Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Keluh Kesah Petani Apel Bertahan Hidup Demi Nama Ikon Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Februari 23, 2023 3:27 pm
in Peristiwa
Apel menjadi komoditas utama hasil pertanian Kota Batu pada masanya. Kini, produktivitasnya terus menurun tiap tahunnya. Petani apel berharap Pemda bisa melakukan intervensi penanganan serius.

Apel menjadi komoditas utama hasil pertanian Kota Batu pada masanya. Kini, produktivitasnya terus menurun tiap tahunnya. Petani apel berharap Pemda bisa melakukan intervensi penanganan serius. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kota Batu, Jawa Timur, dulu dikenal sebagai Kota Apel. Itu terjadi karena apel menjadi komoditas pertanian terbesar di sana. Kondisinya jauh berbeda dibanding sekarang. Produksinya terus menurun dan banyak petani apel yang beralih tanam ke komoditas jeruk yang lebih menjanjikan.

Meski begitu, bukan berarti tak ada lagi petani apel. Banyak juga petani yang masih rela bertahan untuk menanam apel. Seperti dilakukan Utomo (62), warga Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kota Batu. Apa yang membuatnya bertahan satu-satuya adalah dengan tekad menjaga warisan citra Batu sebagai kota apel.

READ ALSO

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

“Kalau kebanyakan orang sudah beralih menamam jeruk. Saya masih punya semangat untuk mempertahankan ikon Kota Batu sebagai Kota Apel,” kata Utomo dihubungi, Kamis (23/2/2023).

Semangat itu tentu saja tak sebanding dengan apa yang dia peroleh. Dalam setiap masa panen, petani apel tergolong merugi. Sebabnya karena kualitas kondisi tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia berlebih.

“Seharusnya dari Pemda bisa melakukan intervensi penanganan menggunakan pupuk organik,” usulnya.

Petani apel juga di hadapan dengan biaya obat tanaman apel yang menembus angka Rp30 juta per musim atau selama 6 bulan. Sementara, hasil panen hanya berkisar di angka Rp 24 juta. “Itu belum pas harga di pasaran turun lho. Kita itu enggak mungkin jual mahal juga,” timpalnya.

Keluhan ini menurut dia sebenarnya sudah klise. Berkali-kali dia berbagi keluh kesah dengan pejabat dinas maupun legislatif. Namun, tak pernah ada solusi jitu. Bahkan sebenarnya pertanian apel di sini masih lebih baik daripada produksi apel di Polandia, New Zealand hingga Vietnam.

“Setahun kita masih bisa panen dua kali, mereka hanya bisa satu kali. Bedanya, kalau di sana hasil panen langsung di setor ke pemerintah. Petani hanya fokus menjaga kualitas buah, enggak perlu bingung jualan,” ujarnya.

Dorong Pemerintah Sediakan Cold Storage

Sebagai solusi, pihaknya menyarankan agar Pemda bisa menyediakan fasilitas cold storage khusus untuk petani apel. Fasilitas ini merupakan solusi untuk menjaga buah agar tidak cepat busuk.

Bicara soal cold storage, sebenarnya Pemkot Batu telah berencana untuk menghadirkannya. Hanya saja, informasi yang dia dengar kapasitas cold storage itu hanya berkisar 3 ton. “Ya enggak cukup, apalagi yang pakai kan banyak, enggak cuma petani apel saja,” terangnya.

“Kalau dihitung kasar, untuk menampung hasil petani apel di sini itu harusnya berkapasitas sampai 50 ton. Kalau 3 ton? Untuk menampung hasil sekali panen saja gak cukup,” imbuhnya.

Begitu juga dari sisi penjualan juga harus ditangani pemerintah. Dengan begitu, petani apel bisa lebih fokus untuk menjaga kualitas produknya. Baik menjaga kualitas apel sampai mengembalikan kondisi tanah.

“Kami berharap usulan ini bisa didengar serius oleh pemerintah. Ini juga demi mempertahankan ikon Kota Batu sebagai ikon wisata dengan buah apelnya,” harapnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: ApelHeadlinekota apelkota batupetaniPetani ApelPetani Apel Kota Batu

Related Posts

Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Ditangkap Gara-gara Narkoba, Gerindra: Belum Terima Konfirmasi Resmi
Peristiwa

Gerindra Buka Suara Soal Dugaan DPRD Kabupaten Malang Ditangkap Terkait Narkoba bersama Perempuan

Rabu, 30 Sep 2026
Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf
Peristiwa

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat mengunjungi lapak hasil produk UMKM di Kota Batu, Jawa Timur.

Jurus Pj Wali Kota Batu Agar Produk UMKM Laris Manis

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.