Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pelajar Menulis

Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 28, 2023 6:52 am
in Pelajar Menulis
Gerbong maut

Yudhistira mahendra, Princessa zanetta, Fellita Abida, Vania Widyadhana, Siswa kelas X-J SMAN 3 Malang, di depan Gerbong Maut. dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Museum Brawijaya Malang dibangun dari sebuah ide cerdas Brigjen TNI (Purn) Soerachman, yang pada saat itu menjabat sebagai Pangdam VIII/Brawijaya.

Museum Brawijaya dibangun di tahun 1967, kemudian diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968. Sampai saat ini Museum Brawijaya menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi para pelajar khususnya di daerah Kota Malang. Semboyan dari Museum Brawijaya adalah Citra Uthapana Cakra. Memiliki arti cahaya yang dapat membangkitkan semangat juang 45.

READ ALSO

No Content Available

Museum Brawijaya tentunya menyimpan banyak koleksi persenjataan yang dulu digunakan para pejuang kemerdekaan. Salah satu koleksi dari Museum Brawijaya yang cukup kontroversial adalah Gerbong maut.

Gerbong maut yang terletak di Museum Brawijaya merupakan salah satu dari 3 gerbong maut. Saat ini gerbong maut tersebut masih berdiri kokoh. Terawat dengan baik. Dari tampilan luar terlihat gerbong tersebut berwarna hitam, dan abu-abu. Pada salah satu sisi gerbong tersebut bertuliskan nomor registrasi GR 10152.

Gerbong Maut inilah yang dulu digunakan tentara Belanda mengangkut 100 orang tawanan pejuang-pejuang Indonesia. Gerbong ini mengangkut tawanan pejuang-pejuang Indonesia dari penjara Bondowoso pindah ketempat tahanan Bubutan Surabaya pada tanggal 23 November 1947. Pada gerbong ber nomor registrasi GR 10152 yang merupakan gerbong terakhir inilah 38 pejuang Indonesia gugur akibat kekurangan oksigen, lantaran tidak adanya ventilasi udara di gerbong.

Sedangkan pada gerbong pertama yang berisikan 30 orang ditemukan selamat semua, meskipun ada beberapa yang pingsan, juga pada gerbong kedua yang berisikan 32 orang, yang meninggal 8 orang, ini dikarenakan pada gerbong pertama dan kedua masih banyak ventilasi walaupun lubang hanya sebesar paku.

Gerbong maut ini dibawa ke Museum Brawijaya Malang sebagai bagian dari koleksi perjuangan. Gerbong ini juga tercatat sebagai cagar budaya melalui surat yang dikeluarkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto.

Gerbong maut sebagai cagar budaya memberikan banyak manfaat untuk bagi para penerus bangsa. Selain mengenal sejarah pada jaman dahulu, kami juga dapat memahami betapa keras perjuangan para pahlawan Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Dikarenakan sudah menjadi kewajiban untuk penerus bangsa melestarikan, juga mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia.(*)

*Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas X-J SMAN 3 Malang.

Penulis: Yudhistira mahendra, Princessa zanetta, Fellita Abida, Vania Widyadhana
editor: jatmiko

 

Tags: Gerbong mautMuseum Brawijaya Malang

Related Posts

No Content Available
Next Post
nenek tewas tertimbun longsor di Ngantang

Nenek 76 Tahun di Ngantang Malang Tewas Tertimbun Longsor

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.