Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Ki Sholeh Adi Pramono, Lestarikan Seni Asli Malang Lewat Padhepokan Seni Mangun Dharma

Redaksi by Redaksi
April 16, 2023 4:06 pm
in Asli Malang
Seni asli malang, padepokan Seni Mangun Darma

Ki Sholeh mengajarkan pedalangan kepada salah seorang muridnya. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Nama Ki Sholeh Adi Pramono mungkin tidak asing bagi pecinta seni di Malang. Ia merupakan pendiri Padhepokan Seni Mangun Dharma yang melahirkan ribuan seniman di Malang Raya, bahkan hingga luar daerah.

Sejak akhir abad ke-19, keluarga Ki Sholeh telah berkecimpung di dunia seni di Malang. Mulai dari buyutnya, kakek, pakdhe, hingga bapak dari Ki Sholeh merupakan seniman yang sangat dikenal. Buyut dan kakek Ki Sholeh merupakan seniman topeng malang. Pakdhe Ki Sholeh mulai merambah seni wayang kulit malangan dan juga topeng malangan. Sementara bapak dari Ki Sholeh lebih fokus pada macapat malangan.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

“Ini (padhepokan) adalah meneruskan apa yang dilakukan oleh buyut, kakek, pakdhe, dan bapak,” ujar Ki Sholeh saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tumbuh di Keluarga Pecinta Seni

Kesenian tradisional bukan hal yang baru bagi Ki Sholeh. Rusman, kakek Ki Sholeh merupakan salah satu seniman yang memiliki peran penting dalam pengembangan topeng malangan pada tahun 1911 hingga 1928. Sayang, nama tersebut jarang digaungkan sehingga tidak banyak orang yang mengenalnya.

Seni ukir topeng malang yang diajarkan di Padhepokan Seni Mangun Dharma. Foto: Aisyah Nawangsari

Bahkan, di buku tentang seni jawa berjudul Javaansche Volksbertoningen yang ditulis oleh Thomas Pigeud, nama Rusman tidak disebutkan sebagai orang yang turut andil dalam mengembangkan topeng malangan. Justru, yang disebutkan dalam buku tersebut ada penari bernama Saritruno yang merupakan murid Rusman.

“Di buku tersebut menyebutkan ada wayang topeng terkenal di Pucangsongo dan di Senggreng (Kabupaten Malang). Di Pucangsongo, yang mengajar adalah kakek saya. Nama kakek saya tidak disebut, malah yang terkenal adalah penarinya,” tutur Ki Sholeh.

Belajar Pedalangan Sejak Kecil

Seni asli malang, padepokan Seni Mangun Darma
Ki Sholeh menunjukkan gunungan dalam wayang kulit malangan. Foto: Aisyah Nawangsari

Ki Sholeh menyebut ayahnya berperan dalam mengenal kesenian kepadanya. Sejak kecil, Ki Sholeh dan dua saudaranya sering mendengarkan ayah mereka melantunkan macapat malangan.

“Ayah saya tukang, tapi memang seniman. Tiap malam Jumat Legi, anak-anak lesehan, Ayah membaca kitab-kitab wayang. Dari situ penularannya. Telinga kami jadi terbiasa mendengarkan macapat,” jelas Ki Sholeh.

Saat masih kecil, Ki Sholeh sering menemani ayahnya belanja ke pasar. Sambil menunggu ayahnya selesai belanja, Ki Sholeh melihat orang berjualan wayang yang terbuat dari kertas.

“Di Pasar Tumpang itu ada orang jualan wayang dari kertas. Saya duduk nggelempoh (lesehan) melihat wayang. Ayah saya selesai belanja baru (saya) dibelikan wayang dua,” kenang pria kelahiran Desa Wates, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini.

Setelah dibelikan wayang, ayah Ki Sholeh juga menyediakan pelepah pisang sebagai media untuk bermain wayang. “Terus saya diajari, karena ya memang dari keluarga dalang,” imbuh Ki Sholeh.

Sekolah Seni Lewat Konservatori Karawitan dan Beasiswa

Seni ukir topeng malang yang diajarkan di Padhepokan Seni Mangun Dharma. Foto: Aisyah Nawangsari

Kecintaan Ki Sholeh terhadap kesenian terus berlanjut hingga ia lulus SMA. Ia bermaksud melanjutkan kuliah kesenian, namun terkendala biaya. Hingga akhirnya ia mendapat informasi ada pembukaan Konservatori Karawitan Indonesia untuk jurusan Pedalangan, Karawitan, dan Tari.

Melihat kesempatan itu, Ki Sholeh mendaftar dan mengikuti seleksi. Berkat kemampuannya, ia lolos dan bisa melanjutkan pendidikan ke Surabaya. “Akhirnya saya berangkat dan bisa sekolah. Terus saya mengabdi karena ada ikatan dinas selama empat tahun,” ujarnya.

Saat mengikuti konservatori dan mengabdi sebagai pegawai, Ki Sholeh bertugas mengurus nomor induk kesenian. Suatu hari, ia mendapat kabar bahwa dirinya tidak akan diangkat sebagai pegawai tetap. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikan ke Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.

“Kuliah satu semester, prestasi saya baik. Saya dapat beasiwa sampai rampung kuliah,” kata Ki Sholeh.

Mendirikan Padhepokan Seni Mangun Dharma

Padhepokan Seni Mangun Dharma dibangun dibuka pada 26 Agustus 1989 dengan bangunan yang sangat sederhana, yaitu berdinding bambu dan beratap daun tebu. Nama Mangun Dharma diambil dari nama jalan tempat padhepokan itu berdiri, yaitu Jalan Raya Mangun Dharma dan petilasan patih Malang yang bernama Ki Mangun Yudha (Mangun Dharma).

Tanah yang digunakan untuk mendirikan Padhepokan Seni Mangun Dharma merupakan milik bibi Ki Sholeh yang bernama Siati. Ki Sholeh bersama beberapa orang lainnya bergotong-royong membangun padhepokan dengan bahan-bahan seadanya.

“Saat saya lulus dari ISI itu, saya meminta tanah yang miring ini, yang nggak terpakai di bibi saya. Terus tanahnya tambah dikit-dikit, terus semakin luas. Saat ini luas padhepokan adalah 40×40 meter,” ujar Ki Sholeh.

Komitmen Mengajar dan Melestarikan Kesenian

Di tengah terpaan seni modern, Padhepokan Seni Mangun Dharma masih banyak diminati anak-anak muda. Ratusan anak menimba ilmu terkait kesenian tradisional asli Malang. Mereka belajar seni tari, karawitan, macapat, kerajinan topeng dan wayang kulit, hingga pedalangan.

“Adik-adik (murid) yang di sini menamakan Padhepokan Seni Mangun Dharma ini sebagai sumber daya khas kesenian malang. Misi kami adalah pemuda-pemuda di Malang harus mengerti kebudayaannya sendiri,” ujar pria kelahiran tahun 1951 tersebut.

Keberadaan Padhepokan Seni Mangun Dharma ini juga didukung oleh orang-orang desa. Mereka senang dengan kesenian.

“Kalau kendala hambatan pergolakan sosial, nggak ada. Ternyata orang-orang desa senang semuanya dengan kesenian. Jelas pendukung utama (padhepokan) adalah mereka,” kata Ki Sholeh.

Kendala yang dihadapi oleh padhepokan ini adalah pendanaan. Biaya untuk belajar seni di sini terbilang cukup murah, yaitu Rp 50 ribu per bulan. Sumber penghasilan lainnya adalah dengan menawarkan jasa seni pertunjukan dan mengisi seminar. Selain itu, Ki Sholeh juga menyewakan padhepokan untuk lokasi foto prewedding hingga pertemuan-pertemuan.

“Kami sempat terbentur pandemi COVID-19. Karena kami adalah organisasi profesional, makan nggak makan, (penghasilan didapat) dari seni,” ujarnya.

Kendati banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola Padhepokan Seni Mangun Dharma, Ki Sholeh berkomitmen untuk terus mengajar dan melestarikan kesenian. Anak angkat Ki Sholeh yang bernama Bambang juga mendalami dunia kesenian.

“Dia saya sekolahkan di Solo, supaya di padhepokan ini nanti ada yang mulang (mengajar),” pungkas Ki Sholeh.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Kecamatan PoncokusumoKi Mangun YudhaKi Sholeh Adi PramonoKonservatori Karawitan IndonesiaLestarikan Kesenian MalangPadhepokan Seni Mangun DharmaSeni Modernseniman topeng malangwayang

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Kayutangan heritage punya replika kereta api

Pengamat Sebut Pemasangan Replika Lokomotif di Kayutangan Kota Malang Tak Sesuai Sejarah

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.