmad Dachlan mengajar sejumlah kitab seperti kitab Al Hikam, Ta’lim Muta’alim, dan lain sebagainya. Adapun santrinya berasal dari Cirebon, Demak, Kudus, Surabaya, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, Kertosono, Jombang, Nganjuk, Semarang, Gondanglegi, Cilacap. ”Santri beliau banyak menjadi kiai di daerahnya masing-masing,” katanya.

Konsisten atau Istiqomah Adalah Jalan yang Dipilih

Musonep,48 tahun, salah seorang santri generasi kedua dari Pesantren Raudlatul Mujtahidin bercerita, sebagai seorang kiai, KH Achmad Dachlan tidak hanya pandai berkhutbah atau berceramah saja. Beliau adalah seorang kiai yang konsisten ketika melakukan sesuatu.

”Saya mendapatkan cerita, beliau setiap sore jalan kaki mencari lebah untuk diambil madunya, mungkin madunya dibuat minum buat kesehatan, dan itu beliau konsisten melakukan setiap sore,” kata pria asal Demak yang sudah menetap di Sanan ini.

Pengumuman soal puncak Haul ke-47 KH Achmad Dachlan.

Selain itu, dalam hal kecil seperti membuang putung rokok, KH Achmad Dachlan setiap hari selalu membuang putung rokok di tempat yang sama.

”Dan katanya waktu buangnya selalu sama persis setiap hari, jadi beliau peduli kebersihan dan disiplin,” imbuhnya.

Musonep juga menyebut kalau apa yang dinyatakan KH Achmad Dachlan itu, sering benar terjadi.

”Misal beliau memprediksi bahwa anak pertamanya yakni H Utsman, kalau gak jadi orang kaya beneran, ya jadi ulama beneran. Ternyata betul beliau jadi orang kaya beneran,” katanya.

”Selain itu beliau juga berhasil membuat daerah Sanan yang dulu bisa disebut daerah banyak maksiat seperti judi, diubah menjadi kampung santri,” imbuhnya.

Diketahui, H Utsman (Alm) adalah salah seorang pengusaha kerupuk besar di Sanan dan cukup berada. Sejumlah anaknya, kini meneruskan dengan beberapa di antaranya menjadi pengusaha Keripik Tempe besar di Sanan. KH Achmad Dachlan wafat sekitar tahun 1977 dengan meninggalkan 9 anak yang hidup hingga dewasa.

”Kalau total anaknya ada yang menyebut 16, 17 dan 18, tapi yang hidup waktu itu 9, yang lain kayaknya wafat di kandungan atau ketika kecil,” kata M Nasir, Ketua Pelaksana Haul ke-47 yang juga cicit KH Achmad Dachlan.

Musonep, salah seorang santri generasi kedua KH Achmad Dachlan. Foto: irham thoriq.

Setelah KH Achmad wafat, pesantren diteruskan generasi kedua, yakni KH Muzammil Dachlan (Alm). Saat ini, pesantren tersebut dipimpin generasi ketiga yakni KH Zainul Abidin.

Terkait pelaksaan Haul, Nasir menyebut kalau pelaksanaan tahun ini digelar 3 hari, sedangkan tahun sebelumnya 2 hari.”Ada pembacaan manaqib, penampilan Ishari, khataman Alqurhan, pembacaan shalawat, hingga ceramah Agama yakni Dr KH Abdul Kholik Hasan M.HI Al Hafidz dari Pesantren Al Amanah, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang,” pungkas Nasir.

Reporter: Irham Thoriq
editor: jatmiko

Tags: haulkampung tempeKH Achmad DahlanSanan Kota Malang

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
teknik belajar

7 Teknik Belajar yang Bisa Kamu Coba Agar Makin Fokus dan Paham Materi, Dijamin Ampuh!

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.