Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ngeri! Warga Satu Desa di Bawah Bukit Paralayang Kota Batu Hidup di Atas Tanah Bergerak

Redaksi by Redaksi
Desember 7, 2022 2:34 pm
in Peristiwa
Tanah perbukitan di belakang SD dan SMP Satu Atap yang sempat mengalami longsor baru-baru ini.

Tanah perbukitan di belakang SD dan SMP Satu Atap yang sempat mengalami longsor baru-baru ini. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Permukiman warga di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, harus meningkatkan kewaspadaan. Ancaman pergerakan tanah hingga longsor di sana masih sangat besar.

Apalagi, secara kajian, kawasan itu menjadi daerah yang tidak aman untuk ditinggali. Berdasarkan hasil kajian PVMBG, BPBD Provinsi dan Geologi UB, kawasan di sana tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi tanah yang labil.

READ ALSO

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, menuturkan jika penyebab tanah bergerak di sana belakangan diketahui karena kondisi tanah yang jenuh. Ini mengingatkan ditemukannya sumber mata air yang berada di lereng Bukit Banyak Paralayang.

Melimpahnya air yang meresap ke tanah membuat kondisi tanah jadi jenuh. Sehingga rentan terjadi pergerakan tanah. Namun, sebagai alternatif, pihak BPBD akan melakukan kajian dan membuat sumur pelegah,

“Dengan membuat sumur pelegah ini nanti guna mengatur muka air tanah dan kelembapan tanah. Namun secara kajian sebenarnya wilayah itu tidak aman untuk ditempati,” paparnya.

Keretakan parah akibat pergerakan tanah merembet hingga bagian atap, dinding hingga lantai bangunan sekolah SD dan SMP Satu Atap Gunungsari Kota Batu. Foto/Azmy

Meski begitu, di beberapa sisi, Agung masih dapat menjamin bangunan di areal sisi utara masih aman untuk difungsikan. Tanah yang labil banyak terjadi si di satu sisi saja di bagian selatan.

“Tapi nanti akan kita kaji lagi karena intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi membuat tanah di sana jenuh. Jadi potensi pergerakan tanah di sana ke depannya masih besar,” ungkapnya.

Tak heran, di wilayah Dusun Brau ini memang terletak di wilayah kontur perbukitan. Di sekeliling desa ini dikelilingi kawasan hutan dan perbukitan. Otomatis, jika terjadi curah hujan tinggi, maka akan menambah massa tanah sehingga tanah jadi labil.

Dusun Brau merupakan area di wilayah Kecamatan Bumiaji dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami tanah labil. Bahkan pada 2021 telah ditemukan 13 titik rawan longsor atau rekahan tanah berpotensi bahaya di dusun sentra penghasil susu sapi perah itu.

Jangkauan 13 titik potensi kerawanan itu diketahui berdasarkan kajian geoseismik oleh BPBD Jatim menggunakan alat seismograf. Itu ditemukan saat proses pencarian lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 15 KK di Dusun Brau dan membuat warga terdampak harus dievakuasi karena tempat tinggalnya rawan ambles.

Tentu pergerakan tanah ini membawa dampak pada bangunan di atasnya. Seperti terjadi pada bangunan SD SMP Satu Atap Gunungsari yang baru-baru ini sebagian bangunannya ambrol. Bahkan, sejumlah ruangan mulai terdapat retakan parah. Baik di atap, dinding hingga lantainya.

“Massa air dalam tanah yang tinggi ini kemudian akan mengakibatkan tanah kehilangan daya penopang sehingga bangunan di atasnya juga akan terdampak,” ungkapnya.

Agung menambahkan, fenomena tanah bergerak ini bahkan juga sudah pernah terjadi di sana pada awal Februari 2021 lalu. Saat itu retakan pada dinding ruangan masih kecil. Namun seiring waktu retakan bertambah besar.

Meski begitu, dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan BPBD Kota Batu telah memastikan akan membangun gedung baru di sisi utara yang relatif lebih aman.

“Sudah dikaji dan juga dialokasikan anggaran untuk bikin gedung baru nanti di sisi utara. Karena kalau tetap dibangun di sini tanahnya sudah labil, enggak aman,” ujar Kepala Sekolah SDN Satu Atap Gunungsari Siti Roihatul Hasanah ditemui, Rabu (7/12/2022).

Sebenarnya, ada usulan lain lagi agar sekolah ini dipindah ke tempat yang lebih aman. Menurut Siti, rencana pembangunan sekolah akan digeser lebih jauh di kawasan Dusun Jantur, Desa Brau. Namun ada pertimbangan lain.

“Takutnya kalau dipindah ke sana itu aksesnya terlalu jauh. Jadi takutnya nanti malah gak ada yang mau sekolah. Cuman di sini satu-satunya akses yang dekat biar anak-anak disini tetap sekolah,” kata Siti.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Bukit Paralayang Kota BatuKepala BPBD Kota Batukota batuPemukiman Warga

Related Posts

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
kecolongan motor di masjid

Putra Ketua Takmir Masjid di Kota Batu Kecolongan Motor

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.