Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Pawon Baja, Kopi Robusta Dampit Kelas Premium Khas Warga Kayutangan

Redaksi by Redaksi
Oktober 13, 2022 5:15 pm
in Advertorial
Achmad Mufid Rifai.

Achmad Mufid Rifai. Foto/dok.TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kayutangan Heritage. Kawasan itu saat ini sudah bersolek. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memoles kawasan tengah kota tersebut menjadi kawasan wisata yang khas. Banyaknya pengunjung di kawasan tersebut membuat UMKM sekitar bangkit.

Achmad Mufid Rifai salah satunya. Pria 33 tahun, warga yang tinggal di kawasan Kayutangan ini menjajal bisnis di dunia kopi sejak tahun 2019. Tempat tinggal itu tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 2b nomer 870. Ada baner besar di sana bertuliskan ‘Kopi Robusta Dampit Kelas Premium. Pawon Baja. Diambil dari Perkebunan Keluarga Semua Biji Dipetik Merah. Sedia Roasting Medium dan Dark’.

READ ALSO

Pegadaian Kepanjen Tawarkan Cashback hingga Rp5 Juta

ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi

Ya, Pawon Baja, memang diusung Epik, sapaan akrabnya sebagai merk produknya. Maknanya sederhana, kata ‘pawon’ dalam bahasa Jawa berarti ‘dapur’ dan ‘baja’ diambil dari kedua nama anaknya. “Jadi Pawon Baja ini sebenarnya untuk menghidupi (menafkahi) kedua anak saya,” kata dia saat ditemui Rabu (12/10/2022).

Produk kopi Pawon Baja. Foto/dok.TM

Sebelumnya, Epik yang sempat bekerja di salah satu perusahaan batu bara selama tujuh tahun sudah mulai berkenalan dengan para petani kopi dan belajar soal jenis serta proses pengolahan kopi.

Hingga kemudian, ia memutuskan untuk resign dan memulai usaha baru, termasuk Pawon Baja. Epik juga bergabung dengan sebuah komunitas yakni East Java Ecotourism Forum (EJEF).

Awalnya, Epik hanya iseng melayani pesanan teman-temannya yang ingin dibawakan kopi dampit saat pulang kampung ke rumah mertua di Dampit, Malang. Hanya satu atau dua kilogram.

“Sebelumnya saya penggemar kopi aja, sampai suatu saat, istri saya kan asli orang Dampit. Ketika pulang kampung ke sana, orang-orang di sini (tetangga) ingin dibawakan kopi dari Dampit satu atau dua kilogram. Dari situ banyak yang suka dan jadi peluang,” tutur dia.

Di situlah Epik mulai memberanikan diri untuk menggandeng petani di Dampit dan membuat merk sendiri. Dalam berbisnis, iapun berkomitmen untuk menjaga rasa khas kopinya. Sebab itu, ia sangat memperhatikan proses pengolahan hingga produksi kopi.

“Karena kebun saya sendiri, otomatis saya tahu proses sebelum panen sampai pascapanen. Saya roasting sendiri. Saya pastikan juga bahwa kopi yang saya jual itu petik merah. Karena orang-orang yang melakukan petik merah itu ngga banyak. Intinya, konsisten,” terang dia.

Sebelum pandemi, kata Epik, penjualan kopinya bisa sampai luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Tanggerang. Pengirimannya juga ke luar negeri. Ada Kuwait, Hongkong, Malaysia dan Singapura. Paling banyak, ia menyupplay kebutuhan kafe atau kedai kopi di sana. Semua berkat marketing dari mulut ke mulut.

Namun, saat pandemi COVID-19 melanda dan berbagai kebijakan PPKM, penjualannya merosot tajam. Untuk bertahan, ia memulai dengan mengedukasi mereka yang suka kopi atau ingin membuka kedai kopi. “Saya bertahan dari komunitas saya sendiri. Untuk kedai, hanya yang memang relasi dan bertahan, karena saat pandemi banyak yang sepi,” urai dia.

Tak hanya itu, semenjak ada Kawasan Wisata Kayutangan, Epik juga berkolaborasi dengan UMKM lainnya di sekitar tempatnya tinggal untuk saling mendukung. Ia kebagian mendukung bahan mentah kopi di beberapa kedai yang ada di dalam gang kawasan itu.

Kini produknya bahkan sudah memiliki legalitas dan perizinan dengan memanfaatkan program gratis dari pemerintah.

“Saya sudah ada Nomor Induk Berusaha (NIB) akhir tahun 2020. Kedua, saya sudah daftar merk bulan maret (2022) ini. Jadi merk saya sudah terdaftar. Kebetulan saya memanfaatkan produk pemerintah untuk daftar merk itu gratis. Di kampung heritage ini juga sudah masuk, jadi bantu sama pemerintah dan dibantu temen-teman pokdarwis. Untuk sertifikasi merk, mereka jadi fasilitator,” tandasnya.

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Herlianto. A

Tags: kayutangan heritagekopiKopi RobustaPawon Baja

Related Posts

Pegadaian Kepanjen Tawarkan Cashback hingga Rp5 Juta
Advertorial

Pegadaian Kepanjen Tawarkan Cashback hingga Rp5 Juta

Senin, 19 Okt 2026
ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi
Advertorial

ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi

Senin, 19 Okt 2026
Bupati Malang Targetkan Tak Ada Anak Tidak Sekolah pada 2027
Advertorial

Bupati Malang Targetkan Tak Ada Anak Tidak Sekolah pada 2027

Senin, 19 Okt 2026
ITN Malang dan Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kerja Sama Penanganan Permukiman Kumuh
Advertorial

ITN Malang dan Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kerja Sama Penanganan Permukiman Kumuh

Senin, 19 Okt 2026
FKIP Unisma Perkuat Kompetensi Digital Dosen melalui SPADA
Advertorial

FKIP Unisma Perkuat Kompetensi Digital Dosen melalui SPADA

Senin, 19 Okt 2026
Grand Mercure Malang Mirama Rayakan 5 Tahun dengan Staff Gathering
Advertorial

Grand Mercure Malang Mirama Rayakan 5 Tahun dengan Staff Gathering

Senin, 19 Okt 2026
Next Post
Situasi kisruh di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dalam laga Arema Fc versus Persebaya.

Tidak Semua Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal di Pintu Keluar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.