Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kisah Cholifatul Nur Mencari Sang Anak Korban Kanjuruhan, Lewati Got dan Terobos Kepulan Gas Air Mata

Redaksi by Redaksi
Desember 10, 2022 2:58 pm
in Peristiwa
Cholifatul Nur, ibu dari korban Tragedi Kanjuruhan.

Cholifatul Nur, ibu dari korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Cholifatul Nur menceritakan kisahnya mencari mendiang anaknya, Jofan Farelino, yang meninggal saat Tragedi Kanjuruhan. Saat itu ia mendapat kabar bahwa putra semata wayangnya tak sadarkan diri usai menonton pertandingan Arema FC versus Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Kabar tersebut ia terima dari teman anaknya. Perempuan yang akrab dipanggil Ifa tersebut saat itu sedang berada di rumah dan bersiap untuk istirahat.

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Begitu menerima kabar, ia langsung bergegas menuju Stadion Kanjuruhan yang berjarak 20 kilometer dari rumahnya di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dia hanya  memakai baju tidur.

Pertandingan Arema FC melawan Persebaya baru usai. Puluhan ribu orang masih memadati jalanan di sekitar Stadion Kanjuruhan.

Ifa melihat akses masuk melalui gerbang utama ditutup. Ia turun dari sepeda motor di simpang empat Yon Zipur 5 yang berada tak jauh dari Stadion Kanjuruhan. Ia meminta orang yang mengantarnya untuk menunggu di sana.

Tak mau berlama-lama dengan mencoba masuk lewat gerbang utama, Ifa memilih menyusuri got yang ada di sekitar Stadion Kanjuruhan.

“Saya nggak lewat pintu utamanya. Kan itu kayaknya enggak boleh ya lewat pintu utama. Saya itu loncat di got sebelumnya pintu itu,” kata Ifa.

Sesampainya di Stadion Kanjuruhan, ia melihat kepulan gas air mata memenuhi area parkir. Polisi masih menembakkan gas air mata di bagian luar stadion. Meski demikian, ia tak mundur. Ia menerobos kepulan gas air mata untuk mencari anak semata wayangnya.

“Saat saya masuk ke Kanjuruhan itu masih banyak gas air mata yang ditembakkan ke daerah parkir. Di luar itu masih banyak asap-asapnya. Tapi saya cuma lihat saja. Saya lari, fokus untuk mencari almarhum anak saya,” terang Ifa.

Beruntung, ia dibantu oleh seseorang yang tidak ia kenal untuk mencari anaknya. Ifa meminta diantar menuju ke Gate 7 karena berdasarkan info yang ia terima, anaknya berada di sana.

Namun, ia kemudian mendapat telepon bahwa anaknya telah dibawa ke area VIP dengan harapan segera mendapat bantuan ambulans. Namun, bantuan tak kunjung datang hingga Jofan menghembuskam nafas terakhir.

Menurur Ifa, kondisi tubuh Jovan saat itu sangat memprihatinkan. Warna kulit dan kukunya menghitam, sementara bagian keningnya putih. Meski diseka dengan tisu basah, warna hitam di kulit tersebut sulit hilang.

Badan Menghitam

“Anak berangkat masih cakep, tahu-tahu sudah menghitam semua. Kukunya dan kulitnya hitam. Semuanya hitam. Saya buka kaosnya, (kulit) yang ketutup kaos masih putih. Yang ini (tidak tertutup kaos) sudah hitam semua,” kata Ifa.

Ifa juga melihat busa yang mengering di mulut Jofan. Sementara hidung dan telinganya mengucurkan darah.

“Sewaktu anak saya ditemukan oleh yang menolong, hidungnya keluar darah dan mulutnya berbusa,” kata Ifa.

Menurut Ifa, kondisi tubuh Jofan utuh dan hanya mengalami sedikit lecet karena terjatuh.

“Dia jatuh karena pingsan. Kata teman anak saya, dia sempat terinjak setelah pingsan. Sebelumnya itu nggak terinjak. Pingsannya itu karena gas itu tadi. Dia nggak bisa napas, kemudian pingsan,” jelas Ifa.

Mengetahui kondisi anaknya sudah tak bernyawa, Ifa meminta bantuan TNI untuk membawa anaknya ke rumah sakit. “Saya mau memastikan anak saya ini benar-benar sudah nggak ada atau bagaimana,” kata Ifa.

Sesampainya di rumah sakit, Ifa mendapat kepastian bahwa Jofan sudah tiada. Namun, ia tak bisa mendapat rekaman medis ataupun surat kematian dari rumah sakit karena Jofan sudah meninggal sebelum dibawa ke sana.

Dengan berat hati, Ifa membawa jenazah Jofan pulang ke rumahnya di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Ifa berharap, keadilan dapat ditegakkan dan siapa pun yang bertanggung jawab atas peristiwa ini dihukum dengan semestinya.

“Bukan hanya yang menembak, tetapi semuanya. Termasuk panpelnya. Semuanya harus diusut. Saya cuma berharap itu,” kata Ifa.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangkorbantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Leandro Paredes dikepung para pemain Belanda saat terjadi kericuhan jelang akhir laga.

Paredes Tendang Bola ke Bench Timnas Belanda, Mirip Aksi Abduh Lestaluhu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.